• Fri, 22 October 2021

Breaking News :

Lokasi Istana Seluas 81 Ha Milik Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang

Ini dia lokasi istana milik Oei Tiong Ham, konglomerat Asia Tenggara di Semarang yang dulu memiliki luas 81 Ha. Kini jadi perkantoran hlo!

JEDA.ID — Di mana lokasi istana yang dulu memiliki luas 81 ha milik konglomerat pertama Asia Tenggara di Semarang, Oei Tiong Ham, yang kini menjadi perkantoran?

Lokasinya berada di Jl Kiai Saleh No 12-14, Mugasari, Semarang. Kini, bangunan istana yang dulu memiliki luas 81 ha kini berubah fungsi menjadi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah.

Dahulunya, kompleks istana tersebut membentang sepanjang Jalan Pahlawan hingga Pandanaran dan Randusari.

Baca Juga: Cara Dapat Sertifikat Vaksinasi di PeduliLindungi Bagi yang Vaksin di Luar Negeri

Bangunan istana Oei Tiong Ham ini terdiri dari satu rumah induk, dua rumah berukuran lebih kecil di kiri kanan gedung utama yang dihubungkan dengan satu lorong beratap untuk menghindari panas dan hujan, yang biasa disebut Pavillion.

Sementara itu, di belakang bangunan utama istana milik konglomerat pertama Asia Tenggara di Semarang ini terdapat beberapa bangunan rumah yang mengelilingi kolam.

Baca Juga: Wujud Istana 81 Ha Milik Oei Tiong Ham di Semarang, Konglomerat Pertama Asia Tenggara

Dan sekarang istana ini hanya menyisakan sebuah bangunan yang disebut Balekambang atau dikenal sebagai gedung gula.

Oei Tiong Ham melapisi lantai pada istana tersebut dengan marmer dari Italia. Karakter Tionghoa hanya ada di gerbang pelataran gedung.

Baca Juga: Penanganan Covid-19 Indonesia Dipuji Dunia, Ini Penyebabnya!

konglomerat asli di semarang

Oei Tiong Ham. (Okezone.com)

Berbagai Peninggalan Konglomerat Pertama Asia Tenggara di Semarang

Diberitakan Solopos.com tiga tahun silam, Oei Tiong Ham sebelum tinggal di istana megah seluas 81 ha juga sempat hidup di Kampung Bojongsalaman RT 3/7, Semarang Barat.

Bangunan yang terdiri dua lantai itu dan diyakini telah berusia 100-an tahun itu terlihat kusam. Seorang warga yang menghuni bangunan itu, Suwarni, 87, mengatakan rumah bergaya arsitektur tempo dulu itu merupakan peninggalan keluarga Oei Tiong Ham, seorang pengusaha kaya keturunan China.

“Saya sudah tinggal di sini sejak 1960 silam. Saat kali pertama tinggal di sini, lingkungannya belum seramai ini karena sekeliling masih kayak hutan. Sekarang, sudah jadi permukiman,” tutur Warni saat dijumpai Semarangpos.com di rumah itu, Rabu (29/3/2018).

Baca Juga: 4 Tanaman Hias dengan Harga Mahal, Ada yang Capai Ratusan Juta

Warni mengatakan kediaman konglomerat pertama Asia Tenggara dari Semarang itu sempat digunakan sebagai asrama tentara. ahkan, lantai kedua bangunan itu yang kini tak dihuni sempat dijadikan barak bagi anggota tentara yang masih berstatus bujangan.

Bahkan, lantai kedua bangunan itu yang kini tak dihuni sempat dijadikan barak bagi anggota tentara yang masih berstatus bujangan.

Baca Juga: Bolehkah Menelan Sperma dalam Hukum Islam?

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.