5 Negara Paling Merugi di Sektor Pariwisata Akibat Pandemi Corona

Saat ini, dunia sedang memasuki fase baru pandemi dengan penyuntikkan vaksin yang sekarang sedang berlangsung.

JEDA.ID-Sejumlah negara merugi di pariwisata gara-gara terkena dampak pandemi corona. Indonesia merupakan salah satu negara merugi di pariwisata.

Namun ada 5 negara paling merugi di sektor pariwisata. Simak ulasan negara yang merugi di sektor pariwisata dalam tips keuangan kali ini.

Setelah Divaksin, Apakah Aman untuk Bertemu Teman dan Keluarga?

Krisis virus corona Covid-19 telah menghambat perjalanan internasional selama 10 bulan terakhir dan negara-negara di seluruh dunia merasakan dampaknya. Berdasarkan data dari World Travel & Tourism Council (WTTC) dan Bank Dunia, Official ESTA (Electronic System for Travel Authorization), perusahaan pemrosesan bantuan dan aplikasi visa baru-baru ini mengungkapkan negara-negara dengan kerugian pendapatan pariwisata terbesar karena pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

“Tahun lalu merupakan tahun yang sangat sulit bagi industri perjalanan dan pariwisata, dengan keadaan yang tidak dapat diprediksi yang mengakibatkan negara-negara terpaksa menutup perbatasan mereka untuk wisatawan, seringkali dengan sedikit pemberitahuan,” kata Direktur Pengembangan Internasional Official ESTA, Jayne Forrester, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Fox News pada Selasa (12/1/2021) dan laman Liputan6.com pada Rabu (13/1/2021).

Akibatnya, lanjut Jayne, pandemi berdampak finansial yang besar pada pariwisata secara global. Selain itu, Covid-19 juga memengaruhi semua negara di seluruh dunia, maskapai penerbangan, operator perjalanan, dan penyedia perhotelan lainnya di pariwisata.

Sering Duduk Terlalu Lama? Ini 6 Pilihan Olahraga yang Tepat

di seluruh dunia. Ia berharap dapat memperoleh kembali kendali atas pandemi dan memastikan bahwa cukup aman melaksanakan perjalanan untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Ia kembali mengingatkan bahwa pariwisata salah satu industri terbesar di dunia. Berikut peringkat negara-negara teratas yang mengalami kerugian besar dalam sektor pariwisata selama sepuluh bulan pertama 2020.

Amerika Serikat

AS telah melaporkan lebih banyak kasus Covid-19 dan kematian daripada negara lain mana pun di dunia pada Januari 2021. AS telah mengalami kerugian pendapatan pariwisata terbesar karena pandemi, kehilangan US$147,245 miliar atau 2 triliun pada sepuluh bulan 2020.

Spanyol

Spanyol menampung kurang dari 20 juta pengunjung asing pada 2020 dan mengalami kerugian pendapatan pariwisata terbesar di antara negara Eropa mana pun dengan senilai US$46.707 juta atau Rp552 miliar.

Prancis

Prancis biasanya menampung lebih dari 89 juta turis setiap tahun. Namun, kali ini menyebabkan angka itu menurun drastis pada 2020. Negara itu mengalami kerugian total pendapatan pariwisata sebesar US$42,036 miliar atau Rp 596 miliar selama 10 bulan pertama tahun ini.

Thailand

Thailand mengalami kerugian US$37,504 miliar  atau Rp53 miliar dalam pendapatan pariwisata karena pandemi yang sedang berlangsung. Angka tersebut adalah yang tertinggi di antara negara mana pun di Asia.

Mengenal Critical Eleven, Titik Kritis dalam Penerbangan Pesawat

Jerman

Total kerugian pendapatan pariwisata Jerman sebesar US$34,641 miliaratau Rp 491 miliar dari Januari 2020 hingga Oktober 2020. Jerman adalah negara terbesar kelima di dunia dan hanya tertinggal dari Spanyol dan Prancis di Eropa.

Pandemi corona Covid-19 yang terjadi di dunia memberikan dampak sangat luas, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara, mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Berdasarkan data Organisasi Wisata Dunia (UNWTO), sejak Januari hingga Juni 2020 pariwisata dunia kehilangan 440 juta turis.

“Indonesia diperkirakan kehilangan devisa sebesar 14,5-15,8 miliar dolar AS karena adanya penurunan kunjungan wisatawan mancanegara. Keterpurukan ini dikarenakan sektor pariwisata sangat mengandalkan pergerakan manusia,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, dalam acara Bincang Maya Tourism Industry Post Covid-19: Survival and Revival Strategy, Jumat (16/10/2020).

Angela juga mengungkapkan Kemenparekraf/Baparekraf telah menyiapkan dan segera menyalurkan dana hibah pariwisata sebesar Rp3,3 triliun bagi pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran serta pemerintah daerah. Sebesar 30 persen dari dana hibah ditujukan untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Petik Arti Kecantikan Fisik dari 5 Drama Korea Populer

Sementara 70 persen dialokasikan untuk membantu pelaku usaha hotel dan restoran dalam menjalankan operasional kesehariannya, dan dalam menerapkan protokol kesehatan. “Selain itu, kami juga telah mengalokasikan lebih dari 119 miliar untuk sertifikasi CHSE secara gratis dengan lembaga independen, yang ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap sektor pariwisata,” tambah Angela.

Sementara itu, untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Tanah Air, Angela menuturkan pihaknya akan memberdayakan wisatawan nusantara melalui program diskon pariwisata. Program tersebut akan diluncurkan pada  setelah vaksin Covid-19 rampung.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.