Kabinet Jokowi-Ma’ruf: Siapa Bertahan, Siapa Terlempar

Seharusnya Joko Widodo bisa lebih bebas memilih menteri dan menyusun kabinetnya karena sudah tidak lagi terikat beban elektoral.

JEDA.ID–Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan nama-nama menteri yang mengisi Kabinet Kerja jilid II. Jokowi memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk menyusun kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin sebelum pelantikan Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019.

“Kita sudah kantongi nama-namanya. Blueprint-nya sudah ada. Segera akan diumumkan,” sebut Jokowi di sela-sela Pameran Kain dan Kerajinan Karya UMKM Bank Indonesia (BI), Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta Convention Centre (JCC), Jumat (12/7/2019), sebagaimana dikutip dari Liputan6.com

Jokowi juga menegaskan banyak sejumlah menteri di jajaran Kabinet Kerja yang saat ini masih menjabat akan lanjut pada periode II. ”Menteri yang bertahan banyak. Ya nanti dilihatlah,” ujar dia.

Beragam spekulasi muncul menjelang penyusunan kabinet Jokowi-Ma’ruf. Ada wacana menteri muda dari kalangan milenial hingga partai-partai pendukung yang menyodorkan nama kader mereka agar masuk kabinet.

Pengamat komunikasi politik Universitas Mercu Buana Afdal Makkuraga mengatakan seharusnya Presiden Joko Widodo lebih bebas memilih menteri dan menyusun kabinetnya karena sudah tidak lagi terikat beban elektoral.

Menurut dia, Jokowi bisa menunjuk calon-calon menteri yang benar-benar berkompeten di bidangnya, bukan karena sodoran partai politik koalisi. ”Seharusnya nama-nama dari kalangan profesional seperti Menteri Susi Pudjiastuti bisa lebih banyak lagi berada di kabinet,” kata dia sebagaimana dikutip dari Antara.

Berkaca 4,5 tahun kinerja menteri di Kabinet Kerja, tidak sedikit menteri yang disebut memiliki segudang prestasi. Selain memiliki prestasi, ada juga sebutan menteri terpopuler.

Penghargaan Prestasi Tinggi Kabinet Kerja yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Nusantara (LKN) bersama Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) memberikan penghargaan kepada lima menteri yang disebut memiliki banyak prestasi.

Penghargaan itu diserahkan pada 24 April 2019. Lima menteri itu adalah Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Ketua LKN Samsul Hadi mengatakan penetapan prestasi tinggi yang dicapai Menpar Arief Yahya mempertimbangkan beberapa indikator. Di antaranya terus naiknya devisa sektor pariwisata dari tahun ke tahun dan semakin besarnya pariwisata menciptakan banyak kesempatan kerja yang menggerakkan ekonomi lokal.

Survei Kinerja Menteri

Sejumlah lembaga survei juga sempat merilis kinerja menteri terbaik di era Jokowi-JK. Sebagian besar survei itu dilakukan pada 2015-2017 lalu. Seperti pada November 2017 saat Populi Center merilis 10 menteri paling berprestasi.

Di urutan teratas ada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan 37,9%, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa 8,2% (Khofifah diganti Idrus Marham pada awal 2018), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani 7,1%.

Di urutan berikutnya Menteri Agama Lukman Hakim dan Menpora Imam Nahrawi. Kemudian Menkopolhukam Wiranto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Selain berprestasi ada juga lembaga yang merilis menteri terpopuler di media sosial. Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM Yogyakarta pada 1 Juli 2019 merilis menteri terpopuler di media sosial.

Riset merujuk pada beberapa platform digital seperti dari Twitter, Instagram, Google Trends, dan berita-berita daring. ”Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi menteri yang paling populer di kalangan Kabinet Kerja. Popularitas merujuk pada besarnya jumlah pengikut akun media sosial Instagram dan Twitter yang mencapai angka 3,29 juta pengikut. Menteri Keuangan Sri Mulyani menduduki peringkat kedua dengan 1,39 juta pengikut,” sebagaimana dikutip dari siaran pers CfDS Fisipol UGM Yogyakarta di laman cfds.fisipol.ugm.ac.id.

Meski spekulasi, prediksi, hingga survei bermunculan, namun pemilihan menteri berada di tangan Jokowi termasuk pula beragam pertimbangannya dari aspek politik hingga kinerja.

“Pastinya harapan kabinet baru ya paling tidak harus lebih bagus daripada sebelumnya,” sebut Jokowi beberapa waktu lalu.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.