Keren! Ada Smartwatch Bisa Deteksi Corona

Smartwatch pendeteksi corona ini merupakan tesis dari sekelompok peneliti di Stanford University.

JEDA.ID-Perangkat smartwatch pendeteksi corona ini bisa jadi semacam alarm bagi pemakainya. Smartwatch pendeteksi corona ini diberi nama Fitbit.

Dengan memakai smartwatch pendeteksi corona ini si pemakai bisa mendapatkan peringatan dini  atas infeksi virus corona sebelum gejala mulai muncul. Wah keren ya! Lalu bagaimana cara kerja smartwatch pendeteksi corona ini? Simak ulasannya dalam tips gadget dan teknologi kali ini ya.

Dilansir dari Metro UK dan mengutip Bisnis.com, Kamis (14/1/2021), smartwatch pendeteksi corona ini merupakan tesis dari sekelompok peneliti di Stanford University, yang saat ini tengah mempelajari apakah teknologi itu akan dapat digunakan dalam membantu melawan pandemi.

8 Hal Perlu Diketahui Penumpang Sebelum Pesawat Lepas Landas

Perangkat Fitbit modern – serta gadget serupa lainnya seperti yang buat oleh Apple dan Garmin – melacak detak jantung, dan dapat menunjukkan kelainan yang muncul setelah adanya infeksi virus corona baru.

Meskipun pasien Covid-19 mungkin tidak menunjukkan gejala yang jelas – seperti batuk atau kehilangan penciuman – hingga lima hari, ada periode yang disebut periode tanpa gejala. Selama fase ini, tubuh mungkin mengeluarkan sinyal yang menunjukkan bahwa mereka tertular virus.

Para peneliti telah mengumpulkan data pada 106 pemakai Fitbit. Dua puluh lima di antaranya telah didiagnosis Covid-19 antara Februari dan Juni tahun lalu, sementara sebelas menderita penyakit lain dan tujuh puluh yang lainnya sehat.

Kapasitas Maksimal Pesawat 70% Tak Berlaku Lagi

Untuk masing-masing kelompok, tim menghitung detak jantung istirahat mereka dan mencari anomali. Perubahan detak jantung istirahat tubuh dapat menandakan bahwa sistem kekebalan bersiap untuk melawan infeksi virus.

Para peneliti selanjutnya memasukkan data ini ke dalam sistem yang mengambil saat detak jantung pemakainya terlalu rendah atau terlalu tinggi. Mereka menghasilkan algoritma yang mendeteksi kelainan detak jantung pada 14 dari 25 pasien Covid-19 pada hari sebelum gejala mereka mulai muncul.

Detak jantung mulai berubah tujuh hari sebelum gejala, yang bisa berarti virus corona mulai mengubah organ vital tubuh segera setelah seseorang terinfeksi. Hanya dua orang dengan Covid-19 yang tidak menunjukkan perubahan detak jantung.

Penelitian ini dipimpin oleh Gareesh Bogu dan hasilnya disusun dalam laporan pra-cetak yang belum ditinjau oleh rekan sejawat. Dia mengatakan pekerjaan ini menunjukkan bahwa data sensor dari perangkat dapat digunakan sebagai penanda untuk prediksi awal Covid-19.

Mitos Seputar Menstruasi Ini Terbukti Salah

Kendati Fitbit tidak selalu akurat dalam setiap skenario  karena setiap individu memiliki detak jantung istirahat yang berbeda perangkat itu bisa menjadi alat tambahan bagi banyak orang dalam perang melawan virus.

Para peneliti dari Stanford University mengatakan bahwa hal ini memiliki potensi untuk mengingatkan individu tentang penyakit menular sebelum timbulnya gejala dan dapat sangat mengurangi penyebaran virus.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.