Ternyata Masih Ada Lansia yang Tak Tahu Vaksinasi Covid-19

Masih terdapat lansia atau manula yang tak mengetahui program vaksinasi Covid-19. Terus apa usaha yang dilakukan pemerintah?

JEDA.ID — Terdapat kendala dan tantangan dalam program vaksinasi Covid-19 untuk lansia, salah satunya ketidaktahuan mereka terkait program pemerintah ini.

Hal tersebut diungkap oleh anggota Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Soedjatmiko. Ia mengatakan kendala-kendala tersebut mengakibatkan capaian vaksinasi untuk lansia masih jauh dari target.

Hingga Kamis (1/4/2021) pukul 12.00 tercatat baru 1,6 juta orang dari target 21,5 juta lansia yang divaksinasi.

Baca Juga: Kenalan Yuk Sama Pemain Sinetron Ikatan Cinta, Profilnya Lengkap Pol!

“Ada beberapa hal yang menjadi problem vaksinasi lansia. “Pertama, lansianya tidak tahu ada program vaksinasi Covid-19, tidak tahu bahwa lansia termasuk prioritas, dan tidak tahu bagaimana cara menerima vaksin. Kedua, ada lansia yang tahu, tapi tidak ada yang mengantarkan. Ketiga, ada lansia yang tahu, ada yang mengantarkan, tapi terkendala e-KTP-nya beda wilayah atau ada komorbid,” jelas dia sebagaimana telah diberitakan Solopos.com, Sabtu (3/4/2021).

Maka dari itu, perlu peran seluruh komponen masyarakat untuk mendorong percepatan program vaksinasi kepada lansia ini.

Baca Juga: KIPI Tergolong Ringan, Vaksin AstraZeneca Tetap Dipakai

“Masyarakat kalau ada tetangganya yang belum tahu, tolong diberi tahu. Yang tidak bisa pergi, tolong dibantu, diantarkan supaya bisa tervaksinasi.
Bagi anak yang punya orangtua lansia, tolong diingatkan,” tambah dia.

Pemerintah Terus Berupaya

Soedjatmiko juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat juga telah melakukan berbagai upaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk lansia.

“Pertama, pemerintah berusaha untuk mendatangkan lansia ke tempat-tempat pelaksanaan vaksinasi. Kedua, menambah tenaga vaksinator dan tempat pelaksanaan vaksinasi yang baru. Dan ketiga, menyediakan jumlah vaksin yang cukup. Untuk itu, RT/RW bersama Satgas Covid-19 di tingkat pemukiman warga diharapkan bisa jemput bola, mendata, dan menghubungi lansia di wilayahnya,” papar dia.

Baca Juga: Segini Ternyata Besaran Denda Tilang Elektronik, Gede Juga Ya?

Pada kesempata itu pula, Soedjatmiko meminta kepada lansia untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19. “Kalau lansianya umurnya kurang sedikit, tidak apa-apa, yang penting bersedia divaksin. Aturan pemerintah juga tidak kaku. Daftar pertanyaan secreening vaksinasi lansia juga sudah direvisi. Jika dulu ada 16 pertanyaan sekarang tinggal 6 atau 7 pertanyaan. Yang penting, lansianya bugar, fisiknya kuat, bicara tidak terengah-engah, gula darah terkontrol, tidak ada penyakit lain yang berat. Kalau ada penyakit yang dikhawatirkan, bisa kontrol dulu ke dokter. Kalau dokter bilang boleh, bisa divaksin,” tukas dia.

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.