• Wed, 1 December 2021

Breaking News :

Kopi Kenangan Tetap Raup Cuan Di Tengah Pandemi, Begini Strateginya

JEDA.ID-Tak sedikit usaha kuliner memilih menutup gerai lantaran sepi pembeli di masa pandemi ini. Namun ada pula sejumlah usaha kuliner justru meraup cuan di masa pandemi dengan strategi yang tepat.

Salah satu usaha kuliner yang justru meraup cuan di masa pandemi adalah Kopi Kenangan. Lalu apa strategi Kopi Kenangan bisa meraup cuan di masa pandemi? Simak ulasannya di tips keuangan dan kisah inspiratif ini, siapa tahu bisa menjadi inspirasi Anda pemilik usaha kuliner meraup cuan di tengah pandemi.

CEO dan Co Founder dari Kopi Kenangan, Edward Tirtanata membeberkan strateginya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi ovid-19. Kiat utama yang diterapkan perusahaannya adalah mencari ke mana para pelanggan berada selama diberlakukannya work from home (WFH) selama pandemi.

Baca Juga: Tesla Model S dan X Adopsi Kemudi Pesawat Terbang Timbulkan Kehebohan

“Beberapa hal yang kita lakukan untuk memastikan bahwa kita bisa survive di masa pandemi COVID-19 itu nomor 1 adalah mencari ke mana customer kita karena dengan menghilangnya revenue, artinya customer kita tidak ke mal-mal atau ke office yang sebelumnya mereka pergi ke sana,” ujar Edward dalam seminar daring yang diadakan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI)  seperti dikutip dari detikcom, Rabu (27/1/2021).

Salah satu cara yang diterapkan Edward dalam melacak pelanggannya adalah lewat aplikasi pemesanan Kopi Kenangan itu sendiri. Dari data pesanan yang terlacak di aplikasi tersebut terlihatlah daerah mana saja yang potensial untuk menarik lebih banyak pelanggan

“Melalui aplikasi kami membuat sebuah hit map, kami jadi mencari tahu customer kami  itu ke mana, dan setelah kami melihat data tersebut kita menyadari bahwa customer kami bukan hilang tapi customer kami mungkin dulu rumahnya di BSD lalu pergi ke kantor di SCBD sekarang jadi di BSD saja, begitu juga dengan daerah-daerah perumahan yang lain seperti Rawamangun, Depok dan sebagainya,” katanya.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah Dinar dan Dirham

Dengan data tadi, Edward dan timnya nekat membuka lebih banyak toko hingga lebih dari 200 toko di daerah-daerah potensial tadi meski masih dalam kondisi rugi akibat pandemi.

“Dari data yang kami lihat tersebut makanya kami menyadari bahwa strategi kami itu bukannya tutup toko tapi kita mempunyai tanggung jawab kepada tim member dari Kopi Kenangan supaya bisnis itu bisa continue as usual. Dari situlah kami decide untuk menggunakan data tersebut untuk membuka toko menggunakan hit map kami,” paparnya.

Strategi itu ternyata membuahkan hasil, pelanggan yang mengunduh aplikasinya naik hingga 200% dan cashflow pun meningkat.

“Alhasil dengan strategi yang kami lakukan ini berhasil untuk memberikan cashflow lebih kepada perusahaan karena tentunya toko-toko yang ada di mal dan office itu cashflow hampir tidak ada bahkan mungkin rugi,” ungkapnya.
Selain itu, Kopi Kenangan juga komitmen menjaga kualitas dan porsi buat pelanggan. Tidak ada yang dikurangi bahkan selama merugi.

“Tentunya kita tetap berkomitmen untuk menggunakan bahan baku kita yang high quality kami tidak menurunkan kualitas kami, kami tidak menurunkan porsi kami, tetap berkomitmen memberikan yang sama kepada customer meskipun perusahaan sedang dalam masa sulit,” tuturnya.

Terakhir, beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan. Salah satu contoh adaptasi yang diterapkan adalah menyediakan kopi yang dikemas di botol berukuran 1 liter untuk di konsumsi beberapa hari.

