Menyingkap Sosok Sukanto Tanoto, Yang Dikabarkan Beli Gedung di Jerman

Kekayaannya itu membuat Sukanto menempati urutan ke-22 sebagai orang terkaya di Indonesia pada 2019-2020 dan berada di urutan ke-1.730 di daftar miliarder dunia.

JEDA.ID-Ramai diberitakan grup dari keluarga Sukanto Tanoto membeli sebuah Gedung Ludwigstrasse 21 di Muenchen, Jerman. Gedung empat lantai itu, yang sekarang menjadi kantor pusat perusahaan asuransi Allianz di kawasan prestisius Ludwigstrasse, menurut dokumen OpenLux dibeli seharga 350 juta euro atau sekitar Rp6 triliun.

Anaknya juga punya satu dari tiga gedung mewah rancangan arsitek kondang Frank O. Gehry di kota pusat perekonomian Dsseldorf, ibukota negara bagian Nordrhein Westafalen. Lalu, siapa itu Sukanto Tanoto dan bagaimana ia dan keluarganya bisa membeli gedung semahal itu di Jerman?Siapakah Sukanto Tanoto, simak ulasannya di kisah inspiratif kali ini. Siapa tahu perjalanan suksesnya bisa menjadi inspirasi kita semua.

Dikutip dari detikcom, Sabtu (13/2/2021), Sukanto Tanoto merupakan pengusaha asal Belawan, Medan. Ia memulai bisnisnya pada tahun 1967 di bidang pemasok suku cadang dan pengusaha di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak.

Pria yang lahir pada 1949 ini menikah dengan Tinah Bingei. Dari pernikahannya, Sukanto Tanoto dikaruniai empat orang anak, yaitu Andre Tanoto, Imelda Tanoto, Belinda Tanoto, dan Anderson Tanoto.

Baca Juga: TikTok Cash Diblokir, Ini Modus Penipuan yang Dilakukannya

Pada 1973, Sukanto Tanoto mulai mendirikan Royal Golden Eagle (RGE) yang bergerak di bidang kayu lapis, pulp dan kertas, minyak kelapa sawit, hingga pengembangan sumber daya energi. Perusahaan ini kini berkantor pusat di Singapura.

Berdasarkan data Forbes Oktober 2020, kekayaan Sukanto tercatat mencapai US$1,6 miliar atau setara dengan Rp 23,5 triliun. Jumlah tersebut membuat Sukanto menempati urutan ke-22 sebagai orang terkaya di Indonesia pada 2019. Pada 2014 ia juga pernah menjadi orang terkaya di Singapura dengan kekayaan mencapai Rp 27,6 triliun.

Sukanto Tanoto juga aktif dalam kehidupan sosial. Terbukti ia mendirikan organisasi filantropi bernama Tanoto Foundation. Ia mendirikan organisasi itu bersama sang istri pada tahun 1981 untuk bidang pendidikan.

Berapa sih kekayaan Sukanto Tanoto?

Mengutip Forbes, Sabtu (13/2/2021), kekayaan Sukanto tercatat mencapai US$ 1,4 miliar atau setara Rp 19,6 triliun (kurs Rp 14.000/US$) per 12 Februari 2021. Tahun lalu, kekayaan Sukanto sempat mencapai US$ 1,6 miliar.
Jumlah itu membuat Sukanto menempati urutan ke-22 sebagai orang terkaya di Indonesia pada 2019-2020 dan berada di urutan ke-1.730 di daftar miliarder dunia.

Kekayaannya itu berasal dari berbagai bisnis yang ia miliki. Ia memulai bisnisnya pada tahun 1967 di bidang pemasok suku cadang dan pengusaha di bidang jasa konstruksi untuk industri minyak.

Pada 1973, Sukanto Tanoto mulai mendirikan Royal Golden Eagle (RGE) yang bergerak di bidang kayu lapis, pulp dan kertas, minyak kelapa sawit, hingga pengembangan sumber daya energi.

Sementara itu, pembelian gedung tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan kelompok usaha yang dikelola oleh Royal Golden Eagle (RGE) Indonesia.

Baca Juga: Waspada! 90% HP Bekas Masih Simpan Data Sensitif

“Terkait pemberitaan di sejumlah media tentang Pembelian Gedung Ludwigstrasse 21 di Muenchen, Jerman, kami dapat sampaikan bahwa kelompok usaha yang dikelola Royal Golden Eagle [RGE] Indonesia tidak ada kaitannya dengan pembelian gedung tersebut,” kata Head Corporate Communications RGE Indonesia, Ignatius Purnomo, dalam keterangan tertulis, Kamis (11/2/2021).

Ignatius menjelaskan pembelian gedung tersebut merupakan kegiatan investasi keluarga Bapak Sukanto Tanoto. Kegiatan itu disebutnya telah dilakukan secara profesional dan telah memenuhi persyaratan serta prosedur yang berlaku di negara tersebut, serta sesuai dengan best practices internasional.

“Perlu kami tegaskan bahwa kelompok usaha yang dikelola oleh RGE tidak hanya menjalankan kegiatan operasional di Indonesia , namun juga di beberapa negara, antara lain China, Brasil, dan Kanada,” ujarnya terkait pemberitaan Sukanto Tanoto.

 

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.