Bos Taksi Malaysia Singgung Kemiskinan, Begini Kehidupan Anak Orang Kaya Indonesia

Anak-anak orang kaya sudah pasti kehidupan akan berlimpang harta. Tak terkecuali anak-anak orang kaya di Indonesia yang mewarisi kekayaan dari orang tua.

JEDA.ID—Anak-anak orang kaya sudah pasti kehidupan akan bergelimang harta. Tak terkecuali anak-anak orang kaya di Indonesia.

Seperti diketahui perbincangan tentang kekayaan dan kemiskinan di Indonesia ini sedang menjadi sorotan menyusul pernyataan CEO Big Blue Taxi Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail, yang menolak Gojek masuk negaranya. Bahkan dia menyebut Indonesia miskin, dan banyak anak muda terlahir dari keluarga miskin.

Tak lama kemudian, dia pun melayangkan permintaan maafnya. Ismail mengklaim ia menyebut Indonesia miskin setelah membaca berita soal kondisi ekonomi Indonesia. “Indonesia berada dalam hati saya, orang Indonesia di hati saya,” katanya dalam konferensi pers yang dikutip detik dari Malay Mail.

Dia mengakui media sosial dan Whatsapp miliknya dibanjiri oleh protes soal pernyataannya yang kontroversial.
“Saya minta maaf untuk kesalahan di pernyataan saya, melabeli Indonesia miskin, berdasarkan laporan yang saya terima,” imbuh dia. Ismail pun berharap tidak ada aksi demonstrasi terkait perkataannya demi hubungan baik kedua negara.

Pernyataan Ismail sempat membuat banyak orang Indonesia tersulut emosi, demikian pula pengendara Gojek. Dalam pernyataan itu Ismail sempat meyinggung soal kehidupan anak muda Malaysia.

“Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi. Malaysia tidak bisa seperti itu. Anak muda [Malaysia] bukan miskin, tak datang dari keluarga miskin. Kenapa kita mau menjatuhkan marwah mereka sehingga menjadi tukang Gojek,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan pernyataan Ismail langsung menyulut emosi warga negara Indonesia terutama para awak Gojek. Mengklaim pernyataannya berdasarkan laporan, mungkin Ismail belum paham benar tentang kehidupan anak-anak muda Indonesia, termasuk mereka yang terlahir dari keluarga kaya raya.

Gak cuma di luar negeri, anak-anak orang paling kaya di Indonesia juga diwarisi usaha oleh orangtuanya. Mereka juga bisa menduduki posisi-posisi penting di perusahaan, meski masih usia muda.

Kehidupan pribadi anak-anak orang terkaya di Tanah Air ini juga seringkali gak diketahui publik. Tidak semua dari mereka aktif bermain media sosial seperti Instagram, Facebook, dan sebagainya. Berikut sejumlah anak orang kaya di Indonesia yang dirangkum dari sejumlah sumber.

1. Andre Sukendra, Hendarta, dan Wardhana Atmadja

Ketiga pria itu merupakan putra salah satu orang paling kaya di Indonesia, Jogi Hendra Atmadja, sang pendiri PT Mayora Indah Tbk. Pria berusia kepala tujuh ini diperkirakan memiliki kekayaan hingga US$ 2,7 miliar (Rp41 triliun). Informasi soal gaya hidup ketiga putera mahkota Mayora ini memang tidak banyak terkuak ke publik. Namun, ketiganya menduduki posisi penting di Mayora.

Anak sulung Jogi, Andre Sukendra, menduduki jabatan Direktur Utama. Sementara itu adiknya Hendarta menjabat sebagai Direktur Supply Chain, dan Wardhana merupakan Direktur Umum dan Operasional. Tiga-tiganya merupakan jebolan universitas top di Amerika Serikat

2. James Riady

Nama James Riady, CEO Lippo Group yang merupakan putra konglomerat Indonesia, Mochtar Riady. Sejatinya, James bukan anak sulung melainkan anak kedua dari Mochtar.  Lulusan kampus Australia ini merupakan sosok yang juga dekat dengan Bill Clinton. Selain itu, James juga sangat terkenal di Indonesia karena berhasil membesarkan Lippo Group.

Hebatnya, James ternyata berhasil mendidik putranya, John, untuk bisa hidup sederhana. John biasa naik angkot, ojek, bahkan jarang menyalakan AC di rumah.

3. Putri Indahsari Tanjung

Anak dari, bos CT Corp Chairul Tanjung ini sering tampil di publik karena aktivitasnya. Kabarnya, saat masih berusia 15 tahun, Putri Tanjung sudah mendirikan usahanya yaitu sebuah event organizer bernama Creativepreneur Event. Meski anak orang kaya, Putri tetap bekerja keras dan mengalami jatuh bangun dalam usahanya.

4. Amit Lohia

Amit Lohia adalah putra dari Bos Indorama Sri Prakash Lohia yang merupakan salah satu orang paling kaya di Indonesia. Forbes kerap menyebut pria keturunan India ini sebagai Pangeran Poliester karena usaha yang digawangi Indorama adalah tekstil.

Saat ini, Amit menduduki posisi penting di Indorama, yaitu sebagai Managing Director. Sementara itu, perusahaan ini dipimpin pamannya sendiri yang bertindak sebagai CEO, Aloke Lohia. Lahir di Delhi, Amit masih merupakan warga Bollywood meski pernah sekolah di Indonesia. Saat usianya menginjak 21 tahun, Amit sudah diminta bekerja di perusahaan milik ayahnya.

5. Axton Salim

Axton merupakan putra dari Anthoni Salim dan cucu dari Liem Sioe Liong (Sudono Salim), pendiri Salim Group.
Putra Mahkota Salim Group ini ternyata aktif dalam bisnis di bidang teknologi, dan menjadi inisiator startup Block71. Block71 adalah inkubator startup yang digagas Salim Group dan National University of Singapore.

Axton yang merupakan lulusan Amerika Serikat juga pernah menduduki jabatan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk sejak 2009, serta beberapa anak usaha milik Salim Group. Pria ini pun terlihat cukup energik. Kamu bisa lihat sendiri foto-foto beliau di akun Instagramnya.

6. Victor, Martin, dan Armand Hartono

Putera mahkota orang paling kaya di Indonesia ini juga aktif berbisnis guna memperkuat eksistensi gurita bisnis keluarga mereka, Djarum Group. Victor merupakan Presiden Djarum Group Foundation, dan Chief Operating Officer di PT Djarum.

Sedangkan Martin cukup aktif dalam bisnis digital yang erat dengan dunia kaum milenial. Penyandang sabuk cokelat Brazilian Jiujitsu ini pimpinan GDP Venture yang merupakan induk dari Kaskus, Blibli.com, Beritagar, Merah Putih Incubator.  Sementara Armand Hartono, adalah putra bungsu Robert Budi Hartono yang menjabat sebagai Deputi Direktur Bank BCA.Armand adalah anak paling nyentrik karena gaya hidupnya cukup sederhana.

Itulah para anak-anak konglomerat dan orang paling kaya di Indonesia. Yang pasti, mereka semua juga aktif membesarkan bisnis orangtuanya dan juga memiliki usaha sendiri.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.