• Fri, 22 October 2021

Breaking News :

Ahli Ungkap Dua Kunci Agar Pandemi Covid-19 Bisa Jadi Endemi, Apa Itu?

Apa kunci untuk mengubah pandemi Covid-19 menjadi endemi yang bisa dilakukan oleh masyarakat Indonesia? Ahli ungkap jawabannya.

JEDA.ID — Terdapat dua kunci agar pandemi Covid-19 dapat diubah menjadi endemi. Kira-kira apa?

Perlu diketahui, pandemi adalah wabah penyakit yang menyerang luas ke beberapa negara dengan peningkatan jumlah kasus dan kematian. Adapun, endemi adalah situasi dimana suatu penyakit selalu ada walau jumlahnya tidak banyak dan tidak meningkat.

“Pandemi berubah jadi endemi bila penanganan kasus cukup berhasil menekan jumlah kasus, namun tidak sampai habis sehingga masih ada kasus yang bersifat konstan dan sporadis,” ujar Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Hariadi Wibisono, seperti diberitakan Solopos.com pada Senin (20/9/2021).

Baca Juga: Bolehkah Onani dengan Bantuan Istri dalam Hukum Islam?

Menurutnya, apabila endemi tidak diawasi dengan fungsi surveilans yang baik akan menimbulkan peningkatan jumlah kasus yang tak terpantau. Jika dibiarkan terus meningkat membuat endemi dapat berubah menjadi epidemi atau wabah.

Untuk itu melanjutkan transisi pandemi Covid-19 menuju endemi, menurut Hariadi, langkah yang dilakukan pemerintah adalah memperkuat fungsi surveilans di ujung tombak dengan menyiapkan tenaga yang terlatih dalam menemukan, melacak, dan mengambil spesimen serta tindakan pemutusan penularan setempat.

Baca Juga: Ingin Terbebas dari Jeratan Hutang Piutang? Baca Doa Ini Yuk!

Kunci Mengubah Pandemi Covid-19 Jadi Endemi di Masyarakat

Sementara itu, dua kunci untuk mengubah pandemi Covid-19 ke endemi juga ada di tangan masyarakat, yakni menaati protokol kesehatan dan vaksinasi.

Sementara itu, pakar imunisasi, dr Elizabeth Jane Soepardi, pandemi menjadi endemi bila sirkulasi virus tidak bisa diputus. Virus tetap bersirkulasi, berpindah-pindah dari satu kelompok ke kelompok masyarakat yang lain.

Baca Juga: Lokasi Istana Seluas 81 Ha Milik Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang

Untuk menuju endemi, menurut dr. Jane, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus mulai menempatkan epidemiolog di setiap kabupaten/Kota untuk membantu mengidentifikasi fokus transmisi virus sebagai dasar untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan
mengalokasikan sumber daya seperti vaksin, obat, alat, alokasi anggaran agar dapat memutuskan transmisi virus.

“Masyarakat juga harus membantu pemerintah dalam penerapan PPKM untuk tetap kooperatif serta aktif mencari solusi agar dapat atasi masalah ekonomi,” ungkap Jane.

Baca Juga: Bolehkah Menelan Sperma dalam Hukum Islam?

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.