Tetap Jadi Menteri PUPR, Begini Gaya Nyentrik dan Sederhana Basuki Hadimuljono

Basuki Hadimuljono mengaku diminta Presiden Jokowi melanjutkan posisinya sebagai Menteri PUPR. Basuki melanjutkan program infrastruktur di periode kedua Jokowi.

JEDA.ID— Basuki Hadimuljono mengaku diminta Presiden Jokowi melanjutkan posisinya sebagai Menteri PUPR. Basuki melanjutkan program infrastruktur di periode kedua Jokowi.

“Pertama beliau menyampaikan untuk bisa melanjutkan pembangunan infrastruktur seperti yang beliau sampaikan dalam visi kedua, meng-konekkan apa yang sudah dibangun dengan kawasan khusus, pariwisata, kawasan industri,” kata Basuki di Istana, Selasa (22/10/2019) seperti dilansir detikcom.

Kelanjutan pembangunan infrastruktur menurut Basuki sesuai dengan visi kedua Presiden Jokowi yakni membuat wilayah terkoneksi termasuk di kawasan pariwisata.  Ada 5 poin yang jadi fokus pemerintahan Jokowi yang disampaikan dalam pidato usai pelantikan. Salah satunya infrastruktur berkelanjutan.

Pekerja Lapangan

Sebelum menjabat menteri, Basuki Hadimuljono merupakan pegawai negeri dengan banyak prestasi. Ia dikenal seorang pekerja lapangan dan mengusai medan pekerjaannya. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 5 November 1954, merupakanh anak ke empat dari delapan bersaudara. Ayahnya adalah seorang tentara dari Angkatan Darat. Tempat tinggal Basuki saat kecil sering pindah-pindah mengikuti tugas ayahnya.

Basuki menyelesaikan Sekolah Dasarnya di Palembang, Sumatra Selatan. SMP-nya juga di Palembang, tapi sebelum lulus, ia harus pindah ke Papua dan menyelesaikannya di sana. Begitu juga dengan SMA-nya. Basuki menamatkanya tidak di Papua, tetapi di SMA Negeri 5 Surabaya, Jawa Timur.

Setelah lulus SMA, ia kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Basuki mengambil jurusan teknik geologi dan meraih gelar insinyur pada usia 25 tahun. Berbekal gelar insinyur ia memilih menjadi pegawai negeri sipil di kementrian pekerjaan umum.

Dia lantas mendapat beasiswa untuk melanjutkan jenjang magister dan doktor di Colorado State University, USA. Pada usia 35 tahun meraih master dan doktornya pada usia 38 tahun.

Pada usia 41 tahun dia dinobatkan pegawai teladan departemen pekerjaan umum. Pada usia 51 tahun, kariernya terus naik, ia menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, lalu menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum, dan puncaknya jadi Direktur Jenderal Penataan Ruang di Kementerian Pekerjaan Umum.

Di luar instansi pekerjaan umum, pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Basuki dipercaya juga untuk menjadi tim penanggulangan lumpur Lapindo, Porong, Siodoarjo, Jawa Timur, Rehabilitasi Pasca Tsunami Aceh, Kerawanan Pangan Yahukimo – Papua, dan kerusakan jalan tol Purbaleunyi, Bandung, Jawa Barat.

Setelah mengabdi 31 tahun lebih, ia diminta presiden terpilih Joko Widodo untuk menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Ia menjadi orang pertama yang menduduki kementerian baru yang sebelumnya bernama Menteri Pekerjaan Umum. Pada periode pemerintahan kali, Basuki kembali dipercaya menduduki jabatan serupa.

Sederhana dan Nyentrik

Pada pemerintahan sebelumnya, terlepas dari beratnya beban di kementeriannya, Basuki Hadimuljono sering disorot karena gaya kepemimpinannya yang nyentrik. Berikut adalah sekilas fakta tentang Basuki saat menjadi menteri pada seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Dekati anak buah dengan musik

Basuki yang telah memasuki usia 65 tahun ini punya strategi tersendiri. “Saya tidak bisa merumuskan secara sistematis seperti apa sih pemimpin yang tepat saat ini. Tapi bagi saya yang penting adalah kita (pemimpin) bisa menyatu dengan anak buah. Bisa membawa dia sesuai dengan visi kita,” kata dia saat berbincang dengan detik.com beberapa waktu lalu.

