Ini Keunikan Wina, Kota Paling Layak Huni di Dunia

Wina, kota dengan arsitektur unik nan megah di Eropa ini baru saja dinobatkan sebagai kota paling layak huni di bumi dengan skor hampir sempurna.

JEDA.ID—Wina baru saja dinobatkan sebagai kota paling layak huni di bumi. Kota dengan arsitektur unik nan megah di Eropa ini sebelumnya juga meraih predikat serupa tahun sebelumnya atau dua tahun berturut-turut.

Menurut Economist Intelligence Unit, Kamis (5/9/2019), ibu kota Austria ini meraih skor 99,1 atau hampir sempurna. Kota ini menggulingkan Melbourne yang sempat menempati posisi teratas selama tujuh tahun. Sydney, Osaka, dan Calgary ada di urutan lima besar selanjutnya. Indeks Global Liveability merupakan laporan tahunan yang menganalisis 140 kota di seluruh dunia dan diteliti oleh The Economist Intelligence Unit.

Indeks ini mempertimbangkan lebih dari 30 faktor kualitatif dan kuantitatif yang mencakup lima kategori besar. Ada pun kategori yang diukur yakni stabilitas (25%), kesehatan (20%), budaya dan lingkungan (25%), pendidikan (10%), dan infrastruktur (20%).

Ada analis internal dan kontributor lokal yang ditugaskan untuk menilai faktor kualitatif. Skor dikompilasi pada skala 1-100. Posisi 10 besar didominasi kota-kota dari Australia, Kanada dan Jepang. Sejumlah delapan kota di Eropa ada di 20 kota teratas, itu berada di Eropa Utara. Kota Paris jatuh enam peringkat dari tahun lalu menjadi 26. Stabilitasnya terganggu karena protes anti-pemerintah beberapa waktu lalu.

“Konflik dan krisis ekonomi menentukan kota-kota yang mengalami kesulitan dalam indeks kami selama setahun terakhir,” kata laporan The Economist Intelligence Unit.

Singapura berada di peringkat 40 dan Dubai di peringkat 70. Hong Kong berada di peringkat 38 (laporan ini disusun sebelum pergolakan politik baru-baru). Kairo dan New Delhi diturunkan peringkatnya karena masalah lingkungan seperti kualitas udara yang buruk dan penyediaan air yang tidak memadai.

Terakhir Damaskus di Suriah didapuk sebagai kota yang paling tidak layak huni di dunia. Kota tak layak huni selanjutnya adalah Lagos, Dhaka, Caracas, Karachi, Tripoli, dan Harare.

Berikut 10 kota-kota paling layak huni di dunia 2019:

1. Wina, Austria
2. Melbourne, Australia
3. Sydney, Australia
4. Osaka, Jepang
5. Calgary, Kanada
6. Vancouver, Kanada
7. Toronto, Kanada
7. Tokyo, Jepang
9. Kopenhagen, Denmark
10. Adelaide, Australia.

Berikut 10 kota yang paling tidak layak huni di dunia 2019:

1. Damaskus, Suriah
2. Lagos, Nigeria
3. Dhaka, Bangladesh
4. Tripoli, Libya
5. Karachi, Pakistan
6. Port Moresby, Papua Nugini
7. Harare, Zimbabwe
8. Douala, Kamerun
9. Aljir, Aljazair
10. Caracas, Venezuela.

Wisata

Wina dikenal sebagai kota budaya, merupakan tempat kelahiran dari banyak musikus ternama seperti Schubert, Johann Strauss I, dan Brahms. Sedangkan bagi Mozart dan Beethoven Wina adalah kota dalam meniti karier, puncak hingga menutup mata. Dengan hal tersebut dari kota inilah banyak lahir gubahan-gubahan dan opera terkenal, sehingga dijuluki sebagai  kota musik.

Arsitektur Wina merefleksikan bentuk-bentuk terbaik dari berbagai zaman, mulai dari periode Gothik, Barok, dan modern. Konferensi-konferensi diplomatik dunia sering diselenggarakan di Wina. Badan PBB seperti IAEA (International Atomic Energy Agency), UNIDO (United Nations Industrial Development Organization), OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) bermarkas besar di kota ini.

Wina bangkit dari kehancuran akibat Perang Dunia II menjadi kota industri modern dan pusat komunikasi. Setelah periode pembangunan, Wina kembali membangun kejayaan sebagai pusat kebudayaan dan kesenian, musik, teater, kuliner, dan pariwisata.

Keadaan kota

Sebagai pusat jalur kereta api nasional, Wina dilewati jalur kereta barat (Westbahn) sampai ke Salzburg. Jalur ini awalnya adalah bekas rute kereta lama Express Orient yang menghubungkan Istanbul (Turki) sampai Calais (Prancis) pada 1883-2009. Sementara jalur kereta selatan (Südbahn) menghubungkan Wina dengan Graz dan Trieste. Bandar Udara Internasional Schwechat terletak 19 km di timur, masih dalam wilayah kota.

