Hyperloop, Moda Transportasi Massal Masa Depan?

Saat ini ada lima perusahaan yang rutin melakukan uji coba hyperloop.

JEDA.ID-Sistem transportasi massal masa depan akan semakin canggih sejak konsep hyperloop diperkenalkan pada 2013. Bentuk hyperloop seperti kereta dan konon kecepatannya tembus 1.000 km/jam.

Seperti apakah hyperloop yang digadang-gadang jadi moda transportasi massal masa depan ini? Simak kisah dan faktanya di info teknologi kali ini.

Dikutip dari Detik.com, Sabtu (27/2/2021), adalah miliuner teknologi Elon Musk yang kali pertama memperkenalkan konsep sistem transportasi ini. Hyperloop bergerak dengan menciptakan tekanan rendah yang memungkinkan kapsul bergerak dengan kecepatan yang amat tinggi.

Infrastruktur hyperloop berupa jalur khusus dengan wujud semacam pipa raksasa, serta sebuah kapsul di dalamnya untuk mengangkut penumpang atau kargo. Nah, pipa raksasa tersebut dibuat mendekati vakum atau hampa udara yang menjadi kunci mengapa kapsul hyperloop bisa melaju sangat kencang.

Baca Juga: Lansia dengan Penyakit Ini Wajib Periksa Dulu Sebelum Suntik Vaksin Covid-19

Sebabnya, dengan tipisnya kepadatan udara di dalam pipa akan sangat meminimalkan gesekan antara kapsul dan udara di dalam pipa tersebut. Maka secara teori, hyperloop diklaim akan menembus kecepatan hingga setara 1.207 km per jam, jauh lebih cepat dari pesawat terbang.

Saat ini, pemain utama yang bergerak di pasar teknologi hyperloop adalah SpaceX milik Elon Musk tentu saja, lalu ada Hyperloop Transportation Technologies, Hyperloop One, TransPod, dan Virgin Hyperloop.

Kelima perusahaan ini rutin melakukan uji coba hyperloop. Berbagai negara pun sudah berminat untuk mengimplementasikan hyperloop di masa depan. Hyperloop Transportation Technologies misalnya, pada 2017 mengumumkan akan menghadirkan hyperloop di AS, Slowakia, Abu Dhabi, Republik Ceko, India, Brasil, Korea Selatan, dan Indonesia.

Prototipe hyperloop diujicoba

Setelah penumpang pertama di dunia menjajalnya menaiki kapsul besutan Virgin Hyperloop, prototipe kereta masa depan itu diuji coba di Korea Selatan dan mencetak kecepatan 1.000 kilometer per jam.
The Korean Railroad Research Institute (Korail) sebagai perusahaan pengujinya menyebut bahwa kapsul itu berjalan dalam kondisi vakum dan mencapai kecepatan 1.019 kilometer per jam.

Baca Juga: Aplikasi VTube Hilang dari Playstore, Perbaikan atau Diblokir? Berikut Ini Faktanya

Belum lama ini, sebuah perusahaan berbasis Amerika Serikat, Virgin Hyperloop, sudah mulai melakukan pengetesan. Kali ini mereka memberi kesempatan penumpang untuk menjajal bagaimana rasanya duduk di sebuah kapsul atau pods yang sanggup menembus kecepatan sampai 1.000 km per jam.

Satu kapsul tanpa jendela yang melaju dengan kecepatan tinggi dalam pipa bertekanan bisa menampung 28 orang. Interiornya sangat mewah, mirip lounge di bandara. Di dalamnya, orang tidak akan merasa guncangan. Bahkan gelas kopi pun takkan tumpah meski kapsul tengah melaju di kecepatan 1.078 km per jam.

CEO Virgin Hyperloop Jay Walder kepada CNN mengatakan, perusahaannya tidak hanya memikirkan teknologi, tapi juga bagaimana pengalaman penumpang saat menggunakan hyperloop.

“Kami menggabungkan kecepatan pesawat yang bisa melaju sampai 1.000 km per jam, fleksibilitas sebuah mobil, dan kapasitas dari transportasi massal. Kalau semua itu digabungkan itu menarik,” ujarnya.

Tidak seperti pesawat terbang yang bisa mengalami turbulensi di udara, kapsul hyperloop berada dalam lingkungan yang terkontrol. Kapsul di dalam pipa didesain untuk mengambang, baik dengan metode bantalan udara atau dengan teknologi magnetis. Hyperloop pada dasarnya memang mirip dengan kereta jenis maglev, hanya saja karena tidak terhalang oleh tekanan udara, kecepatannya jauh lebih tinggi.

“Penumpang bisa merasa tenang, bisa menggunakan waktu dan ketika sampai di destinasi, anda berada di kota yang jauhnya 100-200 mil dengan waktu yang lebih sedikit dibandingkan kita naik mobil,” ujarnya.

Dari sisi biaya, Walder mengatakan tarifnya bisa diadu dengan tarif tiket pesawat terbang atau biaya berkendara dengan mobil. Tarifnya memang bakal bervariasi tergantung pada rute yang tepat, sebuah studi baru-baru ini di Ohio menemukan bahwa tarif hyperloop lebih mirip dengan biaya mengemudi mobil, daripada terbang naik pesawat.

Baca Juga: Catat, Ini Persyaratan untuk Dapat Kompensasi atas KIPI Vaksin Covid-19

“Saya senang memikirkan hal ini, saat anda keluar dari hyperloop, anda mengambil sepeda dari tempat bike sharing dan menuju tempat yang anda inginkan,” ujarnya.

Dikutip dari Independent, belum lama ini, uji coba ini dilakukan dengan kapsul hyperloop skala yang sebenarnya juga dilakukan di Korsel. Top speed tertinggi sebelumnya juga dicapai Korail dengan 714 kilometer per jam.

Korsel sendiri mencanangkan target dapat mengoperasikan jaringan hyperloop pada 2024. Karena begitu cepat, lebih cepat dari pesawat, maka waktu perjalanan antar kota bisa sangat dipersingkat.

Sementara Virgin Hyperloop sendiri baru saja mengujicoba produknya dengan penumpang ada di dalamnya. Uji coba yang digelar di Las Vegas ini mencapai kecepatan 172 kilometer per jam.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.