Misteri Meninggalnya Pegawai Facebook dan Tingkat Stres Beragam Pekerjaan

Tingkat stres setiap individu berbeda-beda tergantung banyak faktor, seperti pekerjaan. Bila tidak dikendalikan stres akan berdampak negatif.

JEDA.ID— Tingkat stres setiap individu berbeda-beda tergantung banyak faktor, salah satunya latar belakang pekerjaan.

Seperti dilansir hellosehat, stres adalah sebuah tekanan psikologis dan fisik yang bereaksi ketika menghadapi situasi yang dianggap berbahaya. Dengan kata lain, stress merupakan cara tubuh Anda menanggapi jenis tuntutan, ancaman, atau tekanan apa pun.

Ketika merasa terancam, sistem saraf Anda merespon dengan melepaskan aliran hormon stres, antara lain hormon adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini dapat memunculkan suatu reaksi pada tubuh Anda, antara lain jantung berdebar cepat, otot tubuh menjadi tegang, tekanan darah meningkat, dan bahkan napas jadi lebih cepat.

Stres memang sering membahayakan bila dibiarkan. Seseorang yang pintar sekalipun bisa berbuat nekat bila tidak bisa mengendalikan stres. Seperti yang dilakukan Qin Chen, pegawai Facebook, yang diduga bunuh diri di kantor pusat perusahaan itu pada 19 September lalu. Apa penyebabnya disebut masih misterius sehingga keluarganya protes. Bahkan pegawai Facebook sahabat Chen malah dipecat karena ingin tahu soal kasus tersebut.

Dilansir dari CNBC, Yi Yin yang adalah software engineer Facebook mengaku dipecat karena berpartisipasi dalam aksi protes untuk meminta keadilan atas kasus Chen dan juga berbicara pada media. “Kita membutuhkan kebenaran. Kita perlu investigasi yang adil soal apa yang sebenarnya terjadi,” cetus Yin.

Yin mengaku bicara pada media karena ia mendengar rumor bahwa Chen mungkin adalah pegawai asing dengan visa H-1B dan khawatir soal masa depannya setelah mendapat nilai buruk dari bos. Chan bekerja di divisi yang penuh tekanan dan ada kabar bahwa ia juga kena bully dari sang bos.

Yin menambahkan bukan hanya dirinya pegawai Facebook yang ikut protes. Tapi kemudian ia mendapat surat peringatan dari HRD Facebook untuk tidak mendiskusikan soal kematian Chen pada pihak di luar perusahaan dengan alasan menghormati keluarga Chen.

Pihak Facebook sendiri membantah kisah Yin. “Karyawan ini [Yin] tidak dipecat karena bergabung dengan protes atau membicarakan tragedi terkini di kantor kami. Dia di sini selama beberapa minggu dan melanggar beberapa peraturan,” ujar Facebook.

Pilihan Pekerjaan

Bagi sebagian besar orang memiliki pekerjaan tetap merupakan salah satu impia. Tapi ada baiknya mempertimbangkan matang-matang untuk memilih pekerjaan yang paling tepat dan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita.

Sejumlah hal perlu dipertimbangkan bila ingin mencari pekerjaan, seperti gaji, lingkungan kerja, risiko, jarak, dan termasuk potensi tingkat stres dalam pekerjaan tersebut. Berikut delapan pekerjaan di Indonesia dengan tingkat stres yang tinggi seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Wartawan

Sejak dulu, profesi wartawan di negeri ini memang identik dengan stres tinggi. Ditambah lagi, jam kerjanya bisa 24 jam. Reporter dituntut harus siap kapan pun ada tugas liputan memanggil. Belum lagi ada jatah piket pada hari-hari tertentu.

Namun profesi ini bukan berarti sepi peminat. Wartawan yang tugasnya dilindungi undang-undang banyak diminati mereka yang suka tantangan dan petualangan. Karena, meskipun stres tergolong tinggi, para wartawan banyak mendapat keuntungan mulai dari pengalaman, relasi hingga kesempatan bertugas ke luar negeri.