Penduduk Wina gemar berjalan-jalan, baik di jalan utama, taman-taman atau hutan wisata. Berbagai objek wisata dirancang agar bisa menunjang kegiatan jalan-jalan. Mereka menghargai kehidupan tenang dan menyenangkan seperti menikmati minum kopi atau anggur di kedai-kedai pinggir jalan. Kedai anggur di Austria dinamakan Heurigen.

U-Bahn atau jalur kereta bawah tanah menghubungkan stasiun-stasiun kereta utama dengan pusat kota. Jalur kereta api cepat metropolitan atau Schnellbahn (S-Bahn) mengantarkan penumpang dari bagian selatan kota dan seberang Sungai Donau ke bagian utara kota dalam waktu singkat. Selain moda tersebut sistem transportasi di Wina didukung oleh tram (Strassenbahn) dan bus. Sistem transportasi di Wina dikelola oleh pemerintah kota Wina dengan nama Wiener Linien.

Di Wina terdapat fasilitas ibadah untuk hampir seluruh agama. Yang paling mudah ditemui adalah gereja katolik. Untuk umat Islam terdapat masjid di hampir setiap kota besar, meskipun hanya sedikit yang bentuknya bisa dikenali sebagai masjid dari luar. Rata-rata masjid dikelola oleh masyarakat muslim Turki atau Arab.

Di hampir setiap masjid di seluruh Austria juga terdapat semacam koperasi yang menjual bahan-bahan makanan. Koperasi ini malah praktis memiliki waktu buka yang lebih luwes. Secara umum, seluruh toko di Austria hanya buka dari pukul 8 hingga 18, Senin hingga Sabtu siang (kecuali Sabtu minggu pertama). Selain di masjid, bahan makanan juga bisa didapat di hampir setiap pom bensin (Tankstelle)

Tempat-tempat wisata

Para wisatawan punya banyak pilihan untuk mengeksplorasi Kota Wina. Berikut sejumlah tempat wisata di Wina dirangkum dari berbagai sumber:

1. Stephansdom (Katedral St.Stephen)

Gereja gaya Gothik yang berada di pusat kota. Paling dikenal akan arsitektur menara selatan sebagai titik tertinggi katedral yang dikonstruksikan selama 65 tahun, dari 1368 sampai 1433.

2. Ring Boulevard

Ring Boulevard ini adalah jalan yang sudah dibuat sejak 1857 atas perintah Kaisar Franz Joseph yang menginginkan agar tembok-tembok kota tua diruntuhkan untuk menciptakan suasana kota kekaisaran yang nyaman. Berbentuk tapal kuda, Ringstrasse melingkupi pusat kota, jalan, jalan setapak, 4 baris pepohonan chestnut yang berbunga putih dan berakhir di daerah Donaukanal.

3. Karntner Strasse

Ini merukan pusat belanja dan jalan-jalan, terbentang dari Alun-alun Stephenplatz di depan Katedral Stephansdom, bersatu dengan Ringstraße dekat Wiener Staatsoper (Gedung Opera Wien), melewati Hotel Sacher yang terkenal akan kue coklat yang bernama Sachertorte.

Berputar searah jarum jam di Ringstraße, terdapat Auberes Burgtor (gerbang luar istana) dan Heldenplatz, lapangan luar istana Hofburg. Heldenplatz dibangun pada 1820 dan sekarang menjadi monumen tentara Austria yang tak dikenal.

4. Hofburg

Hofburg merupakan istana kekaisaran yang terletak di belakang Heldenplatz. Sejak abad ke-13 sampai 19, bangunannya selalu bertambah luas. Merupakan kompleks bangunan yang meliputi apartemen negara di mana presiden Austria melaksanakan resepsi resmi, bangunan Kanselir Federal Austria, aula Spanische Hofreitschule (Sekolah Menunggang Spanyol) tempat berlangsungnya pertunjukan kuda Lipizzaner, serta Osterreichische Nationalbibliothek (ONB, Perpustakaan Nasional Austria) yang dirancang oleh Joseph Fischer von Erlach dan putranya Johann pada awal tahun 1700.

5. Museum Albertina

Museum ini terletak di pusat kota, menyimpan koleksi seni grafis, lukisan-lukisan dan sketsa dari para pelukis terkenal. Palais Augarten, bangunan istana yang dibangun abad ke-18, dijadikan sekolah dari Wiener Sangerknaben (Vienna Choir Boys), sebuah kelompok paduan suara putra, pada 1948.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.