Tak Suka Bikin Sensasi, 3 Youtuber Ini Dikenal Sarat Prestasi

Seiring pesatnya teknologi, kian banyak orang memilih jalan untuk menjadi selebgram, atau Youtuber.

JEDA.ID — Seiring pesatnya teknologi, kian banyak orang memilih jalan untuk menjadi selebgram, atau Youtuber. Mereka eksis dengan beragam konten.

Namun sayangnya, untuk mendapatkan simpati para follower atau pengikut, para youtuber membuat konten-konten yang hanya mengejar sensasi dan mengabaikan esensi. Ada yang membuat prank hingga melakukan hal-hal yang merugikan bahkan membahayakan nyawa.

Namun di antara sekian banyak youtuber Indonesia, ada beberapa yang jauh dari sensasi bahkan moncer secara akademis.

Mereka digemari tak hanya karena parasnya yang cantik atau rupawan, namun juga  karena memiliki segudang prestasi yang patut untuk dicontoh dan dibanggakan.

Berikut tiga youtuber yang memiliki segudang prestasi seperti dirangkum Jeda.id dari berbagai sumber, Kamis (16/7/2020).

Halau Virus Corona Melayang di Ruang Ber-AC, Ini Saran Dokter Reisa

1.Maudy Ayunda

Siapa yang tidak kenal dengan aktris cantik dan pintar satu ini? Salah satu pemeran film Perahu Kertas, Ayunda Faza Maudya atau Maudy Ayunda, aktris sekaligus penyanyi Indonesia yang lahir di Jakarta 19 Desember 1994. Maudy diterima di Universitas Oxford, Inggris dan mengambil jurusan P.P.E (Politics, Philosophy, and Economics).

Maudy memulai studinya bulan September 2013 dan lulus pada tahun 2016. Kini Maudy sedang melanjutkan studinya pada jenjang S2 di salah satu universitas terbaik di dunia, yaitu Universitas Stanford.

Selain membangun karier di dunia entertainment, Maudy juga menaruh perhatian pada dunia politik dan ekonomi Indonesia, khususnya yang memberikan dampak langsung terhadap kehidupan anak muda.

2. Gita Savitri Devi

Gita Savitri (istimewa)

Gita Savitri (istimewa)

Gita lahir di Palembang, 27 Juli 1992. Meskipun Gita Savitri lahir di Palembang, tetapi sejak kecil hingga usia 18 tahun Ia tinggal di Jakarta. Gita pertama kali menginjakkan kaki di Berlin, Jerman, pada 30 Oktober 2010. Gita menetap di Jerman untuk menyelesaikan studi Kimia Murni di Freie Universität (Free University), Berlin.

Pada videonya di Youtube berjudul Kuliah di Jerman I Story yang diunggah pada 26 Juni 2016, Gita menceritakan bahwa Ia lulus SMA pada usia 17 tahun. Itu membuatnya harus menunggu 1 tahun untuk kuliah di Jerman karena persyaratan bagi calon mahasiswa di bawah usia 18 tahun cukup rumit.

Gita merupakan seorang kreator konten video YouTube, blogger, dan pemengaruh media sosial. Ia pernah menulis sebuah buku berjudul Rentang Kisah yang diterbitkan oleh Gagas Media pada September 2017. Dalam kanal Youtubenya, ia kerap membagikan opininya tentang berbagai isu di Indonesia maupun dunia dengan gaya bahasa untuk kalangan anak muda.

Gita mulai membuat akun Youtube sejak tahun 2009 untuk mengisi waktu setelah lulus SMA . Pada tahun 2016, Gita mantap menjadi kraetor konten Youtube dengan menggunggah video lain seperti video blog (vlog).

Di akun Youtube miliknya, Gita membagikan banyak hal seperti kesehariannya di Jerman, perbincangannya dengan teman-teman sesama mahasiswa asal Indonesia, musik, sampai opininya tentang isu-isu yang sedang berkembang di Indonesia maupun dunia.

Pada 10 Mei 2017, Gita merilis lagu berjudul Seandainya di Itunes dan Spotify. Lagu tersebut merupakan proyek kolaborasi dengan kekasihnya yaitu Paul Partohap.

Ingin Pandemi Corona Berhenti? Ini Kuncinya

3. Jerome Polin Sijabat

Jerome Polin (istimewa)

Jerome Polin (istimewa)

Jerome Polin Sijabat lahir di Surabaya, 2 Mei 1998 yang namanya mulai dikenal publik sejak aktif memuat konten tentang kehidupan pribadinya di Youtube. Selama di Jepang ia kerap membuat konten cara belajar Bahasa Jepang. Jerome masih aktif kuliah di Waseda University, Jepang, dan aktif memberi edukasi di bidang Matematika bagi anak-anak muda. Akun Youtube miliknya bernama “Nihongo Mantappu”.

Tak sekadar menjadi artis, ia juga memiliki prestasi yang tak kalah dari dua tokoh sebelumnya hlo. Ia pernah mendapatkan Juara 1 Olimpiade National Industrial Engineering ITS 2016, Juara 2 Regional Olimpiade Farmasi Nasional UNAIR 2015, Juara 3 Pekan Matematika Nasional tahun 2014, Juara 14 Japanese Speech Contest, Suginami Association.

Selain itu, Jerome juga meraih beasiswa Mitsui Bussan pada tahun 2016. Beasiswa yang diberikan oleh Mitsui & Co Ltd (salah satu trading company terbesar Jepang) mengantarnya ke Tokyo Japanese Language Education Centre.

Fasilitas yang diberikan berupa biaya hidup 150.000 yen/bulan dan biaya lainnya yang bersangkutan dengan proses belajar di Jepang. Sebelumnya, Jerome melalui berbagai tahap tes, seperti tes tertulis bidang matematika dan bahasa Inggris.

Ditulis oleh : A’idah Husna Luthfiyyah

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.