Urusan Politik hingga Ancaman Penyakit di Tengah Banjir Jakarta

Warga Jakarta dan sejumlah kota lain beberapa hari terakhir harus bergelut dengan banjir dan dampak-dampak yang ditimbulkan. 

JEDA.ID– Warga Jakarta dan sejumlah kota lain beberapa hari terakhir harus bergelut dengan banjir dan dampak-dampak yang ditimbulkan.  Banjir di Jakarta juga mendapat sorotan berbagai kalangan, termasuk DPR.

Bahkan, ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) serta Gubernur Banten Wahidin Halim dalam rapat dengar pendapat (RDP) membuat anggota Komisi V DPR geram. Anggota Komisi V dari Fraksi Nasdem Roberth Rouw menyebut Anies, RK dan Wahidin sebagai kepala daerah yang tidak punya hati.

Kegeraman anggota Komisi V ‘pecah’ saat Asisten Pembangunan (Asbang) Sekda DKI, Yusmada Faizal hendak menyampaikan paparan soal penanganan banjir yang telah dilakukan. Namun, anggota Komisi V dari Fraksi PDIP Sadarestuwati menginterupsi.

“Pimpinan, sebenarnya yang kita undang ini gubernur dari masing-masing provinsi. Ini adalah rapat yang sangat penting,” kata Restu dalam rapat. Setelah Restu, Roberth melanjutkan interupsi. Dia menilai Anies tidak memberikan perhatian terhadap banjir yang sampai melanda Istana Negara, Jakarta.

“Sangat memalukan. Kita setiap tahun banjir. Banjir di depan mata kita sampai daerah-daerah elite masuk air, Istana Negara pun banjir. Tidak ada perhatian dari kepala daerah,” ujar Roberth seperti dilansir detikcom.

Terlepas dari urusan politik, memang selain menimbulkan kerugian material, banjir juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Saat terkena banjir, sistem kekebalan imun menjadi lemah akibat mudah terkontaminasi virus-virus yang menyebar melalui air. Berikut sejumlah penyakit yang timbul akibat banjir versi Jeda.id dirangkum dari berbagai sumber, Rabu, (26/2/2020).

1. Penyakit Kulit

Penyakit yang paling lumrah terjadi ketika banjir adalah penyakit kulit. Hal ini disebabkan karena air banjir sudah terkontaminasi berbagai kotoran, virus, serta bakteri. Bakteri E. coli merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan penyakit kulit tersebut muncul.

Gejala yang timbul pada penyakit kulit ini biasanya ditandai dengan munculnya bercak merah pada kulit disertai rasa gatal. Jika tidak segera ditangani, bercak merah tersebut bisa melebar ke bagian kulit lainnya.

2. Flu

Flu atau influenza juga merupakan penyakit yang mudah sekali menjangkiti manusia meskipun tidak dilanda banjir. Rendahnya sistem kekebalan imun membuat flu mudah menyerang kesehatan manusia. Flu disebabkan karena adanya infeksi virus influenza tipe A, B, atau C. Virus ini menyebar melalui tetesan cairan tubuh seperti ingus ataupun liur pengidap yang dapat ditularkan melalui mulut, hidung, ataupun tangan yang menyentuh benda terkontaminasi. Gejala yang muncul saat flu antara lain demam, batuk, pegal-pegal dan sakit tenggorokan.

3. ISPA

Penyakit akibat banjir lainnya yang harus Anda waspadai yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Bagian yang diserang oleh penyakit ini adalah saluran pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru sebagai organ pernapasan. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) memiliki gejala mirip seperti flu, yakni demam, batuk-batuk, dan sesak napas.

4. Demam Berdarah

Musim hujan dan banjir identik dengan penyakit Demam berdarah (DB). Banyaknya genangan air saat banjir menjadi sarang serta tempat berkembang biaknya nyamuk. Demam berdarah disebabkan oleh virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti.
Bila tidak segera ditangani, demam berdarah bisa merenggut nyawa penderitanya. Demam berdarah meliputi gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, nyeri bagian belakang mata, serta timbul bercak kemerahan pada kulit.

