Cheetos hingga Lays Sebentar Lagi Hilang di Pasaran, Ini Sejarah dan Alasannya

Makanan ringan Cheetos hingga Lays akan berhenti beredar di Indonesia diperkirakan mulai Agustus 2021.

JEDA.ID-Sejumlah makanan ringan yaitu Cheetos hingga Lays sebentar lagi hilang dari pasaran. Bagi kalian penggemar Cheetos hingga Lays tentu bertanya-tanya mengapa makanan ringan ini bakal hilang dari pasaran?

Ternyata ada alasannya mengapa Cheetos hingga Lays bakal menghilang dari pasaran. Simak alasan di balik menghilangnya Cheetos hingga Lays dari pasaran ini di kisah inspiratif kali ini, berikut sejarah masing-masing makanan ringan tersebut. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk baru saja memborong seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang awalnya dimiliki Fritolay Netherland Holding B.V., afiliasi dari PepsiCo Inc. Alhasil, beberapa merek snack akan hilang di pasaran.

Makanan ringan atau snack merek Lays, Doritos, dan Cheetos, akan berhenti beredar di Indonesia diperkirakan mulai Agustus 2021. Seperti diketahui ketiga merek tersebut merupakan produksi PepsiCo. PepsiCo selaku afiliasi Fritolay Netherlands Holding BV resmi diakuisisi PT Indofood CBP Sukses MakmurTbk.

Baca Juga: 5 Prinsip Sukses Berbisnis ala Orang Tionghoa, Entrepreneur Wajib Tahu!

Indofood membeli seluruh saham Fritolay di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL). Transaksi itu dilakukan pada Rabu (17/2/2020). Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gideon A Putro mengatakan nilai transaksi atas pembelian seluruh saham PepsiCo di IFL sebesar Rp 494 miliar. Kini, Indofood CBP Sukses Makmur menjadi 99,99 persen saham IFL.

Gideon mengungkapkan transaksi itu sekaligus akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo setelah IFL menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk PepsiCo.

Hal ini harus diselesaikan dalam waktu enam bulan sejak transaksi pembelian saham dilakukan. Jika dihitung sejak Februari ini, maka perjanjian lisensi dengan PepsiCo berakhir pada Agustus 2021 mendatang.

“Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi,” ujar Gideon dalam keterangan resmi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Kamis (18/2/2021).

Baca Juga: Jari Tangan Sering Kebas Saat Gowes? Waspadai Cyclist’s Palsy

Dengan demikian bila dihitung dari tanggal transaksi, maka mulai Agustus 2021 nanti makanan ringan produksi PepsiCo seperti Lay, Doritos, hingga Cheetos harus setop produksi.

Dengan begitu, baik Frito-Lay, PepsiCo maupun pihak afiliasi lainnya dilarang memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia. Beberapa produk makanan ringan yang biasa diproduksi afiliasi Fritolay dan PepsiCo di Indonesia terdiri dari Lays, Doritos, dan Cheetos. Ketiga merek ini tidak hanya terkenal di Indonesia tapi nyaris di seluruh pasar dunia.

Lalu, bagaimana sih sejarah ketiga merek itu hingga akhirnya bisa mendunia seperti sekarang? Berikut ini sejarah makanan ringan tersebut seperti dikutip dari detikcom, Kamis (18/2/2021):

Lays

Keripik kentang Lays sudah ada sejak sekitar 75 tahun lalu. Dikutip dari Insider, Kamis (18/2/2021), Lays pertama kali dipasarkan oleh Herman W. Lay pada sekitar tahun 1930-an. Saat itu, Herman yang berprofesi sebagai salesman, menjual Lays berkeliling menggunakan mobilnya di sekitaran wilayah Nashville, Tennessee, AS.

Beberapa tahun kemudian, Herman membangun perusahaan keripiknya. Namun, di saat yang bersamaan, muncul pesaing Lays yang kemudian dikenal sebagai Fritos. Setelah bersaing hampir 30 tahun, Lays dan Fritos bergabung membentuk Frito-Lay tepatnya pada 1961.

