Tutup Iklan

Buah Ciplukan dari Tanaman Liar Hingga Masuk Supermarket

Di Amerika Selatan, buah ciplukan dikenal dengan sebutan ground cherry.

JEDA.ID-Buah ciplukan  yang merupakan tanaman liar kini jadi naik kelas. Bahkan, karena banyak yang mencarinya, harga buah ciplukan akhirnya meroket.

Nah, ternyata ada alasannya mengapa harganya meroket. Bagi yang penasaran simak ulasan tentang fakta buah ciplukan di info sehat dan info kesehatan kali ini. Buah ciplukan atau dikenal juga dengan sebutan cecenet atau cecendet adalah buah mungil yang tumbuh tertutup di dalam kelopak bunga. Dilansir dari Sow True Seed, ciplukan masuk ke dalam famili Solanaceae.

Bentuknya seperti buah tomat ceri yang mungil. Kalau matang, buahnya berwarna kuning. Buah ini tak asing bagi anak-anak di 1990-an. Biasanya buah ciplukan tumbuh liar di semak-semak. Namun kini, buah tersebut justru banyak dijual di supermarket. Harga yang ditawarkan juga terbilang mahal. Rata-rata per 100 gram ciplukan dibanderol degan harga sekitar Rp30.000-an.

Baca Juga: Waduh! Ancaman Serangan Siber ke UMKM Naik 51 Persen

Selain itu, ternyata buah mungil ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Buah ini dapat dimakan langsung atau dijadikan topping di aneka dessert.

Dikutip dari detikcom, Sabtu (20/2/2021), berikut 5 fakta tentang ciplukan:

1. Berasal dari Amerika

Meski pun banyak tumbuh di Indonesia, tetapi sebenarnya buah ini berasal dari Amerika Selatan. Di sana, buah ciplukan dikenal dengan sebutan ground cherry.

Sejak dulu, tanaman ini sudah dikenal sebagai tanaman herbal dan biasa digunakan untuk pengobatan tradisional. Di Indonesia, buah ciplukan memiliki sebutan yang berbeda-beda di setiap daerah.

Di daerah Sunda dikenal dengan sebutan cecenet, di Madura ciplukan biasa disebut nyornyoran. Berbeda dengan di Bali yang masyarakatnya biasa menyebut keceplokan. Kalau di Sumatra disebut leletep atau dedes. Masyarakat Indonesia biasa memakan buahnya langsung dari tanamannya. Rasanya perpaduan antara asam dan manis.

2. Kandungan Nutrisi

Siapa sangka, buah yang tumbuh liar ini merupakan buah yang menyehatkan. Itu karena di dalamnya mengandung banyak nutrisi baik untuk tubuh. Ciplukan mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol.

Selain itu, juga dilengkapi dengan vitamin C, alkaloid, steroid, asam palmitat, dan asam stearat. Kandungan saponin dan alkoloid adalah yang membuat rasa pahit pada buah ini.

Baca Juga: Kisah Sukses Perseverance NASA Tembus Atmosfer Planet Mars

Meski begitu, dua kandungan tersebut berperan sebagai anti tumor dan menghambat pertumbuhan kanker, terutama kanker usus besar. Sementaraflavonoid danpolifenol sebagai antioksidan.

3. Khasiat Buah Ciplukan

Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyebut bahwa ciplukan bisa digunakan sebagai pengobatan untuk beberapa penyakit. Seperti bisul, gusi berdarah dan kencing manis.

Biasanya masyarakat memanfaatkan buah ciplukan untuk mengobati bisul, luka, konstipasi hingga masalah pencernaan. Hal tersebut juga telah dibuktikan lewat beberapa penelitian.
Dalam penelitian tersebut menemukan khasiat buah ciplukan juga ampuh untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Khasiat lainnya antara lain menjaga jaringan otot, merawat kepadatan tulang, hingga mencegah infeksi.

4. Populer di Berbagai Negara

Selain Amerika dan Indonesia, hasil bumi ini juga dimanfaatkan oleh beberapa negara lainnya. Seperti Taiwan, Peru hingga Afrika Barat. Di Amerika Selatan tepatnya di lembah Amazon, buah ciplukan biasa diolah menjadi jus. Jus tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai obat penenang, pembersih darah, anti-rematik hingga mengobati sakit telinga.

Baca Juga: Dikhianati Pasangan? Ini Pelajaran yang Bisa Diambil dan Dipetik

Sementara di Taiwan memanfaatkan buah mungil ini menjadi racikan obat tradisional. Kemudian digunakan untuk mengobati diabetes, asma, malaria hingga hepatitis. Begitu pula dengan Peru, mereka juga memanfaatkan sebagai obat penyakit hati. Dan di Afrika Barat biasa digunakan untuk menyembuhkan kanker.

5. Dijual dengan Harga Mahal

Berawal dari tanaman liar, kini banyak dijual di supermarket. Harga yang ditawarkan pun terbilang malah. Rata-rata dalam 100 gram harganya sekitar Rp 30.000-an. Bukan hanya di supermarket Indonesia saja, buah ciplukan juga laris di pasaran luar negeri. Bahkan di sana harganya lebih mahal. Harnya bisa mencapai Rp250.000/kg hingga Rp500.000/kg.
Selain dapat digunakan untuk obat tradisional, buah ciplukan juga biasa dijadikan topping untuk aneka dessert. Mulai dari kue tart hingga es krim.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.