• Tue, 25 January 2022

Breaking News :

Siapa Pemilik Satelit Terbanyak di Luar Angkasa?

Menurut laporan dari workshop Satellite Constellations 1 (Satcon1) konstelasi ribuan satelit yang terlihat sangat cerah bisa mengubah astronomi.

JEDA.ID-Di luar angkasa ada banyak sekali satelit, yang menjadi pertanyaan siapakah pemilik satelit terbanyak? Ternyata bukan negara yang terdaftar sebagai pemilik satelit terbanyak di luar angkasa, melainkan perusahaan.

Info teknologi kali ini membahas tentang siapakah pemilik satelit terbanyak di luar angkasa. Namun ada juga kritikan pedas terhadap pemilik satelit terbanyak ini karena dikhawatirkan bisa mengubah astronomi. Asal tahu saja nih tak hanya meluncurkan satelit pesanan, SpaceX yang dikomandoi Elon Musk juga banyak melesatkan satelit sendiri. Bahkan dalam data terbaru, Elon Musk jadi pemilik satelit terbanyak yang saat ini ada di luar angkasa.

Dikutip dari Independent dan detikcom, Rabu (3/2/2021), minggu ini ada 60 unit satelit Starlink akan dilesatkan oleh roket SpaceX. Itu membuat jumlah roket Starlink di orbit telah mencapai lebih dari seribu.

Satelit Starlink ini adalah bagian dari ambisi Elon Musk dan SpaceX untuk menciptakan konstelasi sekitar 40 ribu satelit di orbit. Tujuannya adalah memancarkan internet kecepatan tinggi ke Bumi untuk nantinya dikomersialkan
Analisis dari pelacak satelit Celestrak mengungkap bahwa seluruh satelit Starlink yang telah mengorbit mencakup 27,3% dari seluruh satelit yang ada di antariksa. Data ini diperbaharui terakhir pada 1 Februari 2021.

Baca Juga: Tanda Tangan Digital Makin Penting, Ini Alasannya

Selain Starlink, beberapa perusahaan lain berbisnis pada bidang sejenis yakni memancarkan Internet dari langit. Salah satunya OneWeb yang didanai oleh Softbank sebagai pesaing terdekat.

Saking banyaknya satelit diluncurkan, Starlink dan Elon Musk mendapatkan kritikan. Menurut laporan dari workshop Satellite Constellations 1 (Satcon1) konstelasi ribuan satelit yang terlihat sangat cerah bisa mengubah astronomi serta mempengaruhi langit malam untuk stargazer di seluruh dunia.

“Kami menemukan bahwa kasus terburuk desain konstelasi terbukti sangat berdampak pada program sains yang paling terpengaruh,” tulis laporan tersebut.

Bahkan disebutkan hanya ada satu pendekatan dalam laporan tersebut yang bisa mengatasi masalah ini hingga ke akarnya, yaitu dengan tidak meluncurkan satelit.

“Luncurkan lebih sedikit atau tidak satupun satelit LEO (orbit rendah Bumi). Betapapun tidak praktis atau tidak mungkin, ini adalah satu-satunya opsi yang teridentifikasi bisa mencapai nol dampak pada astronomi,” jelas laporan tersebut. Jadi bagaimana Elon Musk?

Baca Juga: Lecet di Selangkangan Saat Bersepeda, Begini Cara Mengatasinya

Elon Musk memang sangat terobsesi dengan kehidupan luar angkasa, bahkan dia telah lama bermimpi untuk membangun koloni manusia di Planet Mars. Tapi ia baru-baru ini mengeluh manusia tidak akan bisa ke Mars, ada apa?

Keluhan itu disampaikan Musk dalam cuitannya pada akhir pekan lalu. Rupanya ini adalah buah dari kekecewaannya dengan Federal Aviation Authorities (FAA) yang tidak mengizinkan SpaceX menguji coba prototipe roket Starship SN9 yang dijadwalkan pada 28 Januari lalu.

“Tidak seperti divisi pesawat terbangnya, yang baik-baik saja, divisi antariksa FAA memiliki struktur regulasi yang rusak secara fundamental,” tulis Musk dalam cuitannya, seperti dikutip dari Sky News, Selasa (2/2/2021).

“Aturan mereka dimaksudkan untuk beberapa peluncuran per tahun dari beberapa fasilitas pemerintah. Di bawah aturan itu, umat manusia tidak akan pernah sampai ke Mars,” sambungnya.
Untuk diketahui, peran FAA dalam peluncuran ke luar angkasa adalah untuk melarang lalu lintas penerbangan komersial di dekat area peluncuran dan memberikan lampu hijau bagi roket untuk diluncurkan.

Perselisihan antara Musk dan FAA dimulai setelah uji coba roket Starship SN8 yang dilakukan bulan Desember lalu. Uji coba ketinggian tersebut berlangsung dengan lancar, tapi proses pendaratannya berakhir dengan ledakan besar.

Karena insiden ledakan dan dugaan pelanggaran lisensi, FAA langsung meluncurkan investigasi formal. FAA tidak mengungkap bagian peluncuran apa yang melanggar lisensinya.

Setelah itu, FAA mengumumkan uji coba Starship SN9 yang dijadwalkan pada 28 Januari harus ditunda. Hal ini yang menyebabkan CEO SpaceX dan Tesla tersebut mengeluh lewat Twitter.

Baca Juga: Satelit Telkom-3 Jatuh ke Bumi Setelah Hilang Hampir 9 Tahun

Meski masih bermasalah dengan FAA, SpaceX tetap terus maju meski belum mendapatkan izin terbang. Beberapa hari setelah dilarang terbang, dua versi roket Starship terlihat berdiri menunggu untuk diluncurkan di fasilitas milik SpaceX di Boca Chica, Texas.

Sementara itu, beberapa hari setelah mengeluh di Twitter Musk tampaknya sudah mulai optimis soal misi mengirimkan manusia ke Mars. Saat berbicara di platform media sosial Clubhouse, Musk mengatakan mengulang kembali prediksinya bahwa perjalanan perdana manusia ke Mars akan dicapai pada tahun 2026.

Ia mengatakan akan ada banyak masalah teknologi yang harus diselesaikan dalam beberapa tahun ke depan dan perjalanan ini akan sulit bagi orang-orang pertama yang menjadi pionir.

“Hal yang penting adalah kita membangun Mars sebagai peradaban yang mandiri,” kata Musk saat berbicara di Clubhouse.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.