5 Masalah Wiper Mobil dan Cara Mengatasinya

Ada sejumlah masalah wiper mobil. Lebih baik mencegah sebelum timbul masalah wiper mobil. Ada sejumlah masalah wiper mobil. Lebih baik mencegah sebelum timbul masalah wiper mobil.

JEDA.ID-Sering kali kita menjumpai ada sejumlah masalah wiper mobil padahal keberadaan wiper mobil sangat penting. Nah sebelum Anda menemui masalah wiper mobil sebaiknya cegahlah terlebih dahulu.

Wiper, benda paling diandalkan pemobil kala berkendara di tengah guyuran hujan. Jika wiper dalam keadaan tidak baik, visibilitas pengemudi pun akan terganggu. Lalu apa saja masalah yang umumnya ditemukan pada wiper? Tips otomotif kali ini bakal membahas sejumlah masalah wiper mobil dan cara mengatasinya.

Kenali Tanda-Tanda Tubuh Kekurangan Protein

Dikutip dari detikcom, Jumat (27/11/2020), berikut ini sejumlah masalah wiper mobil:

Wiper Mengeluarkan Suara Berdecit

Ada dua kemungkinan pangkal masalahnya, yakni karetnya yang sudah getas atau pemilik mobil yang malas membersihkan kaca.

“Bisa jadi satu karetnya sudah tidak maksimal, sudah mulai keras jadi ketika menyapu tidak halus. Kalau halus akan lebih smooth pergeserannya,” tutur Koordinator Eksekutif Technical Service Astra Daihatsu Motor Anjar Rosadi.

Ia menjelaskan selain kelenturan karet wiper, kondisi fisik karet ini juga wajib diperhatikan. Lihatlah apakah karet wiper Anda pecah-pecah atau bahkan sobek. Gantilah bila Anda menemukan hal tersebut.

Lebih lanjut Anjar menjelaskan, bunyi decitan juga bisa disebabkan karena kaca yang kotor akibat paparan debu yang hinggap saat musim panas. Biasanya pemilik yang malas untuk membersihkan mobil.

Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Meningkat Selama Pandemi

“Bisa juga kacanya kotor, menempel debu-debu halus yang sudah tidak lama dibersihkan jadi itu seperti bikin keset,” bilang Anjar.
Bentuk Karet Wiper Berubah

Dalam situs Honda Indonesia disebutkan Cobalah menyirami kaca mobil dengan air dan bersihkan menggunakan wiper. Jika kaca dapat kering tanpa menyisakan bercak air artinya karet wiper masih dalam kondisi prima. Sebaliknya jika masih menyisakan bercak air, berarti karet tak lagi bekerja baik dan perlu diganti.

Pun bentuk karet wiper yang baik posisinya lurus, kalau dilihat melengkung maka ada bagian kaca yang tidak tersapu sempurna.

Wiper Tidak Bergerak

Masalah lain jika wiper sudah dinyalakan tapi tak bergerak, di mana masalahnya?

Meski karet sudah diganti bila komponen ini tetap tidak bekerja maka motor wiper harus segera diganti.

“Motor wiper termasuk yang kuat, saya jarang mendengar informasi bermasalah. Sistemnya sederhana, kebanyakan karetnya (yang bermasalah),” ungkap Anjar.

“Secara khusus dia (motor wiper) biasanya tidak gerak, indikasi awal, bisa jadi karenanya motornya,” tandasnya.

Umur Karet Wiper

Aftersales Support PT Astra International-Peugeot Samsudin menyarankan agar karet wiper diganti per 20.000 kilometer.

Kenali Perbedaan Gejala Covid-19 dengan Flu dan Alergi

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pastikan selalu ganti karet wiper setelah mobil menempuh jarak 20.000 km atau 2 tahun berjalan idealnya. Aturan ini biasanya dipakai buat mobil yang sering diparkir di area indor seperti garasi. Tapi kalau jarang (parkir di garasi-Red), otomatis waktunya dimajukan,” tutur Samsudin.

Jangan Sampai Tabung Reservoir Kosong

Selalu pastikan washer tank terisi penuh dengan air bersih atau cairan tambahan yang khusus untuk membersihkan kaca. Tapi jika terdesak, bisa menggunakan alternatif murah meriah yakni dengan mencampurkan sedikit air dengan sabun.

Namun Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna menghimbau agar tidak menggunakan air biasa saat memasukannya ke dalam washer tank.

“Kalau pakai air biasa, saat terjadi hujan dan di depan ada mobil diesel [truk], yang terjadi kotoran dari mesin diesel  bisa bisa nempel di kaca mobil, kaca jadi berminyak dan saat kita pakai wiper yang airnya diisi air biasa, itu malah justru buram, kalau dicuci dengan air agak susah hilang. Jadi air biasa nggak cukup, ada cairan khusus yang sudah diformulasikan untuk membersihkan. Tidak perlu diencerkan langsung tuang, itu nanti lebih bersih,” tuturnya.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.