Astronom Harvard Sebut Kapal Alien Sempat Kunjungi Bumi, Begini Kronologinya

Sementara itu, kapal alien ini tidak pernah difoto secara close-up selama singgah di Bumi.

JEDA.ID-Kapal alien sempat mengunjungi Bumi pada 2017 silam. Fakta kapal alien sempat kunjungi Bumi itu diungkap astronom dari Harvard Avi Loeb dalam bukunya Extraterrestrial: The First Sign of Intelligent Life Beyond Earth.

Bagaimana kronologi kapal alien sempat kunjungi Bumi? Simak ulasannya di info teknologi ini. Selama ini kehidupan di luar angkasa memang selalu menarik rasa ingin tahu para peneliti, termasuk keberadaan alien atau makhluk luar angkasa.

“Pendekatan yang benar adalah dengan bersahaja dan berkata: ‘Kami tidak istimewa, ada banyak budaya lain di luar sana, dan kami hanya perlu menemukannya,” sebutnya dikutip dari Phys.org, Rabu (10/2/2021).

Pria berusia 58 tahun dan telah menerbitkan ratusan makalah dan berkolaborasi dengan orang-orang top seperti mendiang Stephen Hawking itu menyebut objek luar angkasa bernama Oumuamua atau pramuka dalam bahasa Hawaii sempat menyapa Bumi.

Baca Juga: Simak Nih 5 Fakta Unik Barongsai, Pertunjukkan Khas di Tahun Baru Imlek

Tepatnya pada Oktober 2017, para astronom mengamati sebuah objek yang bergerak begitu cepat dan mungkin berasal dari bintang lain atau melakukan lompatan antarbintang (interstellar).

Astronom berpendapat objek itu tidak tampak seperti batu biasa, karena setelah mengitari matahari, dia melaju dan menyimpang dari lintasan yang diharapkan dan didorong oleh kekuatan misterius.

Awalnya para astronom mengira itu hanyalah komet yang identik dengan mengeluarkan gas dan puing-puing. Namun setelah diamati, objek ini tidak melakukan pelepasan gas. Objek itu juga jatuh dengan cara yang aneh.
Dari pengamatan pun objek tersebut terlihat sesekali menjadi lebih terang, lebih redup, dan sangat bercahaya. Kemungkinan benda itu terbuat dari logam terang.

Untuk menjelaskan apa yang terjadi, para astronom harus membuat teori baru. Misalnya menduga bahwa objek terbuat dari es hidrogen dan oleh karena itu tidak memiliki jejak yang terlihat atau ia hancur menjadi awan debu.

“Ide-ide yang muncul untuk menjelaskan sifat spesifik Oumuamua selalu melibatkan sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” ujar Loeb seperti dikutip dari Bisnis.com.

Sementara itu, kapal alien ini tidak pernah difoto secara close-up selama singgah di Bumi. Loeb mengatakan para astronom hanya mengetahui keberadaannya begitu sudah dalam perjalanan keluar dari tata surya kita.

Ada dua bentuk yang sesuai dengan kekhasan yang diamati yakni panjang dan tipis seperti cerutu atau pipih dan bundar seperti panekuk, hampir setipis silet. Loeb mengatakan simulasi mendukung yang terakhir, dan percaya objek itu sengaja dibuat sebagai layar cahaya yang didorong oleh radiasi bintang.

Baca Juga: 4 Hewan Ini Diduga Pembawa Covid-19, Apa Sajakah?

Keanehan lainnya adalah cara benda itu bergerak. Sebelum berjumpa dengan Matahari, Oumuamua sedang relatif diam terhadap bintang-bintang terdekat, secara statistik sangat jarang. Daripada menganggapnya sebagai kapal yang meluncur di luar angkasa, dari sudut pandang objek, tata surya kita menabraknya.

“Mungkin Oumuamua seperti pelampung yang beristirahat di hamparan alam semesta. Seperti kabel perjalanan yang ditinggalkan makhluk cerdas, menunggu untuk dipicu oleh sistem bintang,” tutur Loeb.

Kendati demikian, pendapat Loeb tentang kapal alien sempat kunjungi Bumi ini tidak sepenuhnya diamini seluruh astronom. Menulis di Forbes, astrofisikawan Ethan Siegel menyebut Loeb sebagai ilmuwan yang pernah dihormati, setelah gagal meyakinkan rekan-rekannya tentang argumennya.

Loeb sempat memprotes sebuah “budaya penindasan” di akademi yang menghukum mereka yang mempertanyakan ortodoksi, seperti halnya Galileo dihukum ketika dia menyatakan bahwa Bumi bukan pusat alam semesta.

