Pemimpin Negara yang Selalu Hadir di Pelantikan Presiden SBY & Jokowi

Ada beberapa pemimpin negara sahabat yang selalu hadir dalam pelantikan presiden sejak era SBY-JK pada 2004 sampai Jokowi-JK pada 2014.

JEDA.ID–Sejumlah kepala negara dan pemerintahan dijadwalkan akan menghadiri pelantikan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada Minggu (20/10/2019).

”Ada 18 kepala negara, yang saya tahu Sultan Brunei, Perdana Menteri Mahathir Mohamad, perdana menteri Singapura, wapres RRT, utusan khusus Donald Trump [Presiden AS],” kata Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah sebagimana dikutip dari Suara.com, Rabu (16/10/2019).

Berdasarkan catatan dari Ketua MPR Bambang Soesatyo, tamu-tamu negara yang diundang dan dikonfirmasi hadir terdiri atas 2 kepala negara, 4 kepala pemerintahan, 9 utusan khusus, dan 157 lebih duta besar.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebelum pelantikan, Jokowi akan bertemu dengan para kepala negara sahabat di Istana. Pelantikan Jokowi-Ma’ruf dijadwalkan akan digelar mulai pukul 14.30 WIB.

”Pagi hari Presiden akan terima courtesy call dari kepala negara sahabat yang ikut datang dalam acara pelantikan,” ujar Moeldoko sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Berkaca dari pelantikan Jokowi dan Jusuf Kala pada 2014 lalu, terdapat sejumlah kepala negara dan pemerintahan yang hadir. Kala itu ada 17 tamu negara yang hadir dalam pelantikan Jokowi-JK.

Ada Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Perdana Menteri Brunei Darussalam H.M. Sultan Haji Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Nieill, dan Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

Kemudian Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Dato’ Sri Mohd Najib bin Tun Abdul Razak, utusan khusus Jepang mantan Perdana Menteri Yasuo Fukuda, sampai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Singapura dan Brunei

Lee Hsien Loong

Lee Hsien Loong (Reuters)

Bila dilihat ada pemimpin negara yang hadir pada 2014 akan kembali hadir saat pelantikan Jokowi-Ma’ruf pada 2019 ini. Salah satunya adalah Lee Hsien Loong.

Lee Hsien Loong adalah Perdana Menteri Singapura ketiga. Lee Hsien Loong adalah anak tertua mantan Perdana Menteri Singapura yang pertama Lee Kuan Yew. dia menjadi Perdana Menteri Singapura menggantikan Goh Chok Tong pada 2004 lalu.

Baru beberapa bulan menjadi PM Singapura, Lee menghadiri pelantikan presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2004-2009 yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla. Pada 2014, Lee juga hadir saat Jusuf Kalla dilantik menjadi wapres bersama Jokowi yang menjadi presiden.

Lee dan Presiden Jokowi sempat bertemu pada awal Oktober 2019. Jokowi datang ke Singapura dan bertemu dengan Lee membahas pengawasan langit Indonesia. Jokowi juga menghadiri acara wisuda sang putra Kaesang sehari setelah pertemuan itu.

Ada pula Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darussalam. Hassanal Bolkiah sudah memimpin Burnei Darussalam sejak 1967 atau sudah 52 tahun berkuasa. Tercatat Sultan Hassanal Bolkiah beberapa kali menghadiri pelantikan presiden Indonesia.

Pada 2004, Sultan Hassanal Bolkiah hadir dalam pelantikan SBY dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden periode 2004-2009. Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, ada lima kepala pemerintahan negara tetangga menghadiri pelantikan SBY-JK.

Mereka adalah Perdana Menteri Australia John Howard, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi. Kemudian PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Timor Leste Mari Alkatiri.

Sultan Hassanal Bolkiah

Sultan Hassanal Bolkiah (Wikipedia)

Hassanal Bolkiah adalah Sultan ke-29 dan Yang Di-Pertuan Brunei Darussalam serta Perdana Menteri pertama Brunei Darussalam. Ia adalah putra sulung Begawan Sultan Sir Muda Omar Ali Saifuddin III, Sultan Brunei ke-28.

Sesuai konstitusi negara itu, Sultan adalah kepala negara dengan kekuasaan eksekutif penuh. Dia juga menjadi Perdana Menteri serta memegang portofolio Menteri Pertahanan dan Keuangan.

Sebagai Menteri Pertahanan dia juga menjadi Jenderal Kehormatan di angkatan bersenjata Inggris dan Indonesia.Ke depan pengganti Hassanal Bolkiah telah ditunjuk yaitu putra sulungnya, Al-Muhtadee Billah.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.