Tutup Iklan

Canggih, Vaksin Berbentuk Pil Sedang Dirancang

Vaksin virus corona bisa melindungi orang hingga 95 persen dari Covid-19.

JEDA.ID-Memberikan vaksin berbentuk pil bisa menjadi solusi atas pandemi Covid-19 di masa mendatang. Tapi mungkinkan merancang vaksin berbentuk pil?

Info kesehatan kali ini membahas vaksin berbentuk pil untuk mengatasi pandemi Covid-19. Tenang, para ilmuwan saat ini sedang merancang vaksin Corona berbentuk pil. Otoritas Inggris mengatakan bahwa mereka sedang menilai penggunaan vaksin dengan teknologi pil, yang sedang dikembangkan di seluruh dunia.

ImmunityBio yang berbasis di Amerika Serikat menggunakan teknologi yang dikembangkan Inggris untuk membuat vaksin dalam bentuk pil atau tablet dan telah memulai uji klinis.

JosBio, yang berbasis di Sussex, Inggris telah merekayasa vaksin dalam bentuk oral dan melakukan uji coba awal pada monyet. Dilaporkan bahwa hasilnya menunjukkan respons yang sangat efektif.

Baca Juga: Waspada, Ini Kelompok Usia Penyebar Virus Corona Terbanyak

Menteri Urusan Vaksin Inggris Nadhim Zahawi mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ada teknologi dengan pil dan lainnya sedang dikembangkan di seluruh dunia, Inggris akan melihat perkembangan tersebut.

“Tapi kami memastikan Inggris akan selalu memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memproduksi varian vaksin yang akan menangani virus varian apa pun,” katanya kepada Times Radio dan ditulis Bisnis.com, Selasa (9/2/2021).

Hingga saat ini, lebih dari 12 juta orang di Inggris telah mendapatkan dosis pertama vaksin virus corona. Pemerintah menetapkan sasaran untuk memberikan dosis pertama kepada 15 juta orang dalam empat kelompok prioritas pada 15 Februari mendatang.

Dalam perkembangan lain, Afrika Selatan telah menunda peluncuran vaksin Oxford-AstraZeneca setelah sebuah studi baru menunjukkan bahwa vaksin yang dikembangkan Inggris tersebut menawarkan perlindungan minimal terhadap jenis varian baru Covid-19.

Mutasi itu telah menyumbang sekitar 90 persen kasus di Afrika Selatan. Sementara, lebih dari 100 kasus varian negara itu telah ditemukan di Inggris. Zahawi mengatakan masyarakat harus tetap yakin tentang efektivitas vaksin dan dia menyatakan vaksin akan diperbarui untuk menawarkan perlindungan yang lebih baik.

Kendati perlu untuk mempersiapkan penyebaran vaksin yang diperbarui, otoritas Inggris percaya diri peluncuran program vaksinasi termasuk Oxford-AstraZeneca akan memberikan perlindungan dari penyakit pandemi mematikan ini.

Baca Juga: Mengenal TB Usus, Infeksi yang Diidap Ustaz Maaher Sebelum Meninggal

“Kita perlu menyadari bahwa meskipun vaksin telah mengurangi kemanjuran dalam mencegah infeksi, mungkin masih ada kemanjuran yang baik terhadap penyakit parah, rawat inap, dan kematian. Ini sangat penting untuk melindungi sistem perawatan kesehatan,” katanya.

Seberapa Efektif Vaksin Corona Melindungi Orang?

Vaksin berbentuk pil bisa menjadi solusi pandemi di masa mendatang, meski saat ini vaksin masih berupa obat yang disuntikkan. Para peneliti dan dokter mengungkapkan bahwa vaksin virus corona bisa melindungi orang hingga 95 persen dari Covid-19.

Selain itu, vaksin virus corona juga dapat melindungi hingga 100 persen dari penyakit parah dalam 2 pekan setelah mendapatkan dosis kedua vaksin (baik versi Pfizer atau Moderna). Namun, Polandia menunjukkan bahwa 5 persen orang masih bisa sakit akibat virus karena tubuh mereka tidak memberikan respons perlindungan terhadap vaksin.

Mengutip dari WebMD, Selasa (9/2/2021), meski risiko infeksi tertular virus corona rendah, maka orang yang divaksin masih bisa juga tertular Covid-19 usai divaksinasi.

Pada peneliti mengungkapkan bahwa gejala orang yang sudah divaksinasi akan lebih ringan tetapi mereka masih dapat menularkan virus. Di sisi lain, peneliti juga belum sepenuhnya yakin apakah orang yang divaksinasi juga masih dapat menularkan virus ke orang lain, sebab pandemi masih sangat rumit.

Baca Juga: Harus Karantina di RS? Ini Daftar Barang yang Harus Dipersiapkan

Seorang dokter perawatan primer di Washington, DC, Lucy McBride, MD,  mengatakan semua itu benar secara ilmiah, tetapi dia pikir risiko itu cukup kecil dan berfokus pada tenaga medis.

“Kita harus membiarkan diri kita sendiri menikmati saat-saat ketika kita dan orang yang kita cintai divaksinasi, karena risiko kebersamaan kita akan sangat rendah dan manfaatnya bagi kesehatan mental kita tinggi,” katanya.
Menurutnya, vaksin yang tersedia saat ini sangat aman dan efektif, dan vaksinasi adalah tiket untuk menuju masa depan yang lebih baik.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.