WHO Ungkap Efek Samping Vaksin Covid-19, Apa Saja?

Selain efek samping vaksin yang telah dikenal, para penerima vaksin Covid-19 juga bisa mengalami reaksi alergi parah yaitu anafilaksis.

JEDA.ID-Saat ini Indonesia sedang berfokus pada petugas kesehatan dan juga para pekerja publik untuk divaksinasi. Namun, masih banyak orang yang khawatir akan efek samping dari vaksin Covid-19 yang digunakan.

Pasalnya sejumlah orang yang telah divaksin melaporkan efek samping dari vaksin Covid-19.  Dikutip dari berbagai sumber, efek samping vaksin Covid-19 sangat beragam mulai dari kelelahan hingga muncul gejala mirip kanker payudara. Waduh!

Nah, simak ulasan selengkapnya di tips kesehatan dan info sehat kali ini. Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas pengatur akan terus memantau penggunaan vaksin Covid-19, untuk memastikan bahwa semua berjalan dengan aman.

Baca Juga: Dikhianati Pasangan? Ini Pelajaran yang Bisa Diambil dan Dipetik

Dikutip dari laman resmi WHO, vaksin Covid-19 memang bisa menyebabkan efek samping seperti vaksin pada umumnya yaitu demam ringan, nyeri, atau kemerahan di tempat suntikan. Sebagian besar reaksi ringan akibat vaksin bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Tetapi, tidak menutup kemungkinan jika efek samping yang lebih serius dan bertahan lama bisa terjadi, meski jarang. Untuk mencegahnya terjadi, vaksin akan terus dipantau untuk mendeteksi efek samping apa saja yang akan muncul.

Efek samping yang muncul bisa berbeda-beda, tergantung vaksin Covid-19 yang digunakan. Berikut ini beberapa efek samping yang seringkali dilaporkan dari vaksin Covid-19, seperti melansir detikcom, Senin (22/2/2021).

– Demam
– Kelelahan
– Sakit kepala
– Nyeri otot
– Menggigil
– Diare
– Nyeri di tempat suntikan

Selain efek samping vaksin yang telah dikenal, para penerima vaksin Covid-19 juga bisa mengalami reaksi alergi parah yaitu anafilaksis. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang memang memiliki reaksi alergi terhadap dosis vaksin sebelumnya atau salah satu komponen yang ada di dalam vaksin.

Baca Juga: CT Value Tinggi Bukan Berarti Bebas Covid-19, Ini Penjelasannya

Adapun beberapa orang dengan kondisi tertentu yang juga tidak bisa divaksin, tentunya untuk menghindari terjadinya kemungkinan efek samping seperti:

– Jika memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap bahan apapun dari vaksin Covid-19.

– Jika sedang sakit atau mengalami gejala Covid-19. Orang tersebut bisa mendapatkan vaksin setelah gejala-gejala tersebut sudah teratasi atau sembuh.

Meski begitu, setiap vaksin Covid-19 mungkin memiliki kriteria khusus untuk menentukan kondisi apa saja yang bisa menerima suntikan vaksin. Hal ini perlu diteliti lebih lanjut lagi, demi keamanan dan kemanjuran vaksin Covid-19.

Tetapi para ahli ingin masyarakat menyadari bahwa satu efek samping vaksin dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan tanda peringatan kanker payudara. Baik vaksin Corona Pfizer dan Moderna dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di ketiak di sisi tempat suntikan dilakukan. Beberapa wanita merasakan adanya benjolan di sekitar dan salah mengira itu sebagai tanda kanker payudara.

Dikutip dari WebMD, Society of Breast Imaging, organisasi pencitraan payudara di Amerika Serikat, menyarankan jangan menjalani mammogram dalam empat minggu setelah vaksin.

Berdasarkan surat edaran mereka, wanita dapat mengalami pembengkakan dan benjolan kelenjar getah bening di ketiak (adenopati ketiak) yang dapat disalah artikan sebagai tanda kanker payudara.

Sekitar 11,6 persen wanita yang menerima vaksin Moderna mengalami pembengkakan atau nyeri setelah suntikan kedua. SBI menduga tingkat kejadian sebenarnya dari adenopati ketiak lebih tinggi. Artinya, kemungkinan ada banyak wanita yang mengalami efek samping ini tetapi tidak melaporkannya atau memperhatikannya.

Baca Juga: Emas Aman Dimakan, Ini 5 Fakta Menarik Edible Gold

Serangkaian laporan kasus yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Clinical Imaging merinci empat wanita yang mendapat vaksin Covid-19 dan kemudian menjalani pemeriksaan payudara.

Beberapa khawatir mereka mungkin menderita kanker payudara. Misalnya, seorang wanita berusia 59 tahun dengan riwayat keluarga kanker payudara menerima USG yang ditargetkan untuk mengevaluasi benjolan di ketiak kirinya, sembilan hari setelah mendapatkan vaksin Pfizer, menurut laporan dari tim di departemen radiologi di Weill Cornell di NewYork-Presbyterian di New York City.

Sementara itu Aubrey Lewis, seorang perawat di Rumah Sakit Universitas di Cleveland, mengatakan kepada ABC News bahwa dia awalnya tidak memiliki efek samping pada vaksin Moderna, tetapi setelah beberapa hari ditemukan pembengkakan di salah satu kelenjar getah beningnya.

Para ahli menyebut efek samping itu tidak serius. Selama periode waktu tertentu, bengkak di area tersebut akan kembali ke ukuran normal dan pembengkakan jaringan lunak akan hilang.

Baca Juga: Bolehkah Pakai Dobel Masker Medis? Begini Penjelasannya

“Pembengkakan kelenjar getah bening pasca vaksin biasa terjadi dan tidak berbahaya. Namun bisa memicu positif palsu pada mammogram, meningkatkan kebutuhan untuk pengujian lebih lanjut yang tidak perlu,” kata Direktur Medis Pusat Perawatan Payudara Pusat Medis Intermountain di Murray, Utah, Brett Parkinson, Senin (22/2/2021).

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.