Agar Tak Keracunan, Ini Tips Memilih Jajanan Sehat bagi Anak

Hampir semua anak pasti suka jajanan. Namun jajanan anak tak semua aman dan bagus untuk kesehatan mereka.

JEDA.ID— Hampir semua anak pasti suka jajanan. Namun jajanan anak tak semua aman dan bagus untuk kesehatan mereka. Seperti yang dialami 21 siswa SDN 3 Kamasan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi permen berbentuk pasta gigi.

Peristiwa keracunan massal itu berlangsung di SDN 3 Kamasan Banjaran, Kamis (29/8/2019) pagi. “Korban pada hari kejadian langsung ditangani oleh petugas puskesmas. Mereka mengalami gejala mual, pusing dan muntah. Korban sudah pulih kembali,” kata Kadinkes Kabupaten Bandung Grace Medina via pesan singkat, seperti dilansir detikcom, Sabtu (31/8/2019).

Para siswa itu mengaku sempat memakan permen ‘pasta gigi’ yang dibeli dari teman satu sekolah. “Dugaan sementara [keracunan] adalah dari permen,” kata Grace. Permen berbentuk pasta gigi seperti sedang tren. Kebanyakan anak sangat tergoda dengan makanan yang berwarna mencolok atau bentuknya menarik.

Pertolongan Korban Keracunan

Di Indonesia, pada umumnya setiap makanan dapat dengan leluasa beredar dan dijual tanpa harus terlebih dahulu melalui kontrol kualitas dan kontrol keselamatan. Hal ini membuat masih lebih 70 persen makanan yang dijual dihasilkan oleh produsen yang masih tradisional, yang dalam proses produksinya kebanyakan masih jauh dari persyaratan kesehatan dan keselamatan, sehingga kasus keracunan makanan semakin meningkat. Berikut adalah tindakan pertolongan pertama pada korban keracunan seperti dilansir Asianparent:

1. Periksa suhu tubuh anak. Pastikan demamnya tidak terlalu tinggi. Demam tinggi sangat berbahaya untuk anak-anak.

2. Catat berapa kali ia sudah muntah dan buang air besar. Cek warna muntah dan air besarnya. Jika warna muntah bercampur warna hijau (berasal dari empedu), ditambah terdapat nyeri perut, dan perut buncit, segera bawa ke dokter. Begitu juga jika BAB-nya bercampur lendir, darah atau nanah.

3. Agar gejala tidak bertambah buruk, hindari makanan dan minuman yang memacu kerja lambung. Seperti makanan asam, pedas, makanan berlemak, minuman berkafein atau bersoda. Sebaiknya, diawal Anda melihat gejala anak keracunan makanan, hindari memberi makanan yang harus ia kunyah. Sebab umumnya anak keracunan makanan akan kehilangan nafsu makan.

4. Berikan oralit sedikit demi sedikit sebagai pengganti makanan. Anda bisa buat sendiri menggunakan air yang dicampur garam dan gula. Oralit akan mencegah anak kekurangan cairan atau dehidrasi.

5. Jika kondisinya tidak membaik dalam jangka waktu 12 jam, segera bawa ke dokter.

Memilih Jajanan Sehat

Untuk itu sebagai orang tua harus lebih berhati-hati dan tegas memilih makanan atau jajanan yang sehat bagi anak. Berikut beberapa tips aman memilih makanan yang dihimpun Jeda.Id dari berbagai sumber:

1. Amati warnanya

Sebelum membeli jajanan untuk anak, amati apakah makanan tersebut berwarna mencolok atau jauh berbeda dari warna aslinya. Snack, kerupuk, mi, es krim yang berwarna terlalu mencolok ada kemungkinan telah ditambahi zat pewarna yang tidak aman.

2. Cicipi rasanya

Biasanya lidah cukup jeli untuk membedakan mana makanan yang aman atau tidak. Makanan yang tidak aman umumnya berasa tajam, misal sangat gurih, membuat lidah bergetar dan tenggorakan gatal.

3. Bau aromanya

Bau apek atau tengik pertanda makanan tersebut sudah rusak atau terkontaminasi oleh mikroorganisme.

4. Amati komposisinya

Bacalah dengan teliti adakah kandungan bahan-bahan makanan tambahan yang bahaya dan bisa merusak kesehatan.

5. Perhatikan kualitas

Perhatikan kualitas makanan, apakah masih segar atau sudah berjamur yang bisa menyebabkan keracunan. Makanan yang sudah berjamur menandakan proses tidak berjalan dengan baik atau sudah kadaluarsa.

6. Terdaftar di BPOM

Bila hendak membeli makanan impor, usahakan produknya telah terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), yang bisa dicermati dalam label yang tertera di kemasannya.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.