Keunikan 5 Kota Terkecil di Indonesia

Kota terkecil di Indonesia hanya memiliki luas sekitar 10,77 kilometer persegi atau hanya sekitar 6% dari luas DKI Jakarta.

JEDA.ID–Indonesia memiliki lebih dari 500 kabupaten dan kota yang tersebar di 34 provinsi. Luas wilayah tiap kabupaten dan kota di Indonesia itu pun beragam, ada yang terluas dan terkecil.

Berikut lima kota dengan luas terkecil di Indonesia yang memiliki keunikan masing-masing sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber Selasa (26/11/2019).

5. Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi

Kota yang berada di Sumatra Barat ini masuk dalam kota terkecil di Indonesia karena hanya memiliki luas 25,239 km persegi. Hanya ada 3 kecamatan di kota ini yaitu Guguk Panjang, Mandiangin Koto Selayan, dan Aur Birugo Tigo Baleh.

Mandiangin Koto Selayan menjadi kecamatan terluas karena mencapai 48% dari luas kota terkecil di Indonesia ini. Dengan luas kota yang tidak besar, jumlah PNS di kota ini juga tergolong sedikit yaitu 2.649 orang.

Pada 2018, Kota Bukittinggi dihuni sekitar 128.000 jiwa sehingga kepadatan penduduknya rata-rata 5.103 jiwa/km persegi. Bila dilihat adri komposisi usia penduduknya, rata-rata 100 penduduk usia produktif di kota terkecil di Indonesia ini akan menanggung sekitar 45-55 penduduk lansia.

Fakta Unik Pulau Bungin, Pulau Terpadat di Dunia

Jumlah penduduk yang berjenis kelamin perempuan jauh lebih banyak dibandingkan laki-laki dengan rasio 94,25%. BPS Kota Bukittinggi mencatat penyakit yang banyak terjadi di kota ini adalah obstetrik dengan 3.892 kejadian atau 10,59%, kemudian jantung dengan 1.958 kasus atau sekitar 5% dan terakhir adalah diare sekitar 2%.

Tindak kriminalitas di Kota Bukitttingi bisa dibilang cukup rendah. Selama 2018, ada 812 tindak kejahatan. Paling banyak adalah pencurian dengan pemberatan yaitu 200 kasus dan pencurian sepeda motor sebanyak 171 kasus.

4. Kota Padang Panjang

kota terkecil di Indonesia

Kota Padang Panjang

Masih di Sumatra Barat, Kota Padang Panjang layak disebut sebagai kota terkecil di Indonesia karena hanya memiliki luas 23 km persegi. Kota ini dihuni 52.994 jiwa pada 2018.

Kota Padang Panjang adalah kota dengan luas terkecil di Sumatra Barat dengan luas wilayah 2.300 hektare atau hanya 0,05 persen dari luas wilayah Sumatra Barat.

Di samping populer dengan julukan Kota Serambi Mekah, kota ini juga dikenal sebagai kota dengan curah hujan tinggi. Sepanjang tahun 2018 tercatat jumlah curah hujan 3.961,9 mm dengan jumlah hari hujan sebanyak 253 hari.

Kota ini hanya punya dua kecamatan dengan 16 kelurahan, yakni 8 kelurahan di Kecamatan Padang Panjang Barat dan 8 kelurahan di Kecamatan Padang Panjang Timur.

Kualitas pendidikan di Kota Padang Panjang pada 2018 tergolong baik. Di kota terkecil di Indonesia ini angka rata-rata lama sekolahnya tertinggi se-Sumatra Barat yaitu 11,44 tahun atau setara dengan kelas 2-3 SMA/sederajat.

Salah satu tujuan wisata andalan di kota ini adalah Minang Fantasi atau Mifan. Sepanjang 2018, lebih dari 160.000 berkunjung ke tempat wisata ini.

3. Kota Mojokerto

Kota Mojokerto

Kota Mojokerto

Kota Mojokerto di Jawa Timur berada di urutan ketiga sebagai kota terkecil di Indonesia.Kota Mojokerto yang terkenal dengan sebutan kota onde-onde ini memiliki luas wilayah 20,21 km persegi.

