4 Penemuan Harta Karun Terfenomenal di Soloraya, Salah Satunya Emas Puluhan Kg

Ini dia empat penemuan harta karun terfenomenal di wilayah Soloraya. Salah satunya ada emas puluhan kilogram hlo. Di mana itu?

JEDA.ID — Tahukah Anda di wilayah Soloraya pernah ada penemuan harta karun yang disebut-sebut paling fenomenal?

Adapun harta karun yang ditemukan tersebut berupa emas puluhan kilogram hingga benda-benda yang memiliki nilai histori tinggi.

Lokasi penemuan harta karun di Soloraya ini juga beraneka ragam, salah satunya di area persawahan.

Baca Juga: Boleh Enggak Sih Berenang Saat Puasa?

Lalu, apa dan di mana saja penemuan harta karun fenomenal di Soloraya? Berikut ini selengkapnya.

4 Penemuan Harta Karun di Soloraya

1. Persawahan Joho, Sukoharjo

Warga melihat lokasi temuan benda diduga tembikar, tulang dan logam di areal persawahan Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (13/11/2014). (Iskandar/JIBI/Solopos)

Warga melihat lokasi temuan benda diduga tembikar, tulang dan logam di areal persawahan Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (13/11/2014). (Iskandar/JIBI/Solopos)

Pada 2019 silam pernah ditemukan benda yang diduga cagar budaya di area persawahan Joho, Sukoharjo, Jawa Tengah seluas empat hektar.

Sebagaimana diberitakan Solopos.com sebelumnya, di area persawahan tersebut dipercaya menyimpan benda berharga yang bernilai tinggi.

Hal ini dikarenakan lokasi tersebut diduga tempat pemakaman kuno sehingga menjadi incaran pemburu harta karun.

Baca Juga: Ini Dia Deretan Wisata Viral di Sekitar Tawangmangu, ke Sini Yuk!

“Penggalian benda diduga cagar budaya sudah terjadi sejak lama. Bahkan masih terus terjadi di lokasi ini,” kata pegiat cagar budaya Sukoharjo, Antonius Bimo Wijanarko, kepada Solopos.com, Jumat (25/1/2019).

Hingga saat ini beberapa benda bersejarah yang ditemukan di area persawahan ini ada tembikar, manik-manik, tulang, logam, dan benda lainnya yang diduga telah berusia seratusan tahun.

Baca Juga: Kenalan Yuk Sama Pemain Sinetron Ikatan Cinta, Profilnya Lengkap Pol!

Dan untuk saat ini area persawahan Joho yang berlokasi di sebelah Kantor Kecamatan Sukoharjo itu telah ditetapkan sebagai situs bersejarah.

“Kawasan areal persawahan Joho sudah ditetapkan sebagai situs bersejarah dan kawasan cagar budaya. Kawasan cagar budaya ini ditetapkan Bupati Sukoharjo,” kata Kasi Sejarah dan Purbakala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Agus D.A.

Baca Juga: Intip Penampilan Wali Kota Solo Gibran yang Necis Banget!

2. Emas Puluhan Kilogram di Klaten

harta karun soloraya

Salah satu perhiasan emas yang ditemukan di Desa Wonoboyo, Klaten. (Detik.com/Achmad Syauqi)

Penemuan harta karun di Soloraya selanjutnya terjadi di Klaten, Jawa Tengah.

Pada Oktober 1990 pernah ditemukan harta karun berupa emas puluhan kilogram di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

Emas puluhan kilogram itu diduga merupakan peninggalan era Kerajaan Mataram kuno. Perhiasan emas tersebut ditemukan saat masyarakat sedang menggali pasir uruk.

Baca Juga: Ternyata Masih Ada Lansia yang Tak Tahu Vaksinasi Covid-19

Masyarakat yang dimaksud adalah Widodo, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip dan Sumarno kala itu menemukan empat guci. Masing-masing guci itu berisi perhiasan emas berupa gelang, tas, badhong, mahkota, hingga mangkuk.

Penemuan harta karun itu kemudian diserahkan langsung kepada kepala desa setempat. Menurut pengakuan Widodo, benda-benda tersebut memiliki aura yang tak bagus.

