6 Kota di Luar Jawa akan Disulap Jadi Metropolitan

Enam kota di luar Jawa yang akan disulap menjadi metropolitan adalah Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Denpasar, ditambah Ibu kota baru di Kalimantan Timur.

JEDA.ID–Enam kota di luar Pulau Jawa akan digarap menjadi kota metropolitan. Langkah ini diambil agar urbanisasi bisa memberikan dampak kepada perkembangan ekonomi.

Enam kota di luar Jawa yang akan disulap menjadi metropolitan adalah Medan, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado, dan Denpasar, ditambah Ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan akan mendukung pengembangan kota-kota di luar Pulau Jawa.

”Dengan adanya pengembangan kota metropolitan tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih besar pada peningkatan PDB nasional,” kata Basuki sebagaimana dikutip dari laman Kementerian PUPR, Selasa (8/10/2019).

Mengutip kajian Bappenas, di Indonesia setiap pertumbuhan 1 persen penduduk perkotaan akan meningkatkan 1,4 persen PDB/kapita di Indonesia. Hal ini lebih rendah dari pertumbuhan Tiongkok.

Di Negeri Tirai Bambu itu setiap pertumbuhan 1 persen penduduk kota berkontribusi minimal 3 persen PDB/kapita ataupun di Asia Timur dan Pasifik sebesar 2.7 persen. Artinya Indonesia belum cukup efisien dan produktif dibanding negara-negara tetangga.

Bappenas memang tengah merancang pengembangan 10 kota metropolitan di Indonesia. Sepuluh kota metropolitan yang dikembangkan yaitu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi); Bandung, Jawa Barat; Surabaya, Jawa Timur; dan Semarang, Jawa Tengah.

Kemudian ada Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo) dan Patungagung (Palembang, Betung, Indralaya, Kayuagung), keduanya di Sumatra. Di Kalimantan ada Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala).

Pulau Dewata yang selama ini menjadi tujuan utama wisata punya Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan). Kemudian kota metropolitan di Sulawesi adalah Mamminasta (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar) dan Manado.

Ubah Perilaku

Pada Juni 2019 lalu, Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman sebesar $49,6 juta atau sekitar Rp700 miliar kepada pemerintah Indonesia untuk membiayai proyek pengembangan daerah perkotaan.

Basuki menyatakan pembangunan kota-kota metropolitan di luar Pulau Jawa untuk melanjutkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Dia mengatakan diperlukan pengelolaan urbanisasi secara optimal agar kota-kota metropolitan yang dikembangkan tersebut atraktif untuk investasi

Seiring dengan hal tersebut, dia mengatakan pemerintah tengah mengevaluasi dan merelaksasi semua aturan yang dinilai menghambat investasi.

Perkembangan kota dan urbanisasi telah mengubah perilaku dan perekonomian masyarakat setempat. Dia memberi contoh pembangunan Tol Trans-Jawa telah mengubah pola perilaku masyarakat. Kawasan industri baru bermunculan mulai dari Subang, Kendal, Ngawi hingga Pasuruan.

”Informasi dari Asian Development Bank [ADB] menunjukkan foto satelit Pulau Jawa di malam hari yang terangnya mengikuti pola jalan tol. Kawasan sepanjang koridor tol Trans-Jawa sudah menjadi engine of growth-nya Pulau Jawa,” ujar dia.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.