Waspada, Ini Kelompok Usia Penyebar Virus Corona Terbanyak

Lebih dari setengah kasus Covid-19 persebaran 59 persen berasal dari orang tanpa gejala dan gejala ringan.

JEDA.ID-Waspadai ada kelompok usia tertentu sebagai penyebar Corona terbanyak.  Lalu kelompok usia apa sajakah yang menjadi penyebar Corona terbanyak?

Info sehat kali ini mengupas soal kelompok usia sebagai penyebar Corona terbanyak, simak ulasannya. Jika kita mengetahui kelompok usia penyebar Corona terbanyak niscaya kita bisa menghindari terpapar lama oleh kelompk usia ini. Atau, jika kita merupakan orang dalam kelompok usia penyebar Corona terbanyak ini, kita harus lebih berdisiplin diri menerapkan protokol kesehatan. Berdasarkan penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dewasa dengan usia 20 tahun hingga 49 tahun menjadi penyebar virus corona (Covid-19) terbanyak.

Adapun orang dewasa yang dilaporkan menjadi satu-satunya kelompok yang menyebarkan penularan virus corona. Hal tersebut disimpulkan setelah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Imperial College London menggunakan data ponsel lebih dari 10 juta orang di AS.

Baca Juga: RI Jadi Pasar Potensial Bisnis Pesan Antar Makanan, Kok Bisa?

Temuan tersebut mengungkapkan bahwa orang dewasa antara 20-49 tahun bertanggung jawab atas peningkatan kasus Covid-19. Sebab, dari 100 kasus, sekitar 65 kasus infeksi berasal dari kelompok usia ini. Anak-anak dan remaja bertanggung jawab atas penyebaran virus yang minimal.

Mengutip Times of India, Senin (8/2/2021), temuan baru-baru ini, para peneliti menyimpulkan bahwa tindakan pencegahan ekstra diperlukan di kalangan orang dewasa. Mereka yang termasuk kelompok usia 20 hingga 49 harus ekstra hati-hati dan harus rajin mengikuti protokol kesehatan.

Kelompok usia yang aktif menjadi penyebar virus corona harus menjaga jarak sosial, menggunakan masker dan mengikuti etika kebersihan untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dari virus yang menular.

Mengutip penelitian lain yang diterbitkan di JAMA Network, lebih dari setengah kasus Covid-19 persebaran 59 persen berasal dari orang tanpa gejala dan gejala ringan.

Baca Juga: Lecet di Selangkangan Saat Bersepeda, Begini Cara Mengatasinya

Mengutip dari Times of India dan Bisnis.com, Jumat (5/2/2021), sakit kepala, nyeri otot dan nyeri pada punggung bisa menjadi ciri-ciri terinfeksi virus Corona. Ciri-ciri tersebut adalah gejala yang paling sering dilaporkan.

Selain itu, infeksi virus corona juga menyebabkan nyeri dan peradangan di beberapa bagian tubuh. Bagi banyak orang yang merasakan nyeri sendi kronis mungkin merupakan satu-satunya tanda infeksi dan berlangsung lama. Ini juga merupakan gejala umum yang terkait dengan sindrom pasca Covid-19.

Diare, mual, dan kram perut terlihat ketika virus corona mulai menyebar di saluran pencernaan. Sebenarnya, ini menjadi gejala yang kurang umum terkait dengan virus corona, itu dinilai sebagai tanda bentuk infeksi yang parah.
Apakah gejala utama dari orang yang terinfeksi virus corona?

Ada orang-orang yang tidak bisa merasakan aroma makanan dan mengecap rasa makanan saat di dalam mulut. Ini menjadi ciri utama yang sering terjadi pada orang-orang yang terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Tanda Tangan Digital Makin Penting, Ini Alasannya

Sebenarnya, banyak kasus virus corona yang dilaporkan tidak bergejala. Ada juga gejala Covid-19 yang disebutkan di atas tidak lengkap. Ada juga beberapa tanda dan gejala yang jarang dilaporkan orang. Gejala seperti pusing, kebingungan, mengigau, kram perut, kabut otak dan alergi kulit.

Kekhawatiran lain yang muncul adalah terkait long Covid atau gejala panjang Covid-19 menjadi kekhawatiran baru para penyintas penyakit menular yang satu ini.

Pasalnya, long covid-19 disebutkan bisa bertahan dalam hitungan bulan, sehingga mereka yang terkena bisa merasakan gejala covid-19 dalam jangka panjang.

Lantas siapa saja sebenarnya yang berisiko alami long covid ini?

Berdasarkan data dari ONS.Gov.uk disebutkan jika long covid lebih banyak dialami perempuan yakni sebanyak 23 persen perempuan dan pria sebanyak 20,7 persen dari 9.038 pasien yang diteliti.

Sementara itu, berdasarkan usia yang paling sering mengalami long covid ini adalah mereka yang berusia 35-49 tahun dengan prosentase sebanyak 26,8 persen, kemudian usia 50-69 tahun sebesar 26,1 persen, dan 25-34 tahun sebesar 24,9 persen.

Selanjutnya usia lebih dari 70 tahun sebesar 18 persen, usia 17-24 tahun sebesar 17,1 persen, 12-16 tahun sebesar 14,5 persen, 2-11 tahun sebesar 12,9 persen.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.