Tutup Iklan

Waspada! Pasca Libur Lebaran Kasus Covid-19 Bisa Melonjak 30-80%

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus Covid-19 di Tanah Air berpotensi meningkat pasca libur Lebaran 2021.

JEDA.ID — Pasca libur Lebaran 2021 kasus Covid-19 di Indonesia berpotensi menglami kenaikan.

Bahkan, menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa momen libur panjang, seperti Lebaran berpotensi meningkatkan kasus Covid-19 sebanyak 30-80 persen.

Baca Juga: TKP Perahu Terbalik Waduk Kedung Ombo Simpan Kisah Misteri yang Legendaris

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia memastikan ketersediaan tempat tidur untuk isolasi pasien Covid-19 di daerah. Ia menjelaskan hingga saat ini, secara keseluruhan tersedia 70.000 tempat tidur pasien Covid-19 dengan tingkat keterisian 20.000.

“Jadi masih ada buffer cadangan sebanyak 50 ribu atau 250 persen dari keterisian tempat tidur isolasi,” jelas dia, seperti dikabarkan Solopos.com pada Selasa (18/5/2021).

Baca Juga: Cara Mudah Mengatasi Kolesterol Naik Setelah Lebaran

Sedangkan untuk ICU, Menkes Budi menyebut, Indonesia memiliki 7.500 tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19. Hingga Minggu (16/5/2021) yang sudah terisi sebanyak 2.500 kamar.

“Mudah-mudahan pasca Lebaran libur panjang kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan untuk tempat tidur baik isolasi maupun ICU tidak usah sampai penuh,” harapan Budi.

Baca Juga: Intip Yuk Gaji Gibran sebagai Wali Kota Solo, Gede Enggak ya?

Dia juga memastikan, obat-obatan juga dilengkapi dan stok-stok obat-obatan di rumah sakit diisi. Demikian juga tenaga-tenaga kesehatan sudah dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran.

Mutasi Baru Covid-19 di Jawa Timur

Tak hanya kasus COvid-19 yang berpotensi naik pasca Lebaran, Budi Gunadi Sadikin juga menyinggung soal mutasi baru dua Covid-19 di Jawa Timur.

Ia meminta semua pihak untuk meningkatkan pelacakan terhadap pasien positif Covid-19 tersebut.

Baca Juga: Akal-akalan Pemudik, Ada yang Nekat Naik Ambulans

Dua mutasi virus tersebut teridentifikasi berasal dari Afrika Selatan dan yang lainnya dari London yang dibawa pekerjaan migran Indonesia yang datang dari Malaysia.

“Tingkat penularan dari dua mutasi virus ini lebih cepat jika dibandingkan dengan sebelumnya,” katanya.

Baca Juga: Efikasi Vaksin Sinopharm 78,02 Persen, Adakah Efek Sampingnya?

Baca Juga: Deretan Tragedi Kapal Selam Hilang, Ada yang Berhasil Ditemukan

 

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.