Tutup Iklan

Mengenal Komorbid yang Sering Dikaitkan dengan Covid-19

Biasanya pasien Corona dengan komorbid lebih membutuhkan perawatan khusus agar bisa pulih.

JEDA.ID-Komorbid menjadi salah satu istilah yang sering terdengar selama pandemi Covid-19. Sederhananya, penyakit komorbid adalah penyakit penyerta yang dialami pasien.

Tips kesehatan kali ini membahas tentang penyakit penyerta dan pengaruhnya. Istilah ini menjadi sering terdengar karena seseorang yang memiliki komorbid disebut berisiko mengalami kondisi parah saat terinfeksi virus Corona.

Apa sih sebenarnya penyakit komorbid itu?

Dikutip dari Britannica, penyakit komorbid adalah suatu penyakit yang muncul secara bersamaan saat seseorang sedang sakit

Penyakit komorbid cenderung bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan pada pasien ketika terinfeksi penyakit tertentu, sehingga menghambat penyembuhan.

Sepertiga Penyintas Covid-19 Alami Masalah Neurologis

Contohnya, seseorang yang sebelumnya memiliki penyakit paru kemudian terinfeksi virus Corona, maka risiko sakitnya bisa menjadi lebih parah.

Hubungan penyakit komorbid dan Covid-19

Dalam konteks Covid-19, pasien Corona dengan komorbid memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada pasien biasa.

Misalnya, pasien yang memiliki masalah jantung kemudian terkena Covid-19, maka gejala yang dialami bisa lebih parah. Pasalnya, infeksi virus Corona disebut dapat membuat darah menjadi lebih kental dan ini berbahaya bagi jantung bahkan bisa memicu kematian.

“Selain Covid-19 menyerang paru, dia juga membuat darah mudah kental. Jadi pasien yang sudah punya masalah jantung, terutama masalah jantung koroner, itu akan mengalami keluhan atau manifestasinya sama seperti orang yang kena serangan jantung karena darahnya kental,” kata dr Dafsah Arifa Juzar, SpJP(K), dari Divisi Heartology RS Brawijaya Saharjo seperti dikutip dari detikcom, Kamis (7/1/2021).

Ini Deretan Artis Pemain Saham, Siapa Saja Ya?

Hal ini yang membuat biasanya pasien Corona dengan komorbid lebih membutuhkan perawatan khusus agar bisa pulih.

Selain itu, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, juga menjelaskan bahwa semakin banyak penyakit komorbid yang diidap, maka risiko kematian akibat infeksi virus Corona pun semakin besar.

Menurut Dewi, hanya dengan memiliki satu penyakit komorbid saja, risiko kematiannya bisa 6,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak punya.

Ini Cara Penyembuhan Corona Tanpa Gejala dan Gejala Ringan di Rumah

“Sedangkan dua komorbid, misalnya, gabungan hipertensi dan diabetes, itu risiko kematian naik jadi 15 kali lipat dibandingkan dengan yang tidak punya komorbid. Yang 3 atau lebih komorbid, itu risiko kematiannya naik sampai 29 kali lipat lebih tinggi,” jelas Dewi.

Satgas Covid-19 mencatat di beberapa daerah lebih dari 90 persen penderita Covid-19 yang meninggal disebabkan penyakit bawaan atau disebut komorbid. Oleh karena itu, para penderita komorbid harus lebih waspada.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals, Candra Wiguna, menjelaskan Covid-19 memiliki spektrum gejala klinis yang sangat luas, dari yang tidak bergejala sampai yang bergejala berat, bahkan menyebabkan kematian.

Gejala Klinis Makin Berat

Pasien-pasien yang menderita gejala berat sampai meninggal, ternyata lebih dari 90 persen mengalami penyakit penyerta yang sudah ada sebelumnya, atau kondisi yang sudah ada seperti faktor usia dan sebagainya.

Luar biasa, Inilah Manfaat Jus Belimbing untuk Kesehatan Tubuh

“Pasien yang mengalami komorbid ini membuat gejala klinis karena Covid-19 jadi makin berat. Misalnya usia, dengan usia lanjut daya tahan tubuh dia lebih rendah dari yang usia muda. Kemudian ada penyakit hipertensi, diabetes, yang membuat daya tahan tubuh jadi lebih rendah dari yang tidak menderita penyakit bawaan,” jelasnya dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari Bisnis.com, Kamis (5/11/2020).

Di samping itu, penyakit penyerta seperti penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah juga meningkatkan kemungkinan penderita sudah mengalami gangguan organ seperti jantung dan mungkin paru, yang menyebabkan fungsi organnya menurun dibandingkan dengan yang sehat.

“Hal ini yang kemudian dapat meningkatkan derajat beratnya sakit pada penderita Covid-19 dan meningkatkan angka kematian,” ujar Candra.

Secara umum, dari segi gejala yang dialami penderita penyakit penyerta gejalanya masih bervariasi, pada yang memiliki komorbid akan cenderung mengalami gejala berat terutama sesak napas, yang berakibat pada kegagalan napas, sampai butuh alat bantu napas, oksigen, bahkan sampai meninggal.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.