• Fri, 12 August 2022

Breaking News :

Kebiasaan Belanja Orang RI Saat Harbolnas, 58% Responden Belanja Terencana

Pertumbuhan penjualan Harbolnas 2020 secara nasional meningkat 28%.

JEDA.ID-Kebiasaan belanja orang  Indonesia saat mengikuti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 menarik dicermati. Seperti apa kebiasaan belanja orang Indonesia di Harbolnas kali ini?

Untuk melihat capaian Harbolnas 2020, lembaga survei Nielsen Indonesia mengadakan survei di 56 kota dengan 1.156 responden berusia 15 tahun ke atas. Mereka menemukan laki-laki masih menjadi demografi yang paling banyak belanja dengan persentase 53%.

Survei ini dilakukan Nielsen Indonesia pada 14 Desember 2020.

Menkes di 11 Negara Ini Juga Bukan Dokter, Siapa Saja?

Dari segi usia, anak muda yang mendominasi dengan 36% online shopper berada di rentang usia 15 tahun-24 tahun dan 34% berasal dari rentang usia 25 tahun-34 tahun.

“Tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ada sekitar 91,5% mereka itu regular online dan Harbolnas shopper,” kata Director of Nielsen Indonesia Rusdy Sumantri dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari detikcom, Rabu (23/12/2020).

“Yang menarik di sini first time Harbolnas shopper-nya ada sedikit penurunan sekitar -1%, dan yang benar-benar online shopper baru hanya 0,3%,” sambungnya.

Pengiriman gratis masih menjadi hal utama yang mendorong orang Indonesia untuk belanja di Harbolnas 2020 dengan persentase 78%. Setelahnya ada diskon (73%) dan voucher (26%).

Sebanyak 58% responden juga sudah merencanakan akan belanja di Harbolnas dan sudah mengetahui apa yang ingin dibeli. Sedangkan 13% mengaku belanja secara impulsif.

Siaran TV Analog Bakal Disetop, RI Siap-Siap Migrasi ke TV Digital

Metode pembayaran yang menjadi pilihan adalah e-wallet (59%) yang mengalami kenaikan 25% tahun ini, lalu diikuti dengan virtual account (30%) yang mengalami kenaikan 14%.

Sebanyak 95% orang Indonesia mengikuti Harbolnas menggunakan ponsel mereka. Sebagian besar atau 69% dari mereka memilih menggunakan aplikasi, dan hanya 4% yang menggunakan browser.

Karena pandemi mengharuskan orang-orang untuk tetap di rumah, persentase shopper yang belanja dari kantor turun 12% menjadi 22%. Persentase yang belanja dari rumah justru meningkat 11% menjadi 96%

Nielsen Indonesia juga mencatat waktu pilihan orang Indonesia untuk belanja adalah antara pukul 09.00 hingga 18.00. Tapi makin banyak yang rela begadang hingga pukul 03.00 untuk mengejar diskon saat Harbolnas.

“Kalau kita lihat di sini, kalau dibandingkan tahun sebelumnya online shopper di periode Harbolnas 2020 ini makin antusias dan mereka mau menunggu sampai tengah malam untuk menikmati promo. Di tahun ini antusiasmenya lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya,” beber Rusdy.

Penjualan Produk Lokal Mendominasi

Dalam survei yang dilakukan Nielsen Indonesia, estimasi total penjualan Harbolnas 2020 mencapai Rp 11,6 triliun, naik Rp 2,5 triliun dari tahun 2019. Padahal penetrasi Harbolnas tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu 64%.

Dari estimasi total penjualan ini, kontribusi penjualan produk lokal hampir mendominasi dengan angka Rp 5,6 triliun atau 48% dari estimasi total penjualan. Angka ini mencatat kenaikan Rp 1 triliun dari tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan belanja lokal dipengaruhi campaign Bangga Buatan Indonesia, itu kalau kita lihat awareness-nya sekitar 48%. Jadi saya rasa ini ada kontribusinya untuk men-stimulate interest shopper terhadap produk lokal,” kata Rusdy Sumantri.

8 Gejala Tak Biasa yang Menandakan Seseorang Terinfeksi Corona

Pertumbuhan penjualan Harbolnas 2020 secara nasional meningkat 28%. Pertumbuhan ini paling banyak didorong oleh mereka yang tinggal di luar Pulau Jawa dengan kenaikan 97% dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk kategori barang yang dibeli masih sama seperti tahun sebelumnya. Kategori seperti fashion, kosmetik dan gadget masih berada di posisi teratas dengan persentase peningkatan satu digit.

Kategori yang paling besar pertumbuhannya adalah perawatan pribadi seperti sabun dan perawatan wajah (naik 21%), makanan dan minuman (naik 19%) dan kebutuhan sehari-hari seperti tisu dan popok bayi (16%).

“Ini yang kita lihat di Harbolnas sebelumnya tidak pernah terjadi. Dan ini sempat kita prediksikan juga sebelumnya bahwa personal care, food and beverage, dan daily akan naik tahun ini,” jelas Rusdy.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.