Mengenal TB Usus, Infeksi yang Diidap Ustaz Maaher Sebelum Meninggal

Pada kasus TB usus akut, penanganan mungkin membutuhkan operasi pembuatan kantong untuk membantu fungsi usus yang rapuh.

JEDA.ID-Soni Ernata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia pada Senin (8/2/2021). Sang istri, Iqlima Ayu, mengungkap Ustaz Maaher sempat berobat karena infeksi TB usus.

Asisten Ustaz Maaher, Djuju Purwanto, sempat menyinggung adanya riwayat luka usus. Ustaz Maaher sempat dirawat di RS Polri karenanya, dan sempat minta pindah untuk dirawat di RS UMMI Bogor.

Ustaz Maaher meninggal di Rutan Bareskrim Pori pada pukul 19.45 WIB. Jenazah disemayamkan dahulu di kediamannya di Pondok Gede Bekasi sebelum dimakamkan di Darul Quran, Tangerang. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja. Jadi yuk mengenal lebih jauh TB usus di info kesehatan kali ini.

Apa itu TB Usus?

TB usus bisa saja terjadi sekali pun Mycobacterium tuberculosis penyebab TB atau tuberkulosis umumnya terjadi di sistem pernapasan, khususnya paru-paru. Namun dalam banyak kasus, infeksi menyebar ke organ lain mulai dari otak (meningitis TB), tulang (TB tulang), hingga payudara (mastitis TB).

Baca Juga: Lecet di Selangkangan Saat Bersepeda, Begini Cara Mengatasinya

Infeksi TB di luar paru-paru dikenal sebagai extra pulmonary TB, yang angka kejadiannya sekitar 20 persen dari kasus TB secara umum. Dari angka tersebut, 10 persen di antaranya terjadi di abdominal atau perut yang antara lain mencakup usus.

Ada berbagai cara infeksi TB bisa sampai ke perut, di antaranya:
1. Masuk bersama makanan dan susu yang terkontaminasi
2. Menyebar dari organ lain melalui darah maupun kelenjar getah bening
3. Lewat cairan paru yang masuk ke perut

Dikutip dari Healthline dan detikcom, Selasa (9/2/2021),  berikut ini gejala infeksinya:

– Nyeri perut
– Nafsu makan berkurang
– Berat badan turun
– Diare atau konstipasi
– Mual-muntah
– Terasa ada massa di dalam perut.

Baca Juga: Waspada, Ini Kelompok Usia Penyebar Virus Corona Terbanyak

Termasuk juga TB usus, berbagai infeksi TB yang bisa terjadi di area perut antara lain sebagai berikut:

– TB esofagus (0,2 hingga 1 persen)
– TB lambung (0,4 hingga 2 persen)
– TB usus duabelas jari atau duodenum (2 hingga 2,5 persen)
– TB jejunum dan ileum (64 persen)

Pengobatan TB Usus

Bisakah infeksi ini diobati dan pasien sembuh total? Konsultan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menjelaskan, secara umum TB membutuhkan penanganan tepat dan cepat. Pasalnya, pengobatan yang terlambat tak jarang menimbulkan komplikasi lebih besar.

“Kalau tidak ditangani dengan baik atau kadang-kadang terdeteksinya terlambat. Artinya, pasien mencret-mencret taunya TB usus. Sering pasien datang terlambat ke rumah sakit,” terang Prof Ari saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2/2021).

Penanganan TB usus menggunakan jenis obat anti TBC, sama dengan TB paru-paru. Yang membedakan, pengobatan untuk TB ekstra paru membutuhkan waktu lebih lama daripada TB paru-paru. Pengobatan TB paru umumnya membutuhkan waktu 6 bulan, sementara TB usus membutuhkan waktu sekitar 9 bulan.

Ari menambahkan, proses pengobatan dengan antibiotik tidak boleh terputus. Meski dosis pengobatan mungkin menurun dalam hitungan bulan, pengobatan berlangsung disiplin agar tubuh tidak menjadi resistan terhadap obat.

“Sudah mulai terdeteksi kasus-kasus di Indonesia itu yang multidrug resistant. Artinya, pakai obat dia kebal, karena tadi dia minum obatnya putus-putus. Memang harus diwanti-wanti. Ketika dia terdiagnosis TB, itu minum obatnya nggak boleh putus,” imbuhnya.

Baca Juga: 8 Arti Mimpi Buang Air Besar, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk

Pada kasus TB usus akut, penanganan mungkin membutuhkan operasi pembuatan kantong untuk membantu fungsi usus yang rapuh, atau usus mengalami penyempitan.

Akan tetapi, pengobatan TB usus tetap memerlukan obat antibiotik yang wajib dikonsumsi secara teratur. Dengan pengobatan tepat, tak sedikit pasien TB usus bisa sembuh selama tidak memiliki riwayat penyakit penyerta.

“Banyak pasien saya sembuh. Prinsipnya kalau pasiennya kontrol teratur, Insya Allah sembuh.Tapi, tentu kondisinya pada saat masuk itu sudah tidak ada penyakit-penyakit lain penyerta,” pungkas Prof Ari.

Penularan TB Usus

Apakah penyakit ini bisa menular kepada orang lain? MenurutAri penyakit ini tetap berpotensi menular seperti halnya TB paru-paru, yaitu lewat droplet atau percikan saat batuk dan bersin.

“Kumannya tetap melalui droplet. Jadi reseptor pertama kuman itu adanya di paru-paru. Masuk ke paru nanti baru dia yang kita bilang sistemik itu [menginfeksi organ lain],” jelas Prof Ari.

Baca Juga: Harus Karantina di RS? Ini Daftar Barang yang Harus Dipersiapkan

“Jadi tetap lewat droplet,” tegasnya.

Prof Ari menjelaskan pada prinsipnya bakteri penyebab TB menyebar ke organ lain dari paru-paru lewat darah dan kelenjar getah bening. Artinya TB usus tidak bisa bisa menular langsung ke orang lain lewat paparan darah atau cairan tubuh dalam pasien tersebut.

“Nggak bisa dia langsung nularin TB-nya itu, dia musti lewat jalur paru-paru dulu. Lewat droplet, tapi dia menularnya lagi ke dalam tubuh melalui darah dan limfatik itu,” tuturnya.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.