Gejala Covid-19 di Lidah Makin Banyak Ditemukan, Kenali Ciri-Cirinya

Ada peningkatan kasus orang yang terinfeksi Corona mengalami gejala yang tidak nyaman di mulutnya.

JEDA.ID-Gejala Covid-19 di lidah makin banyak ditemukan. Sebaiknya ketahu ciri-ciri gejala Covid-19 di lidah.

Tips kesehatan kali ini membahas gejala Covid-19 di lidah. Seorang ahli mengingatkan publik untuk terus memperhatikan adanya gejala-gejala aneh yang berkaitan dengan Covid-19. Salah satunya ‘Covid tongue’ dan sariawan yang tak biasa pada mulut.

Ahli epidemiologi di King’s College London bernama Profesor Tim Spector mengatakan, ia melihat adanya peningkatan kasus orang yang terinfeksi Corona mengalami gejala yang tidak nyaman di mulutnya, seperti lidah yang terlapisi sesuatu.

Keren! Ada Smartwatch Bisa Deteksi Corona

Ia mengatakan, satu dari lima orang yang terinfeksi virus akan menunjukkan gejala yang kurang umum seperti Covid tongue. Untuk itu ia mendesak orang-orang yang merasa tubuhnya kurang baik atau ada keluhan kecil untuk tetap berada di rumah

“Satu dari lima orang dengan Covid-19 mengalami gejala yang kurang umum dan tidak tercantum dalam daftar PHE resmi, seperti ruam kulit, Covid tongue, dan sariawan tak biasa di mulut,” tulis Prof Spector dalam Twitter yang dikutip dari Metro UK dan detikcom, Jumat (15/1/2021).

“Jika kamu mengalami gejala aneh ini atau hanya sakit kepala dan kelelahan tetaplah di rumah,” lanjutnya.

Selain itu, di dalam akun Twitter miliknya @timspector ia juga memberikan contoh foto lidah pasien yang mengalami Covid tongue. Terlihat adanya bercak putih tebal di lidah pasien Covid-19 tersebut.

Menurut dokter kesehatan masyarakat dan presiden epidemiologi di Royal Society of Medicine Gabriel Scally, gejala pada mulut ini sudah dikaitkan dengan Covid-19 sebelumnya. Nama medis untuk kondisi sebagian lidah yang mengalami pembengkakan akut ini yaitu sindrom glossitis.

“Ini adalah virus yang bermasalah untuk diobati, karena menghasilkan efek pada beberapa sistem tubuh,” kata Scally.

5 Negara Paling Merugi di Sektor Pariwisata Akibat Pandemi Corona

Beberapa orang yang mengalami gejala ini melaporkan tidak merasakan gejala Covid-19 yang khas seperti demam, batuk, serta hilangnya kemampuan indra penciuman dan perasa. Sementara pasien lainnya mengalami kelelahan ekstrim, kabut otak, sakit perut, sakit kepala, dan nyeri otot.

Selain gejala di lidah, sakit kepala merupakan salah satu gejala umum dari infeksi virus Corona Covid-19. Namun, gejala ini juga bisa dirasakan pada penyakit lain.

Sakit kepala juga bisa timbul ketika kita sedang stres, kurang tidur, atau bahkan kebanyakan tidur. Hal ini membuat sebagian orang menjadi bingung, apakah dirinya sedang terkena Covid-19 atau tidak saat mengalami sakit kepala.

Dikutip dari Times of India, berikut perbedaan antara sakit kepala biasa dengan gejala Covid-19.

1. Sakit kepala berlangsung lebih dari 72 jam

Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di Istanbul University, Turki, menemukan bahwa sebanyak 262 pasien Covid-19 di sana mengeluhkan sakit kepala. Lebih dari 10 persen di antaranya mengalami sakit kepala hingga lebih dari 72 jam.

Menahan Napas bisa Berisiko Tertular Covid-19, Benarkah?

Ahli kesehatan pun menyarankan apabila ada gejala, seperti myalgia (nyeri otot) atau sakit kepala yang berlangsung lebih dari 48-72 jam sebaiknya segera periksa ke dokter.

Tak hanya itu, sejumlah pasien Covid-19 juga bisa mengalami sakit kepala tegang (tension headache), yang disebabkan oleh batuk, demam, atau kedinginan yang ekstrem.

2. Sakit kepala yang disertai gejala gastrointestinal dan kram

Sakit kepala biasa umumnya jarang mengganggu masalah pencernaan. Namun, pada Covid-19, ini bisa menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan.

Maka dari itu, sebaiknya perlu berhati-hati apabila sakit kepala yang dirasakan disertai juga dengan gejala Covid-19 lainnya, seperti kram, mual, kelelahan, dan hilangnya nafsu makan.

3. Sakit kepala yang berdenyut-denyut

Setiap sakit kepala memiliki rasa nyeri yang berbeda-beda. Apabila kamu curiga terkena Covid-19, coba periksa kembali apakah kamu mengalami sensasi sakit kepala yang berdenyut-denyut atau tidak.

7 Cara Mudah Mencegah Radang Amandel, Tanpa Bantuan Obat

Para ahli mengatakan bahwa orang yang menderita sakit kepala akibat Covid-19 kemungkinan akan mengalami rasa nyeri sakit kepala yang parah, yang bisa mengganggu konsentrasi bahkan membuat pusing.

Rasa sakit kepala yang ekstrem juga bisa menjadi tanda awal virus Corona sudah menginfeksi organ vital, termasuk sistem saraf.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.