Baca Juga: Awas! 10 Makanan Enak Ini Bisa Mengandung Zat Berbahaya

“Kami juga beradaptasi dengan memberikan serving size yang 1 liter karena kami menyadari bahwa kalau orang tidak ke office, tentunya dia di rumah, apabila dia harus melakukan online delivery order setiap hari ongkirnya kan jadi mahal ya, makanya kami memberikan paket-paket seperti 1 liter di mana orang bisa keep kopi tersebut 2 sampai 3 hari ke depan,” terangnya.

Kopi Kenangan baru saja mendapatkan pendanaan terbaru senilai US$ 109 juta atau setara Rp 1,635 triliun (kurs Rp 15.000/US$). Pendanaan terbaru ini masuk ke dalam pembiayaan Seri B yang dipimpin oleh Sequoia Capital India.

Investor lain yang ikut dalam pendanaan Seri B ini di antaranya B Capital, Horizon Venture, Verlinvest, Kunlun, dan Sofina serta investor pendanaan awal Kopi Kenangan yang kembali ikut serta dalam pendanaan seri B yaitu Alpha JWC.

Dalam pembiayaan terbaru ini, nama orang terkaya di Hong Kong, Li Ka Shing yang ikut menanamkan uangnya di Kopi Kenangan melalui Horizon Venture. Ada juga nama salah satu pendiri Facebook Eduardo Saverin. Eduardo yang masuk melalui perusahaan investasinya yakni B Capital.
Eduardo akan bergabung sebagai salah satu Dewan Direksi, membawa kepemimpinannya yang serba bisa dan transformasional kepada tim Kopi Kenangan.

“Saya menantikan kerja sama dengan Kopi Kenangan untuk membangun brand global yang merayakan cita rasa Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Eduardo dalam rilis resmi seperti dikutip dari detikcom, Selasa (12/5/2020).

Edward Tirtanata menyampaikan bahwa pendanaan ini rencananya akan dipakai untuk memperkuat operasi ritel minuman ini di Indonesia, meluncurkan produk baru, berinvestasi dalam teknologi agar dapat melayani pelanggan dengan lebih baik, serta berbagai upaya untuk melindungi karyawan di tengah pandemi Covid-19.

“Kesejahteraan karyawan adalah prioritas dan kami berinvestasi dalam keselamatan mereka dengan meningkatkan manfaat kesehatan serta memberikan lebih banyak pelatihan untuk membantu mereka mengatasi perubahan besar ini,” katanya.

Baca Juga: Benarkah Anal Swab Lebih Akurat Deteksi Covid-19?

Kopi Kenangan saat ini memiliki 3.000 karyawan dan harapannya dapat memberikan lebih banyak lapangan pekerjaan di kota dan kabupaten di Indonesia seiring pembukaan toko baru.

Kopi Kenangan juga berkomitmen untuk membantu para pengusaha F&B lokal dengan teknologi, investasi, dan bimbingan melalui program akselerator untuk industri makanan, Digitarasa.

Terdapat juga akademi pelatihan baru untuk barista dan pekerja di sektor F&B agar dapat melatih diri mereka lagi dalam menghadapi lanskap yang sedang berubah-ubah.

Saat ini, Kopi Kenangan mengoperasikan 324 toko di berbagai wilayah Indonesia dan menjangkau lebih dari satu juta pelanggan melalui aplikasi selulernya yang baru-baru ini menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh dan berperingkat tertinggi dalam kategori makanan dan minuman (F&B) di Indonesia. Kopi Kenangan mengestimasikan untuk membuka sampai 500 toko pada akhir 2020.

Baca Juga: Negara-Negara Ini Memiliki Biaya Hidup Termurah Di Dunia

Untuk diketahui, pendanaan baru ini mengikuti pendanaan Seri A Kopi Kenangan senilai US$20 juta pada Juni 2019 yang dipimpin oleh Sequoia Capital dan pendanaan awal pada 2018 yang dipimpin oleh investor lokal Alpha JWC.

Pada bulan Desember 2019, Kopi Kenangan juga mengumumkan perluasan pendanaan Seri A dengan investasi tambahan dari antara lain Arrive, perusahaan Roc Nation, Serena Ventures, pemain basket ternama Caris LeVert, dan CEO & Co-Founder Sweetgreen Jonathan Neman.

Ditulis oleh :

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.