“Gampangnya masih ada perbawa [aura] barang itu. Hawa barang itu tidak enak, mungkin karena buatan zaman dulu dan kami tidak berani,” beber Widodo kepada Detik.com, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga: Saking Tajirnya, 5 Artis Indonesia Ini Sampai Punya Jet Pribadi Hlo

Dalam penemuan harta karun di Klaten, Soloraya ini, salah seorang penemunya, Sudadi melihat cahaya di sisi timur desa saat dini hari. Kemudian, ada cerita lain yang menyebutkan lokasi penemuan emas puluhan kilogram itu terasa penas.

Saat ini emas puluhan kilogram tersebut kini disimpan di Museum Nasional. Sebagaimana diungkap Kades Wonoboyo, Supardiyono.

“Barang aslinya di Museum Nasional. Ada yang bilang 30 kg, ada 27 kg ada 35 kg dan di beberapa literatur berbeda dan itu yang hanya wujud emas saja, sedangkan perak dan tembaga tersebar tidak dihitung,” tutur Supardiyono.

Baca Juga: Masih Jauh dari Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Baru 1,5 Juta

3. Patung Kuno di Boyolali

Ilustrasi benda cagar budaya

Penemuan harta karun ketiga di wilayah Soloraya yang sempat menggegerkan publik terjadi di Teras, Boyolali, Jawa Tengah.

Pada awal 2016, seorang pengrajin batu bata di Boyolali, Sutardianto menemukan sebuah patung kuno saat menggali tanah area persawahan Desa Kadireso, Teras, Boyolali.

Kala itu, Sutardianto dan teman-temannya sedang menggali tanah untuk bahan baku bata. Di tengah-tengah aktivitasnya tersebut, ia menemukan patung kuno.

Baca Juga: Masih Jauh dari Target, Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Baru 1,5 Juta

“Ditemukan ketika Senin sore kemarin kami menggali tanah untuk bahan baku batu bata. Ketika menggali sedalam 90 sentimeter, cangkul saya mengenai batu. Setelah digali lagi ternyata diketahui bahwa batu tersebut berupa arca manusia utuh. Di sekitarnya juga ditemukan tujuh potongan batu persegi yang berbentu rapi,” beber Sutardianto, dilansir Detik.com, Selasa (5/1/2016).

Patung kono tersebut diduga arca perwujudan dewa yang dibuat pada masa Kerajaan Hindu di Jawa Tengah sekitar abad VIII hingga X Masehi.

4. Harta Karun Kuburan Kuno Sragen

Penemuan harta karun berupa benda sejarah lainnya di Soloraya juga terjadi di Sragen, Jawa Tengah, 2019 silam.

Beberapa benda-benda kuno ditemukan di Dusun Toho, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Arkeolog dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran juga ditugaskan atas penemuan benda bersejarah itu.

Beberapa benda bersejarah yang ditemukan berupa potongan periuk dan gerabah.

Baca Juga: Jangan Sembrono! Pola Asuh Seperti Ini Bikin Anak Jadi Keras Kepala

“Gerabah atau periuk ini sudah sangat rapuh. Oleh karenanya harus sabar dan ekstra hati-hati supaya benda itu tidak rusak. Tanah itu harus digali menggunakan batang bambu. Penggunaan peralatan dari besi hanya seperlunya saja,” jelas Pipit, salah satu arkeolog, sebagaimana telah diberitakan Solopos.com sebelumnya.

Selain benda-benda tersebut, arkeolog juga menemukan dua benda yang menyerupai bekas kuburan manusia alias kuburan kuno.

“Kuburan yang di dalamnya ditemukan sejumlah benda-benda berharga seperti emas, manik-manik, gerabah, atau periuk dan lain sebagainya itu merupakan tradisi peninggalan zaman megalitikum. Warga sekitar biasa menyebutnya dengan istilah Kubur Buddha,” jelas Ketua Tim Peneliti, Haris Rahma Nendra.

Baca Juga: Terungkap! Ini Masa Kedaluwarsa Vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.