Ibu di Bandung Bunuh Bayinya, Gejala Baby Blues Syndrome?

Baby blues syndrome bisa terjadi pada seorang ibu setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya dituding sebagai penyebab seorang ibu nekat menyakiti atau bahkan menghilangkan nyawa bayinya sendiri.

JEDA.ID--Baby blues syndrome bisa terjadi pada seorang ibu setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya dituding sebagai penyebab seorang ibu nekat menyakiti atau bahkan menghilangkan nyawa bayinya sendiri.

Seperti yang dilakukan seorang ibu, FM yang tega membunuh anaknya yang masih berusia tiga bulan di rumahnya, di Jalan Delta, Kelurahan Cigadung, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Minggu (1/9/2019).

Polisi telah menetapkan FM, 29,sebagai tersangka pembunuhan anaknya yang masih berusia 3 bulan. Saat ini kasus tersebut tengah dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Wakasat Reskrim Polrestabes Bandung Kompol Suparma, saat ditemui di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, seperti dilansir detikcom, Senin.

Belum diketahui secara pasti bagaimana FM membunuh buah hatinya tersebut. Saat ini kasus pembunuhan itu tengah dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung.

Dalam beberapa kasus, seorang ibu yang tega menyakiti hingga membunuh anak kandungnya sering disebabkan karena munculnya baby blues syndrome.

Seusai melahirkan, ibu merasakan banyak emosi mulai dari senang dan haru hingga merasa sedih dan khawatir. Sebuah penelitian menyebutkan, sekitar 50 persen wanita mengalami Baby Blues Syndrome.

Baby Blues Syndrome disebut juga Postpartum Distress Syndrome yakni sebuah kondisi yang dialami wanita berupa munculnya perasaan gundah dan sedih berlebihan yang dialami ibu setelah melahirkan. Umumnya, kondisi ini memburuk di 3-4 hari setelah melahirkan dan biasanya hanya terjadi pada 14 hari pertama setelah melahirkan.

Penyebab Munculnya Baby Blues Syndrome

Para ahli menganggap bahwa kondisi yang dialami ibu ini disebabkan oleh hormon. Saat hamil, seorang wanita mengalami banyak perubahan dari bentuk fisik dan non fisik yan termasuk hormon di dalamnya juga emosional.

Setelah melahirkan, ada perubahan hormon di dalam tubuh yang mempengaruhi perasaan ibu. Penurunan kadar esterogen dan progesteron atau hormon lainnya yang diproduksi kelenjar tiroid dapat menyebabkan ibu menjadi mudah lelah, perubahan emosi, hingga depresi.

Selain hormon, kelelahan karena merawat si kecil yang baru lahir pun dapat menjadi penyebab Baby Blues Syndrome.  Perubahan pola hidup yang dialami ibu setelah melahirkan pun menyebabkan ibu merasa depresi. Muncul rasa cemas dan ketakutan tidak mampu merawat serta membesarkan anak dengan baik.

Gejala Baby Blues Syndrome

-Muncul rasa sedih yang menyebabkan ibu menangis dan merasa depresi.

-Emosi labil sehingga mudah marah dan muncul rasa takut yang tidak beralasan.

-Merasa kelelahan, sulit tidur dan sering sakit kepala.

-Merasa kurang percaya diri dan muncul kecemasan.

Mengatasi Baby Blues Syndrome

Munculnya Baby Blues Syndrome memang umum dialami oleh ibu seusai melahirkan. Namun, jika kondisi ini dibiarkan berlanjut dapat memberikan efek yang negatif bagi ibu dan anak. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi Baby Blues Syndrome seperti dilansir dari berbagai sumber:

1. Persiapan

Melakukan persiapan melahirkan mulai dari fisik, mental, dan materil. Saat ibu siap dengan kehadiran si buah hati, maka rasa cemas saat si kecil lahir tidak akan membuat ibu merasa tertekan namun justru merasa bahagia.

2. Mencari Informasi

Sebelum menyambut kelahiran sang bayi, hendaknya ibu mencari banyak informasi seputar persalinan penting dilakukan ibu agar tidak “kaget” saat mulai merawat si kecil. Bicarakan dengan dokter mengenai cara merawat si kecil sekaligus menjaga kesehatannya. Ketika ibu tahu cara dan siap merawat si kecil, maka Baby Blues Syndrome pun dapat dihindari.

3. Berbagi beban

Sudah pasti, saat hendak melahirkan seorang ibu akan mengalami sres, panik, dan resah. Berbagi beban dengan pasangan adalah cara terbaik untuk menghindari Baby Blues Syndrome. Bicarakan masalah merawat si kecil serta berbagi tanggung jawab dengan pasangan dapat meringankan beban ibu baik secara fisik dan psikis.

Berbagi pengalaman juga bisa dilakukan dengan ibu-ibu lain melalui komunitas online maupun dengan sahabat yang juga seorang ibu

4. Minta Bantuan

Sang ibu tidak hanya bertugas mengurus bayi saja. Ada banyak pekerjaan rumah yang kerap terbengkalai jika tak ada yang mengurusi. Mintalah bantuan dari keluarga atau asisten rumah tangga untuk membantu Anda.

5. Perhatikan Kesehatan

Memperhatikan pola makan dan istirahat secara cukup agar kondisi tubuh selalu sehat sangat penting bagi ibu setelah melahirkan.

6. Berpikiran Positif

Para ibu juga harus berusaha untuk selalu berpikiran positif adalah kunci untuk terhindari dari Baby Blues Syndrome. Bila perlu cari waktu untuk menyenangkan diri sendiri di tengah kesibukan mengurus bayi, seperti mendengarkan musik, membaca buku, merawat diri, atau shopping. Bila ibu bahagia, bayi pun diharapkan bisa tumbuh dengan sehat dan gembira.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.