Sering Migrain? Jangan-Jangan karena Kebanyakan Minum Kopi

Migrain cenderung kambuh pada saat responden kebanyakan minum kopi yaitu tiga atau lebih minuman berkafein di hari yang sama.

JEDA ID–Minum kopi setiap pagi kerap menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Meski begitu, kebanyakan minum kopi bisa berdampak buruk bagi kesehatan seperti sakit kepala.

Studi dari The American Journal of Medicine menemukan bahwa kebanyakan minum kopi atau minuman lain yang mengandung kafein bisa memicu migrain dan beberapa penyakit kepala lain.

Para peneliti menemukan orang yang memiliki penyakit migrain, khususnya yang mengonsumsi setidaknya tiga minuman berkafein setiap harinya, berpotensi lebih tinggi terkena migrain daripada mereka yang mengonsumsi satu atau dua minuman berkafein.

”Menariknya, pasien migrain yang mengonsumsi satu atau dua minuman berkafein, tidak menunjukkan peningkatan gejala sakit kepala,” ungkap dr. Suzanne Bertisch yang merupakan asisten profesor dari Harvard Medical School.

Migrain adalah sakit kepala yang terasa berdenyut yang biasanya terjadi pada satu sisi kepala. Migrain merupakan penyakit saraf yang dapat menimbulkan gejala lain. Seperti mual, muntah, serta sensitif terhadap cahaya atau suara.

Menurut hasil penelitian WHO, dari total populasi penduduk dunia yang berusia 18-65 tahun melaporkan pernah menderita sakit kepala. Sekitar 30 persen di antaranya adalah penderita migrain.

Pada penderita migrain, serangan sakit kepala sebelah umumnya muncul pertama kali pada masa pubertas. Serangan migrain akan terasa lebih berat bila muncul di usia 35 hingga 45 tahun.

Dampak kafein sebagai pemicu migrain masih tergolong kompleks, banyak faktor yang bisa memengaruhi gejala migrain seseorang seperti jumlah dan seberapa sering konsumsi kafein.

Para peneliti mengumpulkan informasi dari 100 orang penderita migrain. Mereka diberikan instruksi untuk mendata minuman apa pun yang mereka konsumsi selama proses penelitian.

2 Jenis Migrain

migrain

Ilustrasi sakit migrain (Freepik)

Para partisipan yang diteliti merupakan penderita episodic migraine (EM) atau jenis migrain yang bisa kambuh 2-15 kali dalam satu bulan. Sedangkan yang lebih dari 15 kali disebut migrain kronis.

Mereka mengisi data secara online sebanyak dua kali sehari dalam jangka waktu enam pekan untuk mencatat jumlah kafein dalam minuman yang mereka konsumsi, seperti kopi, teh, soda, alkohol, dan minuman energi.

Rata-rata, partisipan melaporkan terkena migrain sebanyak delapan kali dalam jangka waktu enam pekan tersebut. Rata-rata jumlah konsumsi kafein sebanyak delapan kali dalam satu pekan, sedangkan konsumsi terendah hanya satu kali kafein dalam enam pekan.

Peneliti membandingkan jumlah konsumsi kafein dengan waktu kambuhnya migrain. Secara keseluruhan, migrain cenderung kambuh pada saat responden kebanyakan minum kopi yaitu tiga atau lebih minuman berkafein di hari yang sama.

Uniknya, tidak ada kaitan antara migrain dan sakit kepala lain dengan konsumsi kafein dalam jumlah yang sedikit. Konsumsi kafein sebanyak satu atau dua kali dalam sehari dinilai tidak memicu resiko penyakit kepala.

Namun, untuk orang yang jarang mengonsumsi kafein, bahkan satu atau dua kali konsumsi masih meningkatkan resiko terkena penyakit kepala seperti migrain dalam hari yang sama.

Selain itu, para peneliti juga mendata partisipan yang mengonsumsi kafein setelah mereka mengalami migrain. Hasilnya mereka juga mengalami migrain keesokan harinya.

Peneliti juga menambahkan penelitian ini masih jauh dari kesimpulan bahwa kebanyakan minum kopi bisa meningkatkan resiko migrain. Banyak faktor seperti jenis kafein, waktu mengonsumsi dan faktor lain perlu diteliti, oleh karena itu penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Ditulis oleh : Akhdan Fahmi/Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.