Makanan Pencegah Kanker, Cobain Yuk

Banyak yang percaya kanker dipicu gaya hidup. Namun sebetulnya kanker juga dipicu masalah pola makan.

JEDA.ID-Tak hanya menjalani pola hidup sehat, Anda juga bisa mengonsumsi makanan pencegah kanker. Makanan pencegah kanker ini ada di sekitar kita, sehingga Anda bisa memasukkannya dalam menu harian Anda.

Kanker merupakan salah satu penyakit kronis yang ditakuti. Apalagi jika terlambat penanganannya alias sudah mencapai stadium 4, tentu kemungkinan sembuh sangatlah kecil. Karena itu demi kesehatan anda, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati.

Banyak yang percaya kanker dipicu gaya hidup. Namun sebetulnya kanker juga dipicu masalah pola makan.

Mengutip dari Healthline, Senin (9/11/2020). mengonsumsi makanan yang cepat saji bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kanker sangat dipengaruhi oleh pola makan Anda.

Tips kesehatan kali ini membahas aneka makanan pencegah kanker. Apa sajakah makanan pencegah kanker? Berikut beberapa makanan pencegah kanker seperti dikutip dari Bisnis.com:

1. Brokoli

Brokoli mengandung sulforaphane, senyawa tanaman yang ditemukan dalam sayuran ini memiliki sifat antikanker yang kuat. Penelitian menunjukkan bahwa sulforaphane mengurangi ukuran dan jumlah sel kanker payudara hingga 75 persen.

Sebuah penelitian pada hewan menemukan bahwa mengobati tikus dengan sulforaphane membantu membunuh sel kanker prostat dan mengurangi volume tumor hingga lebih dari 50 persen.

5 Resep Alami Redakan Demam, Apa Saja?

Mengkonsumsi brokoli dengan beberapa kali makan per minggu mungkin memiliki beberapa manfaat melawan kanker. Namun, perlu diingat bahwa penelitian yang tersedia belum melihat secara langsung bagaimana brokoli dapat memengaruhi kanker pada manusia.

2. Wortel

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa makan lebih banyak wortel dikaitkan dengan penurunan risiko jenis kanker tertentu. Ada lima penelitian yang menyimpulkan bahwa makan wortel dapat mengurangi risiko kanker perut hingga 26 persen.

Studi lain menemukan bahwa mengkonsumsi wortel yang lebih banyak bisa mengurangi potensi kanker prostat.

Dalam studi yang lain, sebanyak 1.266 peserta dengan dan tanpa kanker paru-paru ditemukan bahwa perokok yang tidak makan wortel tiga kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru, dibandingkan dengan mereka yang makan wortel lebih dari sekali per minggu.

3. Buncis

Kacang memiliki banyak serat dan dapat membantu melindungi terhadap kanker kolorektal. Dalam studi, kacang bisa menurunkan risiko kambuhnya tumor kolorektal.

Selain itu, beberapa porsi buncis setiap minggu dapat meningkatkan asupan serat dan membantu menurunkan risiko terkena kanker.

4. Berries

Buah beri tinggi antosianin, yang berperan sebagai sifat antioksidan dan dapat dikaitkan dengan penurunan risiko kanker.

Merekam Aktivitas Hubungan Intim Bentuk Kelainan Jiwa? Ini Kata Pakar

Dalam satu penelitian pada manusia, 25 orang dengan kanker kolorektal diobati dengan ekstrak bilberry selama tujuh hari, yang ternyata dapat mengurangi pertumbuhan sel kanker hingga 7 persen

5. Kayu manis

Kayu manis terkenal dengan manfaat kesehatannya, termasuk kemampuannya untuk mengurangi gula darah dan meredakan peradangan hingga membantu menghalangi penyebaran sel kanker.

Sebuah studi menemukan bahwa ekstrak kayu manis mampu mengurangi penyebaran sel kanker kepala dan leher yang menyebabkan kematiannya.

6. Kacang

Penelitian telah menemukan bahwa makan kacang bisa menurunkan risiko kematian yang disebabkan oleh kanker. Studi lain yang mengikuti 30.708 peserta hingga 30 tahun, telah menemukan bahwa makan kacang secara teratur bisa menurunkan risiko colorec.

7. Tomat

Tomat mengandung likopen. Likopen adalah senyawa yang ditemukan dalam tomat yang bertanggung jawab atas warna merah cerah serta sifat antikankernya.

Beberapa studi telah menemukan bahwa peningkatan asupan likopen dan tomat dapat menurunkan risiko kanker prostat.

Untuk membantu menjaga kesehatan Anda, maka konsumsilah dua potong tomat dalam makanan Anda setiap hari, misalnya dengan menambahkan ke sandwich, salad, saus, atau hidangan pasta.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.