Baca Juga: Waspadai Mamalia di Sekitar Rumah Bisa Jadi Inkubator Virus Corona Baru

Empat tahun kemudian, perusahaan gabungan itu bergabung dengan Pepsi-Cola dan membentuk PepsiCo.

Lays lalu hadir dengan 8 rasa khas Amerika. Lalu, perlahan merek camilan ini meluas ke berbagai negara. Rasa-rasanya pun semakin beragam. Di India misalnya ada Lays rasa Magic Masala dan di Thailand ada rasa Ayam Kemangi dan Kari Kepiting. Bila ditotal, Lays punya 200 pilihan rasa di seluruh dunia.

Doritos

Sama-sama produksi Frito-Lay, tapi Doritos yang merupakan keripik tortilla ini baru dipasarkan secara komersial sekitar tahun 1964. Dikutip dari Huffpost, Doritos dengan cepat menjadi populer di California Selatan dan pada tahun 1966 tersedia di seluruh California.

Pada 1967, Doritos hadir dengan rasa baru yaitu rasa bumbu taco dan pada 1972 muncul lagi rasa baru yaitu rasa keju nacho yang paling populer sepanjang masa.

Ada desas-desus yang menyebut bahwa Doritos pertama kali muncul di Disneyland pada awal 1960-an, di bekas restoran bernama Casa de Fritos. Frito-Lay memang pemilik tempat itu, tetapi makanannya dipasok oleh makanan Meksiko setempat.

Di restoran itu, para pekerja dan pemasok lokalnya mendapat ide untuk memanfaatkan tortila yang tak terpakai. Mereka menggoreng tortilla yang biasanya dibuang itu jadi keripik dan menjualnya kepada tamu. Kripik itu menjadi hits di sana. Eksekutif Frito-Lay pun langsung mencatat resep itu yang kemudian dikenal menjadi Doritos.

Baca Juga: Kenali Skema Ponzi agar Enggak Boncos

Namun, desas-desus itu tidak bisa dipastikan kebenarannya. Bahkan Frito-Lay sendiri pun tak yakin dengan cerita itu. Kini, Doritos punya sekitar 17 pilihan rasa. Di Indonesia, Doritos hanya tersedia 3 rasa saja yakni Doritos Barbeque, Nacho Cheese, dan Roasted Corn.

Cheetos

Cheetos ditemukan pada tahun 1948 oleh pendiri Fritos yakni Charles Elmer Doolin di Dallas, Texas. Doolin akhirnya bermitra dengan Herman W.Lay (pencetus merek Lays) untuk memproduksi Cheetos secara nasional serta produk kentang lainnya bernama Fritatos.

Cheetos terbukti sangat sukses diterima di masyarakat, akhirnya Doolin dan Herman Lay menggabungkan dua perusahaan mereka dan membentuk Frito-Lay Inc.

Seluruh makanan ringan Frito-Lay Inc itu akhirnya dimiliki oleh PepsiCo.

Produk Cheetos pertama yang dirilis adalah Crunchy Cheetos. Kemudian, pada tahun 1971 barulah muncul produk Cheetos lainnya yakni Cheetos Puffs. Dari berbagai varian rasa yang dikeluarkan Cheetos, beberapa di antaranya jadi begitu populer. Salah satunya rasa Flamin Hot Cheetos yang sukses besar sejak pertama kali dirilis pada awal 1990-an lalu.

Kini, Cheetos punya sekitar 35 pilihan rasa. Di Indonesia, hanya ada 5 varian rasa yaitu Cheetos Net BBQ Flavor, Grilled Chicken Flavor, Roast Corn Flavor, Cheetos Puffs Cheddar Cheese Flavor, dan Cheetos Puffs BBQ Steak Flavor.

 

 

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.