5. Malaria

Jika demam berdarah disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti, maka malaria disebabkan oleh parasit jenis plasmodium yang dibawa oleh nyamuk anopheles betina. Sama seperti demam berdarah, jika tidak segera ditangani, malaria akan menimbulkan komplikasi serius sehingga merenggut nyawa korbannya. Pasalnya, parasit yang menjadi penyebab malaria ini pada kelanjutannya dapat menghambat aliran darah menuju sejumlah organ vital di dalam tubuh. Malaria ditandai dengan gejala khas seperti demam tinggi yang diiringi oleh rasa lemas.

6. Kolera

Penyakit yang sering muncul akibat banjir selanjutnya ialah kolera. Penyakit ini bersumber dari makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi bakteri Vibrio Cholerae. Gejala kolera sama seperti diare, yakni meningkatnya intensitas buang air besar (BAB) disertai dengan muntah-muntah.

7. Diare

Daerah yang terkena banjir umumnya terlihat sangat kotor dan dipenuhi bakteri serta virus yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu penyakit umum yang terjadi ketika banjir melanda yakni diare. Bakteri dan virus yang tercemar melalui makanan serta minuman menyebabkan munculnya diare. Gejala yang timbul dari diare yaitu sakit perut, sering buang air besar (BAB), dan feses yang berlendir bahkan disertai darah.

8. Leptospirosis

Penyakit yang muncul akibat banjir ini bisa menyebabkan penderitanya meninggal dunia jika tidak segera ditangani. Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri leptospira yang ditularkan melalui kotoran tikus.

Leptospirosis dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit, terutama kulit yang terbuka akibat luka, dan juga melalui mata yang terkena air banjir yang sudah terkontaminasi bakteri leptospira tersebut. Gejala leptospirosis meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, serta pendarahan di paru-paru. Jika tak segera ditangani, penyakit ini akan menjalar ke radang selaput otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), gangguan pernapasan, ginjal rusak, bahkan kematian.

9. Tifus

Tifus atau demam tifoid juga termasuk salah satu penyakit yang kerap menyerang para korban banjir. Tifus merupakan penyakit infeksi usus halus disebabkan bakteri salmonella. Bakteri ini berasal dari kotoran hewan yang terkontaminasi dengan air banjir kemudian menyebar ke makanan dan minuman yang dikonsumsi. Gejala yang muncul dari tifus adalah demam, sakit kepala, mual, muntah-muntah, diare, serta hilangnya nafsu makan.

10. Hepatitis A

Air banjir memang membawa banyak bakteri dan virus yang mengancam kesehatan manusia, banyak korban banjir mudah terjangkit berbagai penyakit. Hepatitis A menjadi salah satu penyakit akibat banjir yang menyerang organ hati (liver).
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala khas yang muncul dari penyakit ini seperti demam tinggi, gangguan penglihatan, warna kulit dan kuku menjadi kekuningan, sakit perut, mual, dan muntah-muntah.  Untuk mencegah risiko terjangkit penyakit saat banjir, ada baiknya Anda melakukan hal sebagai berikut:

1. Hindari berjalan di genangan air banjir

2. Konsumsi makanan yang sudah terjamin higienitasnya. Hindari makan makanan yang dijual di pinggir jalan

3. Konsumsi air putih dalam kemasan yang tertutup rapat

4. Untuk menghindari penyakit yang dibawa nyamuk, gunakan losion atau semprotan antinyamuk, ataupun obat nyamuk untuk ruangan. Kenakan pakaian lengan panjang terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Kasa antinyamuk juga dapat digunakan pada jendela.

5. Melakukan vaksinasi

6. Kuras bak mandi dan tempat-tempat yang biasa menjadi tempat nyamuk berkembang biak, setidaknya 1 minggu sekali.

7. Konsumsi vitamin untuk menjaga kekebalan imun tubuh

8. Selalu cek up untuk mencegah terjadinya penyakit. (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.