Ma’ruf Amin dan Sarung Premiumnya

Sarung BHS seperti yang dikenakan Ma’ruf Amin memiliki harga hingga jutaan rupiah.

JEDA.ID–Atasan jas, bawahan sarung. Pakaian itu yang dikenakan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin saat berkunjung ke Kantor Wakil Presiden, Kamis (4/7/2019) pagi. Ma’ruf bersama istrinya, Wuru Estu Handayani, tiba pukul 10.00 WIB. Ma’ruf yang mengenakan jas berwarna abu-abu, sarung hitam bercorak, dan peci itu hendak menemui Wapres Jusuf Kalla (JK).

Kedatangan Ma’ruf disambut hangat JK yang mengenakan kemeja batik lengan panjang berwarna biru muda. JK mengundang Ma’ruf Amin guna berdiskusi tentang tugas-tugas wakil presiden yang akan diemban Ma’ruf mulai Oktober 2019.

JK berbagi pengalamannya sebagai wapres selama dua periode serta memberikan saran kepada Ma’ruf terkait tugasnya sebagai pendamping Jokowi. Di luar pembicaraan mengenai tugas wapres, sarung yang dikenakan Ma’ruf mencuri perhatian.

Selama ini, Ma’ruf sangat lekat dengan sarung yang selalu dikenakannya dalam berbagai acara. Mulai pengajian, acara Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga saat dia mengikuti debat calon wakil presiden selama masa kampanye Pilpres 2019. Saat hadir dalam penatapan presiden dan wakil presiden terpilih, Ma’ruf juga mengenakan sarung.

Menjadi pertanyaan apakah Ma’ruf akan tetap mengenakan sarung saat sudah resmi menjadi Wakil Presiden mulai Oktober 2019? ”Lihat nanti saja. Sampai hari ini saya masih pakai sarung karena belum dilarang pakai sarung,” kata Ma’ruf seusai bertemu JK sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Ma’ruf mengaku siap jika harus memakai celana. ”Karena saya sudah pakai sarung ya, nyaman. Jika harus pakai celana juga bisa, siap. Jadi pakai apa saja siap,” sebut dia.

Saat hadir di Pondok Pesantren Sunan Drajat di Lamongan, Jawa Timur, pada 4 September 2018, Ma’ruf mengaku ingin tetap mengenakan sarung bila terpilih menjadi wapres.

”Mudah-mudahan saya bisa tetap pakai sarung, sehingga kita bisa memiliki wakil presiden yang memakai sarung,” terang Ma’ruf Amin disambut tepuk tangan para santri PP Sunan Drajat seperti dikutip dari Detikcom.

Tak Ada Larangan

jokowi ma'ruf

Jokowi dan Ma’ruf Amin (JIBI)

Dalam aturan yang berlaku, tidak ada peraturan yang melarang pimpinan negara mengenakan sarung. Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Wapres JK, Husain Abdullah.

Dia menyebut acara diplomatik secara khusus terdapat standar pakaian yang harus dikenakan seperti pakaian pakaian sipil lengkap (PSL), pakaian nasional, informal, dan kasual. Namun, untuk pakaian pimpinan negara menurutnya bisa disesuaikan secara fleksibel.

”Kalau secara diplomatik standarnya ada formal atau PSL, pakaian nasional, informal dan kasual. Untuk acara resmi kenegaraan sarung belum, tidak termasuk. Tetapi bisa saja lebih fleksibel, misalnya bawahan sarung atasnya jas warna gelap,” jelas Husain seperti dikutip dari Suara.com.

Sejauh pengetahuan Husain, banyak kepala negara juga yang mengenakan pakaian tradisional saat menghadiri acara diplomatik. Sebut saja Raja Arab Saudi yang sering mengenakan pakaian panjang berwarna putih dan disebut dengan thawb. Ada juga pejabat pemerintahan Myanmar yang memakai pakaian layaknya sarung atasnya jas tutup.

Husain menilai tidak masalah bila Mar’uf Amin mengenakan sarung saat bekerja menjadi wapres. Ia juga berharap Ma’ruf tidak mengubah gaya berpakaiannya hanya karena menjabat sebagai wapres.

Ma’ruf Amin selama ini kerap menggunakan sarung merek BHS yang diproduksi PT Behaestex. PT Behaestex berdiri sejak 1953 dengan nama Pertenunan BHS di Gresik, jawa Timur. Perusahaan ini memulai produksi sarung dengan empat peralatan yang disebut alat tenun bukan mesin (ATBM).

”Pendirinya Abdurra’uf Bahasuan memproduksi sarung tenun berkualitas dengan merek BHS. Merek BHS hingga kini menjadi pionir, market leader di industri sarung tenun tradisional [ATBM]. Bagi para pengguna sarung, merek BHS merupakan puncak kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya sarungan,” sebagaimana dikutip dari laman behaestex.co.id.

Selain memproduksi sarung BHS yang masuk kelas premium, PT Behaestex juga mempruduksi sarung merek Atlas yang berbahan tetoron rayon dengan alat tenun mesin.

Jutaan Rupiah

sarung pilpres

Sarung BHS edisi PIlpres (Sarung BHS)

Sarung BHS seperti yang dikenakan Ma’ruf Amin memiliki harga hingga jutaan rupiah. Berdasarkan pantauan di toko resmi sarung BHS di Tokopedia yaitu Sarung BHS Official, sarung termahal yaitu Sarung BHS Gold Masterpiece motif SGF yang dibandrol Rp3 jutaan. Harga itu merupakan diskon karena harga normalnya adalah Rp4,5 juta.

Di bawahnya ada Gold Masterpiece motif SIF seharga Rp2,9 juta. Ini juga harga diskon karena harga normalnya Rp4,27 juta. Di bawahnya lagi ada seri Gold Royal Rp1,9 juta dan Gold Excellent yang dipatok sekitar Rp900.000-Rp1 jutaan. Harga sarung BHS di toko itu yang paling murah adaalah Rp679.000. Sarung itu seri Gold Excellent motif TKB.

Untuk menunjukkan level premiumnya, BHS juga sempat mengeluarkan empat seri khusus Pilpres 2019. Empat seri itu diberi nama BHS Jokowi, BHS Prabowo, BHS Sandiaga Uno, dan BHS Ma’ruf Amin.

”Sarung ini tidak dijual dipublik. Dibuat khusus untuk diberikan kepada putra terbaik bangsa Indonesia yang mencalonkan diri menjadi capres dan cawapres pada pemilu tahun 2019. Semoga Indonesia dikaruniai pemimpin yang adil dan memberi kemaslahatan, membawa kemakmuran dan kemajuan untuk Indonesia,” sebagaimana dikutip dari sarungbhs.co.id.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.