Radiasi Ponsel Tingkatkan Risiko Kanker Otak?

Setelah sembuh dari kanker getah bening, Ria Irawan dikabarkan kini mengidap tumor otak. Ada sejumlah gejala tumor otak yang kentara.

JEDA.ID—Setelah sembuh dari kanker getah bening, Ria Irawan dikabarkan kini mengidap tumor otak.  Aktris senior ini menceritakan kondisinya melalui unggahan Instagram. Ria Irawan mengatakan tumor di kepalanya membuat dia kesulitan berbicara.

“Happy sunday…karena ada tumor di dalam kepala yang mengakibatkan saraf bicara saya tertekan. Akhirnya saya harus pelan-pelan belajar berbicara dengan baik,” tulisnya di Instagram seperti dilansir suara.com, Selasa (10/9/2019). Melansir dari The Brain Tumour Charity, tumor otak memang bisa memengaruhi kemampuan bicara seseorang tergantung letaknya.

Setiap bagian atau lobus otak bertanggung jawab atas fungsi yang berbeda, beberapa di antaranya terlibat dalam komunikasi. Lobus frontal yang berperan dalam produksi bahasa dan lobus temporal yang terlibat dalam memahami bahasa. Jika tumor ada di salah satu bagian ini dan terjadi pembengkakan di sekitarnya, bisa berdampak pada kemampuan komunikasi.

Penyakit Ganas

Sebagian besar orang mengira kanker dan tumor adalah jenis penyakit yang sama. Padahal, dua penyakit ini berbeda satu sama lain meskipun sama-sama termasuk ke dalam penyakit ganas. Kanker dan tumor memang menyerang sel tubuh. Namun, pertumbuhan kanker cenderung lebih cepat dibanding tumor. Selain itu, kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lain, namun tumor tidak.

Tumor memiliki dua tingkatan yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Dalam dunia kesehatan, tumor ganas sering disebut dengan kanker karena nyatanya sel tumor bisa menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak diberikan penanganan yang serius.

Namun, tumor jinak cukup disembuhkan dengan cara operasi dan pengambilan jaringan tumor yang tumbuh.
Terdapat jenis tumor yang tidak boleh dianggap remeh kehadirannya yaitu tumor otak. Belum diketahui penyebab pasti tumor otak, namun beberapa peneliti menduga bahwa penyakit ini bersumber dari faktor genetik dan paparan bahan kimia berbahaya.

Tumor otak terjadi akibat perubahan genetik pada sel di jaringan otak, yang menyebabkan sel tersebut tumbuh tanpa terkendali. Penyebab perubahan genetik ini sendiri belum diketahui dengan pasti.

Penggunaan Ponsel

ilustrasi (freepik)

ilustrasi (freepik)

 

Dikutip dari laman Boldsky, terdapat berbagai penelitian yang telah dilakukan mengenai risiko terkait penggunaan ponsel. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ketika Anda mendekatkan ponsel ke telinga, 10 hingga 80 persen radiasi menembus dua inci ke otak, bahkan bisa menembus lebih dalam lagi.

Penggunaan ponsel dengan durasi dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada neuron otak. Hal itu dikarenakan radiasi berbahaya yang dipancarkan smartphone secara terus-menerus. Sebagian besar radiasi medan elektromagnetik yang ada pada gadget disinyalir sebagai penyebab utamanya.

The All India Institute of Medical Sciences (AI1MS) di Delhi, dalam laporannya menyebutkan bahwa orang-orang dengan tumor otak mengalami peningkatan risiko penyakitnya karena berada dekat ponsel lebih dari 45 menit.

Risiko ini mengalami peningkatan yang lebih drastis ketika mereka menyimpan gadget di bawah bantal atau dekat tempat tidur. Tak hanya meningkatkan risiko penyakit ini, radiasi dari gadget juga sangat tidak baik untuk kesehatan ibu hamil dan janinnya. Dengan begitu diharapkan pengguna dapat mengurangi dan mengatur pemakaian ponsel secara bijaksana.

Gejala

Secara umum, tumor otak muncul dalam berbagai ukuran dan bentuk, begitu juga dengan gejalanya. Menurut seorang dokter bedah saraf, Theodore Schwartz, gejala penyakit ini bergantung pada lokasinya. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki tumor dekat bagian otak yang mengontrol tangan atau penglihatan, gejala yang akan muncul adalah tungkai melemah atau pandangan kabur.

Terlepas dari fakta tersebut, terdapat gejala tumor otak yang secara umum dialami penderitanya. Pada stadium awal, penderitanya akan mengalami gejala yang terkadang terasa kentara. Berikut adalah gejala tumor otak stadium awal yang dirangkum Jeda.Id dari berbagai sumber.

1. Sering Pusing

Banyak orang menyepelekan sakit kepala sebagai hal yang umum terjadi. Sakit kepala memang bersumber dari berbagai jenis penyakit atau keadaan mental. Namun, beda kasusnya jika seseorang tidak hanya sesekali alias sering mengalami sakit kepala.

Bisa jadi, sakit kepala yang sering dirasakan adalah salah satu gejala tumor otak stadium awal. Yang menjadi perhatian dari gejala ini adalah waktu terjadinya yang kebanyakan terjadi saat pagi hari sehingga membangunkan tidur seseorang.

2. Sering Muntah

Muntah sering diindikasikan dengan berbagai macam penyakit. Bisa juga sebagai tanda bahwa seseorang hamil. Namun, sering muntah yang disertai dengan sakit kepala biasanya menjadi tanda penting tubuh seseorang tidak dalam keadaan sehat.

Terlebih lagi jika muntah yang dikeluarkan berwarna kehijauan. Gejala ini termasuk dalam tumor otak stadium awal. Jika mulai terjadi gejala seperti ini, lebih baik segera konsultasikan dengan dokter yang terpercaya dan lakukan CT scan untuk melihat keadaan otak.

3. Sering Pingsan

Rasa sakit yang disebabkan tumor otak tak jarang membuat seseorang mendadak pingsan. Bahkan, saking sakitnya, seseorang biasanya akan sering mengalami pingsan sebagai respon tubuh yang lemah. Segera periksakan diri ke dokter agar bisa dilakukan penanganan lebih dini karena dapat diindikasikan sebagai gejala tumor otak.

4. Pandangan Kabur

Mengingat tumor otak terjadi karena tumbuhnya sel-sel pada bagian sekitar otak secara abnormal, maka tak heran jika gejalanya merambah pada penglihatan seseorang. Syaraf mata dapat terganggu akibat pertumbuhan sel yang tidak normal. Alhasil, penglihatan akan berangsur-angsur menurun bersamaan dengan sel tumor yang terus berkembang.

5. Sulit Berkonsentrasi

Ketika organ pusat menyimpan memori dan berpikir mulai terganggu kinerjanya, kemampuan untuk berkonsentrasi akan terpengaruh pula. Tumor yang menggerogoti syaraf otak akan menganggu jalannya olah pikir seseorang.

6. Kejang

Gejala tumor otak stadium awal dapat berupa kejang. Gejala ini terkadang termasuk dalam gejala awal yang dialami oleh penderita tumor otak. Meski tidak melepas kemungkinan akan berbeda bergantung tiap penderitanya.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.