Dibandingkan dengan cabang fisika teoretis yang spekulatif namun dihormati seperti mencari materi gelap atau multiverse, katanya, pencarian kehidupan alien adalah jalan yang jauh lebih masuk akal untuk dikejar.

Itulah mengapa Loeb mendorong cabang baru astronomi, “arkeologi luar angkasa”, untuk berburu tanda tangan biologis dan teknologi makhluk luar angkasa.

“Jika kita menemukan bukti untuk teknologi yang membutuhkan waktu jutaan tahun untuk berkembang, maka kita bisa mendapatkan jalan pintas ke dalam teknologi ini, kita bisa menerapkannya di Bumi,” kata Loeb, yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah pertanian Israel membaca filosofi kehidupan dan mempertanyakannya itu.

Baca Juga: 4 Negara Ini Diduga Asal-Usul Corona, Bukan Hanya China

Penemuan seperti ini, menurutnya, juga bisa memberi rasa yang sama bahwa makhluk luar angkasa juga makhluk hidup. “Daripada bertarung satu sama lain seperti yang sering dilakukan negara, kami mungkin akan bekerja sama,” tukasnya.

Rasa ingin tahu terhadap terhadap kehidupan lain di luar angkasa juga dimiliki para ilmuwan China. National Astronomical Observatories of China (NAOC) memberi kesempatan ilmuwan asing untuk memanfaatkan teleskop radio China, FAST mulai April 2021.

China Ikut Berburu Alien

Five-hundred-meter Aperture Spherical Telescope (FAST) adalah observatorium radio terbesar di dunia. Sejatinya sejak Januari tahun lalu teleskop ini sudah beroperasi namun hanya untuk para ilmuwan di China.

(NAOC) mengatakan ilmuwan internasional yang ingin menggunakan teleskop ini bisa melakukan pemesanan online pada April 2021. Kendati demikian, slot waktu yang diberikan hanya 10 persen karena sisanya dimanfaatkan ilmuwan China.

Mengutip Express UK, Selasa (5/1/2021), media setempat, Xinhua menyebut selain menjadi teleskop radio piringan terbesar di dunia, FAST juga dianggap yang paling sensitif.

Terletak di provinsi Guizhou China barat daya, FAST diharapkan dapat membantu para ilmuwan mencari semburan gelombang radio cepat atau fast radio bursts (FRB), sebuah fenomena kosmik yang terkadang dikaitkan dengan potensi aktivitas alien.

FRB, adalah kilatan sinyal radio yang cepat dan kuat yang datang dari luar angkasa. Mereka terbukti misterius sejak sinyal seperti itu pertama kali terdeteksi pada 2007.

Sejak itu yang lain muncul. Satu, yang terdeteksi oleh astronom di proyek deteksi CHIME Universitas Toronto, menjadi berita utama tahun lalu.

Mahasiswa doktoral Dongzi Li menemukan satu FRB tertentu yang melintas menuju Bumi selama empat hari, diikuti oleh 12 hari libur. Pola itu berulang selama berbulan-bulan. Para ilmuwan melacak sinyal ke galaksi yang berjarak sekitar 500 juta tahun cahaya, mengajukan sejumlah teori tentang kemungkinan sumbernya.

Avi Loeb  menghubungkan FRB yang jauh dengan objek kosmik yang lebih dekat, Proxima Centauri, bintang yang paling dekat dengan matahari. Mereka menyarankan sebuah planet yang mengorbit bintang ini dapat memancarkan sinyal ke Bumi secara berkala.

Namun Vikram Ravi, profesor astronomi lainnya, skeptis dengan kesimpulan ini. Sinyalnya cukup broadband. “Sedangkan jauh lebih efisien untuk berkomunikasi dalam jalur sempit,” sebutnya.

Baca Juga: 5 Shio Ini Bakal Beruntung di Tahun Kerbau Logam 2021

Dia menambahkan sinyal kemungkinan akan lebih terdefinisi dengan baik jika memiliki sumber yang cerdas.

FAST juga dapat membantu mencari gelombang gravitasi, yang diperkirakan telah terdeteksi pertama kali pada 2015. Gelombang gravitasi diprediksi oleh Albert Einstein, dan pendeteksiannya dipandang sebagai pencapaian besar bagi fisikawan.

Menurut NASA, gelombang ini pada dasarnya adalah “riak” di luar angkasa yang disebabkan oleh dua benda yang sangat masif, seperti lubang hitam, bertabrakan atau lewat dekat satu sama lain.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.