Waktu yang Dianjurkan untuk Mencukur Bulu Kemaluan Menurut Islam, Kapan?

Kapan sih waktu yang dianjurkan untuk mencukur bulu kemaluan menurut Islam? Ini jawaban dan penjelasan dari Nahdlatul Ulama.

JEDA.ID — Kira-kira kapan waktu yang dianjurkan untuk mencukur bulu kemaluan menurut Islam?

eperti yang diketahui, rambut kemaluan yang sudah panjang tentunya akan menganggu kenyamanan Anda.

Baca Juga: Rokok vs Vape, Mana yang Lebih Bahaya?

Tak hanya menganggu kenyamanan, rambut kemaluan yang jarang dicukur dan dibiarkan memanjang bisa menjadi sarang bakteri hlo. Bahkan dalam Islam membersihkan bulu kemaluan hukumnya sunah.

Tetapi, kapan kira-kira waktu yng dianjurkan untuk membersihkan bulu kemaluan menurut agama Islam?

Baca Juga: Makanan Ini Dijuluki Dewanya Mi Ayam di Kota Solo, Ini Istimewanya

Dijelaskan dalam situs resmi Nahdlatul Ulama atau NU, waktu yang pas atau terbaik mencabut atau mencukur bulu kemaluan berbede-beda setiap orang. Pasalnya, ada yang cepat panjang, ada yang lama.

Akan tetapi, bulu kemaluan jangan dibiarkan sampai melebihi 40 hari. Hal ini didasarkan kepada salah satu sabda Rasulullah SAW berikut ini,

Dari Anas Bin Malik RA ia berkata, ‘Kami diberi batas waktu (oleh Rasulullah SAW) dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, dan mencabut bulu agar kami tidak membiarkannya lebih dari empat puluh malam.’” (HR Muslim).

Baca Juga: Bingung Masak Makanan Apa Pas Idul Adha? Coba Deh Baca Ini!

Tata Cara Mencukur Bulu Kemaluan

Bukan hanya soal waktu yang dianjurkan, umat muslim juga harus memperhatikan tata cara membersihkan bulu kemaluan. Dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala syarhil Khathib dijelaskan mencukur rambut kemaluan dikhususkan untuk laki-laki.

Sementara itu, perempuan sebaiknya adalah mencabut bulu kemaluan. Para ulama berpendapat dengan cara seperti itu bisa mengendalikan syahwat perempuan. Sedangkan jika dengan mencukur rambut kemaluan laki-laki bisa menguatkannya.

Baca Juga: Adakah Hukum yang Mengatur Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha?

Namun, ada pula pendapat yang dikemukakan oleh Madzhab Maliki, mencabut bulu kemaluan bagi perempuan ternyata bisa melembutkan bagian intimnya.

Yang paling afdhal bagi laki-laki adalah mencukur bulu kemaluan, sedangkan bagi perempuan adalah mencabutnya. Para ulama berkata tentang hikmahnya, ‘Bahwa mencabut bulu kemaluan itu bisa mengendalikan syahwat, sedang mencukurnya itu bisa menguatkan syahwat. Berbeda dengan ulama dari kalangan Madzhab Maliki, mereka menyatakan; ‘Karena mencabut bulu kemaluan (bagi perempuan) itu bisa melembutkan kemaluannya.” (Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khathib).

 

 

Ditulis oleh : Nugroho Meidinata

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.