Menanti Sentuhan Tangan Dingin Erick Thohir

Kepiawaian manajerial Erick Thohir sudah teruji lewat Asian Games 2018. Kini keandalan manajerial Erick kembali diuji dengan menaungi ratusan BUMN.

JEDA.ID–Kunci itu bernama kemegahan opening ceremony Asian Games 2018. Euforia masyarakat membuncah sampai prestasi para atlet Indonesia berkibar dan nama Erick Thohir pun kian bersinar.

Erick Thohir saat itu menjadi ”panglima” penyelenggaraan Asian Games 2018. Erick yang kini menjadi Menteri BUMN ini mengakui ada efek besar yang ditimbulkan dari kemegahan opening ceremony Asian Games di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 18 Agustus 2018.

”Saya rasa ada key factor [suksesnya Asian Games] yang penting. Opening kita yang luar biasa membuat masyarakat kita sangat percaya bahwa kita bangsa besar. Karena memang di opening itu kita selebrasi Indonesia untuk dunia, kita menunjukkan identitas kita untuk dunia,” kata Erick, beberapa waktu lalu, sebagaimana dilansir dari indonesia.go.id, Kamis (7/11/2019).

Kepiawaian manajerial Erick Thohir selaku Ketua Inasgoc diuji dalam Asian Games 2018. Persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 ini sesungguhnya terbilang singkat. Indonesia baru ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan olahraga terbesar di Asia ini setelah Vietnam mengundurkan diri.

Keputusan Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games ke-XVIII ini praktis baru diambil pada Maret 2016. Implikasinya hanya tersisa waktu hanya dua tahun tiga bulan.

Erick Thohir yang mengomandoi Inasgoc harus menyiapkan berbagai fasilitas dan saran pendukung untuk menggelar perhelatan kelas dunia ini.

Mulai dari renovasi venue, mempersiapkan atlet, hingga mengatasi berbagai masalah nonteknis, salah satunya adalah problem kemacetan di Jakarta.

Minimnya waktu persiapan ternyata bukanlah jadi rintangan karena Asian Games 2018 bsia dibilang sukses secara penyelenggaraan dan prestasi.

Indonesia masuk urutan sepuluh besar dan bahkan capaian prestasinya berhasil melampaui target dengan berada di peringkat keempat. Atlet Indonesia menyabet 31 emas, 24 perak 24, dan 43 perunggu.

Selepas Asian Games 2018, Erick Thohir didapuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Sebelumnya, Erick bsia dibilang tidak pernah secara langsung terlibat dalam ingar bingar politik.

Keluarga Pengusaha

Erick Thohir terlahir dari keluarga pengusaha yang tajir. Ia merupakan putra Teddy Thohir, salah satu pemilik grup Astra International. Garibaldi Thohir, kakak Erick Thohir juga tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Forbes mencatat Garibaldi “Boy” Thohir sebagai orang terkaya ke-16 di Indonesia dengan harta US$1,6 miliar atau setara Rp22,4 triliun.

Kendati terlahir dari keluarga kaya, namun kekayaan Erick Thohir konon bukan dari warisan orangtuanya, melainkan dari bisnis media dan entertainment.

Sebutlah beberapa unit usaha di bawah Mahaka Group. Bergerak di bidang penyiaran seperti Gen FM & Jak FM, stasiun televisi Jak TV, atau unit usaha media luar ruang seperti Mahaka Advertising.

Termasuk juga penerbitan seperti Harian Republika, Golf Digest Indonesia, dan tak kecuali di bidang digital juga dirambahnya melalui Rajakarcis.com. Selain mendirikan Mahaka Group, Erick juga memiliki bisnis di bidang olahraga.

Tak tanggung-tanggung Erick adalah pernah menjadi pemilik FC Internazionale Milano (Inter Milano), DC United, sampai klub bola basket NBA Philadelphia 76ers.

Pengalaman Erick mengelola banyak unit usaha yang berbeda-beda jelas membuat pria kelahiran Jakarta ini sudah pasti piawai soal manajerial.

Selain itu, juga sudah pasti memiliki kemampuan alamiah untuk bekerja dalam tingkat tekanan tinggi dan sekaligus secara multitasking. Tanpa itu, seluruh bisnisnya bakal berisiko gagal.

Erick Thohir yang pernah menjafi Ketua Umum Perbasi periode 2006-2010 dan Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (Seaba) 2006–2014 ini punya tantangan besar saat ditunjuk menjadi Menteri BUMN. Ada ratusan BUMN yang harus dikoordinasi oleh Erick.

Sahabat Sandiaga Uno ini mengakui tugas Menteri BUMN sangat berat. Apalagi peran BUMN sebagai lokomotif pembangunan di Indonesia sangat kontradiktif dengan prinsip korporasi yang berorientasi keuntungan.

”Kita harus menyadari bahwa kita merupakan agen perubahan bagi Indonesia sehingga kita harus memikirkan bagaimana kita bisa menjadi pusat kinerja bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Erick sebagaimana dikutip dari laman Kementerian BUMN.

Pemain Global

Erick bertekad meningkatkan kolaborasi agar BUMN Indonesia mampu menjadi pemain global. Menurut Erick, dengan membangun ekosistem yang sehat antar BUMN dengan semangat berkolaborasi satu sama lain maka menjadi pemain global lagi sekadar mimpi.

Mantan Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Erick Thohir adalah pembentukan holding yang merupakan program Presiden Joko Widodo.

”BUMN kalau tidak bersinergi itu seringkali berkompetisi yang akhirnya malah melemahkan kita semua,” ujar Rini.

Erick Thohir yang mumpuni secara manajerial ini pun akan berbagi kisah dalam event Diplomat Success Challenge ke-10 (DSCX) di De Tjolomadoe, Karanganyar, 16-17 November 2019. Acara ini siap menularkan semangat kewirausahaan kepada para peserta.

Edric Chandra selaku Program Initiator DSCX mengatakan acara ini dikemas dalam format big conference. Format ini memungkinkan para peserta untuk belajar melalui para pembicara-pembicara yang kompeten.

”Hampir ada 50 speaker dalam acara ini, masing masing akan berbagi pengalaman, tips, dan hal-hal yang berkaitan dengan wirausaha selama 40 menit. Para peserta bisa menyerap ilmu dari pembicara yang memiliki latar belakang berbeda-beda,” kata Edric sebagaimana dikutip dari laman Solopos.com.

Inspiring speaker yang dijadwalkan hadir adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, CEO PT Mahaka Adrian Syarkawi, serta CEO SKV Group Heera Syahir Karim Vasandani.

”Pengen usaha, atau sudah punya usaha tapi belum di ekosistem yg tepat, mari bergabung,” tutur Edric.

Tak hanya takshow atau workshop, acara ini juga menyediakan wadah bagi para pengusaha untuk memamerkan produk mereka. DSCX membatasi pameran produk ini sebanyak 100 usaha.

Bagi yang ingin beli tiket DSCX, nantinya akan tersedia dua kategori tiket yang bisa dipilih, yaitu gratis dan berbayar.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.