Kota ini punya 3 kecamatan yaitu Magersari yang menjadi terluas yaitu 8,08 km2 (40 %), Prajurit Kulon dengan luas 7,41 km2 (38 %), dan Kranggan dengan luas 4,72 km2 (22 %).

Membandingkan Tiket Objek Wisata Warisan Dunia di Indonesia

Pada 2018, kota ini dihuni sekitar 143.377 jiwa. Sebagai salah satu kota terkecil di Indonesia, 84% tanah di kota ini berupa bangunan dan pekarangan rumah.

Di Mojokerto, alun-alun yang terletak di pusat kota merupakan tempat rekreasi sekaligus sebagai sarana bersantai bagi keluarga di akhir pekan. Mulai pagi hari hingga malam hari, tempat ini tidak pemah sepi dari berbagai kegiatan.

2. Kota Magelang

kota terkecil di Indonesia

Kota Magelang

Kota terkecil di Jawa Tengah dan Indonesia ini hanya memiliki luas 18,54 km persegi. Luas kota ini hanya sekitar 0,06 persen dari luas wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Meski begitu Kota Magelang merupakan ibu kota eks Kariesidenan Kedu yang meliputi Kabupaten Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung dan Kota Magelang.

Sejak Januari 2007, wilayah administrasi Kota Magelang terbagi menjadi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Magelang Selatan, Kecamatan Magelang Tengah, dan Kecamatan Magelang Utara.

Pada 2018 jumlah penduduk Kota Magelang mencapai 121.872 jiwa yang terdiri dari 60.005 laki-laki dan 61.867 perempuan.Dengan luas wilayah 18,54 km persegi, Kota Magelang memiliki kepadatan 6.575, artinya dalam setiap 1 km persegi dihuni oleh 6.575 orang.

Kota terkecil di Indonesia ini memiliki potensi wisata yang kuat. Lanskap kota yang berada di antara gunung adalah salah satu keunggulan kompetitif. Di sisi barat kota akan terlihat kanvas alam yang dilukisi dengan keanggunan Gunung Sumbing.

Dari sisi timur, Gunung Merapi berdampingan dengan Gunung Merbabu. Keberadaan Gunung Tidar, sebuah bukit yang yang berada di jantung Kota Magelang, berfungsi sebagai paru-paru kota.

Bukit tersebut menjadi landmark Kota Magelang. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika Kota Magelang disebut sebagai Swiss-nya Indonesia.

1. Kota Sibolga

kota terkecil di Indonesia

Kota Sibolga

Kota Sibolga di Sumatra Utara menjadi kota terkecil di Indonesia. Berdasarkan data BPS Kota Sibolga, daerah ini hanya memiliki luas wilayah 10,77 km persegi atau 107.700 hektare yang terdiri atas 88.900 hektare di daratan di Pulau Sumatra dan 18.800 hektare daratan berupa kepulauan.

Kota ini hanya punya empat kecamatan yaitu Sibolga Selatan, Sibolga Sambas, Sibolga Utara, dan Sibolga Kota. Di kota ini kecamatan terkecilnya adalah Sibolga Sambas yang luasnya hanya 1,57 km persegi.

Diperkirakan penduduk kota terkecil di Indonesia ini dihuni sekitar 87.317 orang pada 2018. Dengan jumlah penduduk sebanyak itu, kepadatan penduduk di Kota Sibolga mencapai 8.107 orang/km persegi.

Jurassic Park di Wisata Sangiran Bisa Adopsi Theme Park Ini

Bahkan, khusus di Kecamatan Sibolga Sambas, kepadatan penduduknya menembus 13.114 orang/km persegi. Jumlah itu bukan angka kecil karena hampir setara dengan kepadatan penduduk di beberapa kota besar di Indonesia seperti Kota Jogja, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Di kota ini, populasi babi jauh lebih banyak dibandingkan dengan hewan ternak lainnya seperti sapi atau kambing. Tercatat ada 2.032 ekor babi pada 2018 allu atau jauh lebih banyak dibandingkan kambing sebanyak 161 ekor.

Luas kota ini yang tidak terlalu besar menjadikan panjang jalan nasional dan kabupaten hanya sekitar 65 km yaitu 9 km untuk jalan nasional dan 56 km jalan kota.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.