2. Sopir taksi konvensional

Sejak munculnya taksi online, tak sedikit sopir taksi konvensional yang kelimpungan. Mereka kesulitan mencari penumpang lantaran masyarakat lebih memilih taksi online yang ongkosnya lebih murah dan kondisi mobilnya pun jauh lebih bagus. Tak heran kalau ini jadi salah satu pekerjaan di Indonesia dengan tingkat stres yang tinggi. Stres karena tidak dapat penumpang, stres juga bayar setoran.

3. Petugas keamanan

Mereka yang bekerja sebagai petugas keamanan tentu dituntut memiliki kesehatan jasmani yang baik. Selain fisiknya kuat, mentalnya pun harus kuat. Umumnya para petugas keamanan bekerja di bawah perusahaan outsourcing. Tidak mudah menjadi petugas keamanan. Selain harus kerja shift, pekerjaan itu juga berisiko tinggi untuk keselamatannya sendiri.

4. Salesman

Di satu sisi, salesman bisa jadi profesi yang menjanjikan di masa depan. Tapi di sisi lain, profesi ini juga bisa digolongkan sebagai profesi dengan tekanan dan stres tinggi. Salesman adalah ujung tombak pemasukan dari sebuah perusahaan dengan imbalan dapat insentif alias bonus kalau penjualannya mencapai target.

Kesuksesan mereka sebenarnya kembali lagi kepada apa yang mereka jual. Bila produknya diminati masyarakat, tentu jualannya mudah dan tingkat stres tidak akan tinggi. Tapi bila kenyataannya adalah sebaliknya, maka wajar kalau mereka stres.

5. Pelayan restoran

Pelayan restoran juga termasuk pekerjaan di Indonesia yang masuk kategori ini. Mereka harus tetap senyum dan melayani pelanggan dalam keadaan apapun. Tak peduli mood sedang jelek atau bagus, harus tetap senyum.
Bila pelanggan kecewa dengan penyajian makanan atau pelayanan di restoran tersebut, sudah pasti yang kena semprot pertama kali adalah pelayannya. Makanya seseorang yang tidak kuat mental, sudah pasti tidak bisa jadi pelayan restoran.

6. Guru SMP & SMA

Beban seorang guru SMP dan SMA memang lebih besar. Mereka harus bertindak layaknya wali bagi anak-anak baru gede alias ABG. Remaja ini sedang dalam masa transisi dari anak-anak menuju remaja. Pasti ada-ada saja kelakuannya.Ketika gurunya bertindak keras, murid pun bisa protes dan mengadu ke orangtuanya. Tapi jika lembek, muridnya makin ngelunjak dan malas-malasan belajar. Itulah sebabnya guru SMP dan SMA mudah stres.

7. Customer service

Kelihatannya memang sepele, hanya menelepon pelanggan saja. Tapi tahukah Anda jam kerja para customer service? Tak sedikit perusahaan yang memberlakukan jam kerja ekstra ketat ke tim customer service. Mau istirahat saja kadang mereka susah. Selain jam kerja padat, kadang pelanggan juga sering mengeluh dan mengomel kepada mereka. Tanpa banyak alasan mereka harus tetap harus sabar menghadapi cacian dan kritik pelanggan. Beberapa customer care bekerja di perusahaan outsource layaknya petugas keamanan, tapi ada juga yang jadi pegawai tetap di perusahaan swasta.

8. Petugas kebersihan

Setiap hari harus berjibaku dengan debu, sampah, dan kotoran. Tidak ada ceritanya petugas kebersihan jijik sama sampah. Mereka juga dituntut kerja perfeksionis dalam hal kebersihan. Sebab, jika ada keluhan soal ruangan yang kotor, mereka pasti kena tegur.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.