Agar bisa menyatu dengan anak buah, yang perlu diperhatikan adalah memahami kebiasaan anak buah itu sendiri. Salah satu cara yang ditempuhnya adalah dengan bermain musik. “Kenapa saya main band, itu dalam rangka saya masuk ke dunianya anak buah,” jawab Basuki.

2. Kebijakan berpakaian

Kepada anak buahnya, Basuki juga memberi kebebasan dalam berpakaian. Selama masih sopan, menurutnya gaya berpakaian tidak perlu terlalu diatur terlalu ketat. “Saya begini gayanya, mungkin lebih sesuai dengan ‘zaman now’. Dulu saya kalau pakai baju diluntung [digulung] begini dimarahi. Harus dimasukkan dan dikancing. Saya bilang enggak. Saya enggak bisa kerja kalau lengannya dipanjangin,” sambung dia.

Dengan cara itu, ia mengaku bisa lebih mudah melakukan pendekatan dengan anak buahnya dan lebih mudah mengarahkan kerja jajarannya sesuai dengan ritme kerja yang diinginkan. “Bisa saya bawa ke kerja yang sesuai dengan langgam [irama kerja] kita,” ujar Basuki.

3. Tampil sederhana

Meski kini jadi seorang pimpinan, Basuki belum meninggalkan style-nya sebagai seorang pekerja lapangan. Mungkin itulah yang membuat pria dengan kekayaan Rp 6,4 miliar pada 2012 lalu, lebih memilih tampil sederhana dari pakaian hingga kebiasaan lainnya. Bisa dibilang, hampir tidak terlihat adanya aksesoris mahal yang menempel di badan pria yang mendapat gelar Master dan Doctor di Amerika Serikat ini. Dia justru kelihatan kayak bapak-bapak pada umumnya.

4. Minum kopi di pedagang gerobak

Kesederhaan Basuki juga tampak seusai melakukan sidak kesiapan fasilitas Asian Games 2018 di GBK pada Mei lalu. Dia tidak masuk ke restoran terdekat, tapi justru mampir ke gerobak pedagang kopi di dalam GBK.
Gaya sederhana Basuki bahkan sempat jadi viral saat tepergok sarapan di hotel bintang dua di Ambo. Sontak, banyak netizen yang memuji.

5. Pakai HP Jadul

Sebagai pejabat, idealnya seorang menteri memang harus memiliki smartphone canggih untuk menunjang kinerja kerjanya. Namun hal itu tak berlaku bagi Basuki Hadimuljono. Pada 2014, media memberitakan bahwa Basuki masih menggunakan ponsel jadul dengan keypad 12 tombol. Kabarnya, ponsel itu juga bukanlah smartphone, melainkan ponsel biasa yang cuma bisa SMS dan telepon.

Namun, mungkin karena tuntutan tugas, Basuki lantas mengganti ponsel jadulnya. Ia pakai smartphone Android Samsung Galaxy S5 yang memang cukup canggih pada 2015.

6. Sidak pakai sepeda motor

Tidak perlu kendaraan dinas atau pengawalan, Basuki Hadimuljono pernah hanya menaiki motor bebek ketika dirinya memantau pembangunan irigasi di Gorontalo. Dia pun terlihat boncengan, dan uniknya Basuki sendiri yang memegang kendali motornya.

7. Rumah tergusur proyek infrastruktur

Pengorbanan Basuki untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang menjadi tugas utamanya, juga menyangkut harta benda. Rumah pribadinya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, harus direlakan digusur untuk perluasan jalan tol. Basuki mengaku tak mudah baginya dan keluarga saat mengetahui rumah pribadinya akan digusur untuk pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).

“Saya pengalaman tak punya kampung halaman. Karena rumah orang tua saya sudah dijual karena butuh. Karena saya anak delapan orang, lain lain kebutuhannya. Jadi saya nggak punya lagi kampung halaman. Sedih juga,” jelasnya, Kamis (16/5/2019) seperti dilansir Liputan6.com.

Kendati begitu, Basuki menegaskan hal tersebut tak membuatnya ragu untuk melanjutkan proyek jalan Tok Becakayu. Dia menjelaskan penggusuran ini lantaran lokasi rumahnya berada di jalur Tol Becakayu. Basuki mengaku telah mempersiapkan hunian baru apabila rumahnya digusur. Rumah pengganti itu terletak di Kemang Pratama Bekasi, Jawa Barat.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.