Tutup Iklan

Awas! 10 Makanan Enak Ini Bisa Mengandung Zat Berbahaya

Karena itu penting selalu memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

JEDA.ID-Makanan yang enak belum tentu menyehatkan. Beberapa makanan ternyata mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

Simak ulasan selengkapnya di info sehat dan info kesehatan kali ini. Makanan menjadi penting fungsinya sebagai sumber asupan nutrisi bagi tubuh. Karena itu penting selalu memperhatikan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Bukan sekedar enak saja.

Makanan memang mengandung banyak nutrisi, vitamin dan mineral yang akan bermanfaat bagi tubuh. Tetapi sebagian besar makanan juga mengandung bahan berbahaya yang jika tertelan atau dikonsumsi dalam jumlah banyak dan terus menerus.

Baca Juga: Benarkah Cuka Putih Bisa Membunuh Virus Corona? Cek Faktanya

Bahkan bahan berbahaya ini banyak ditemui dalam makanan yang sering ada dalam asupan sehari-hari. Sebisa mungkin hindari konsumsi berlebihan beberapa bahan ini untuk meminimalkan bahan berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Berikut ini 10 makanan enak yang mengandung zat berbahaya, dilansir dari MSN Lifestyle dan dikutip dari detikcom pada Minggu (31/1/2021):

1. Biji Pala

Rempah yang satu ini menjadi sangat familiar di Indonesia. Dalam banyak jenis masakan, rempah ini sering kali digunakan sebagai bumbu sup hingga kue.

Ternyata penggunaan biji pala dalam jumlah banyak dapat menyebabkan keracunan akibat kandungan myristicin yang ada di dalamnya. Gejala yang muncul akan berupa sakit kepala, mual, pusing bahkan halusinasi.

2. Salmon Penangkaran

Banyak pro dan kontra yang terkait dengan salmon yang ditangkap dari penangkaran tentang manfaat kesehatannya. Secara umum, semua ikan pasti memiliki minyak ikan yang mengandung lemak omega 3 yang menyehatkan.

Baca Juga: Ini Beda Sariawan Pada Covid-19, Tidak Perlu Panik Duluan!

Tetapi, salmon yang dibesarkan di penangkaran terbukti mengandung racun yang serupa dengan yang ditemui pada makanan cepat saji menurut Organic Consumers Association. Salmon jenis ini sebenarnya mengandung minyak ikan yang lebih banyak dibandingkan salmon liar. Sayangnya pada salmon ini juga ditemukan kandungan yang membahayakan jantung.

3. Cabai

Di Indonesia sendiri, pedas sudah menjadi bagian dalam setiap makanan. Bahkan beberapa orang bisa mengatakan semakin pedas makanan maka semakin enak.

Saat kamu makan pedas, kamu akan merasakan sensasi pedas seperti mulut terbakar. Ini yang berbahaya. Pada beberapa kasus bahkan cabai dapat menyebabkan nyeri perut, kram, diare bahkan akan lebih parah pada mereka yang memiliki sindrom iritasi usus

4. Sushi

Masalah kesehatan yang disebabkan oleh konsumsi sushi memang sangat jarang kecuali kamu memang memiliki alergi pada beberapa bahan makanan yang digunakan. Nyatanya, sushi mengandung bahan berbahaya tersembunyi yang jarang diketahui.

Baca Juga: Seperti Apa Peluang Karier Industri Gaming 2021? Simak Ulasannya!

Banyak jenis sushi yang menggunakan ikan mentah yang masih segar dalam bahan dasarnya. Ikan mentah ini yang kemudian dilaporkan menyebabkan beberapa kasus infeksi akibat cacing dari makanan yang masih mentah.

5. Tiram

Pada hidangan barat, tiram segar menjadi santapan paling enak. Untuk menyantapnya cukup tambahkan perasan jeruk lemon untuk menghilangkan rasa amisnya. Kemudian lahap tiram dalam sekali suapan.

Sayangnya, cara ini ternyata dapat membawa bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit seperti diare, kram, mual, muntah bahkan demam. Bahkan kasus yang paling fatal adalah kematian yang telah memakan 100 korban.

6. Kacang

Alergi kacang menjadi alergi yang bisa dikatakan paling umum yang dimiliki oleh banyak orang. Menurut data spesifiknya bahkan ditemukan 200 orang memiliki alergi kacang dalam sebuah populasi masyarakat.

Bagi mereka yang alergi kacang, sedikit konsumsi kacang saja dapat menyebabkan tenggorokan susah menelan hingga kesulitan bernapas. Maka jika kamu salah satu yang memiliki alergi tersebut selalu berhati-hati dan perhatikan secara rinci bahan apa saja yang ada di dalam makanan yang akan dikonsumsi.

7. Ayam

Ayam menjadi unggas yang umum dikonsumsi di seluruh dunia. Tetapi ternyata konsumsi ayam tidak sesehat apa yang selama ini kita bayangkan.

Baca Juga: Mengenal Garam Abu yang Segera Hilang dari Papua

Ayam yang tidak diolah secara baik dapat membawa kontaminasi dan menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Daging ayam mentah bahkan mengandung salmonella dan campylobacter yang dapat menyebabkan gejala seperti flu, mual dan muntah. Maka pastikan ayam yang kamu masak benar-benar matang dan dimasak minimal pada suhu 80 derajat C.

8. Telur

Hindari memakan telur mentah atau telur setengah matang (ilustrasi Freepik)

Hindari memakan telur mentah atau telur setengah matang (ilustrasi Freepik)

Telur menjadi salah satu bahan makanan yang mudah diolah dan dikombinasikan dalam berbagai hidangan. Telur yang paling sering dikonsumsi masyarakat luas ini ternyata dapat berisiko pada kesehatan.

Baca Juga: Negara-Negara Ini Memiliki Biaya Hidup Termurah Di Dunia

Telur mengandung salmonella dan jika dicampurkan dalam keadaan mentah pada bahan makanan lainnya maka bakteri tersebut akan mudah menyebar. Meminimalkan konsumsi telur mentah seperti telur rebus setengah matang, saus hollandaise pada salad dan ganti dengan telur yang sudah dipasteurisasi.

9. Tuna

Menurut BPOM, tuna dan beberapa ikan dengan daging berwarna gelap dapat melepas racun yang disebut scombrotoxin pada temperatur 15 C. Racun in hanya bisa hilang ketika bahan tersebut dimasak, dikalengkan atau dibekukan.

Gejala kontaminasi yang timbul akan serupa dengan keracunan dan alergi makanan. Misalnya gatal pada bagian mulut, tekanan darah yang menurun drastis, pusing dan gatal yang mungkin akan diikuti dengan muntah, diare, permasalahan pada pernapasan dan jantung.

10. Nasi

Nasi menjadi salah satu makanan pokok di dunia dan bagi sebagian besar orang Asia. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa ternyata nasi mengandung arsenik yang cukup tinggi.

Arsenik ini menjadi racun penyebab kanker yang datang dari tanah dan tanaman lainnya. Nasi dapat mengandung bakteri yang beracun dan tidak aman jika dibiarkan pada suhu ruang dan tidak dipanaskan secara benar.

 

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.