Kenali Perbedaan Gejala Covid-19 dengan Flu dan Alergi

Ingusan atau gatal pada mata belum tentu mengindikasikan gejala Covid-19.

JEDA.ID-Masih banyak orang awam sulit mengenali  perbedaan gejala Covid-19 dengan flu dan alergi. Lalu apakah perbedaan gejala Covid-19 dengan flu?

Nah, agar semakin paham perbedaan gejala Covid-19 dengan flu dan alergi, simak terus ulasannya ya. Tips kesehatan kali ini membahas perbedaan gejala Covid-19 dengan flu dan alergi. Asal tahu saja nih ingusan atau gatal pada mata belum tentu mengindikasikan gejala Covid-19. Namun, jika merasa batuk, kelelahan, dan demam bisa jadi merupakan gejala corona, kemungkinan lainnya adalah flu musiman.

“Tidak semua gejala diciptakan sama. Meskipun tampaknya anda terkena virus Corona, anda mungkin hanya mengalami alergi musiman atau influenza,” jelas spesialis farmakoterapi Lindsey Elmore, PharmD, yang dikutip dari Healthline.

11 Cara Dicintai dengan Pantas

Untuk memastikan, pemeriksaan secara medis tetap lebih dianjurkan. Dan dalam situasi seperti ini, mengantisipasi kemungkinan terburuk adalah hal yang bijak untuk dilakukan.

Dikutip dari Healthline dan dikutip detikcom, Kamis (26/11/2020),  berikut ini perbedaan gejala Covid-19, flu, dan alergi.

1. Gejala Covid-19

Kepala farmasi SingleCare Ramzi Yacoub mengatakan ada banyak gejala pilek, flu, dan Covid-19 yang sulit dibedakan. Meskipun sama-sama disebabkan oleh virus, namun virus yang menyerang berbeda pada setiap infeksi.

“Namun, satu perbedaan utama di antara ketiganya adalah gejala virus corona adalah sesak napas,” ujar Yacoub.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merilis 11 gejala utama Covid-19, yaitu demam, batuk, sesak napas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, kehilangan rasa atau bau, hidung tersumbat atau ingusan, mual atau muntah, dan diare.

Ada juga yang mengalami asymptomatic Covid-19 dengan risiko lebih tinggi menularkannya pada orang lain.

2. Gejala flu

Flu lebih mirip gejala Covid-19 namun tidak ada sesak napas yang menyertainya. Gejala-gejala flu sangat mudah dikenali, di antaranya demam, batuk, kelelahan, sakit kepala, bersin-bersin, sakit tenggorokan, ingusan, dan diare.

3. Gejala alergi

Orang yang alergi pada makanan dan minuman, debu, serbuk sari, atau bulu binatang akan merasa baik-baik saja sampai gejala mulai muncul. Batuk, bersin, dan gatal merupakan gejala alergi yang biasanya terjadi.

“Gejala alergi cenderung membaik dengan antihistamin dan obat khusus alergi lainnya. Pilek lebih mungkin merespons dekongestan, asetaminofen, cairan, dan istirahat,” ujar dokter keluarga dari Saint John’s Health Center,  David M. Cutler.

Gejala Covid-19 ringan yang dialami pasien kerap diabaikan karena tidak menunjukkan sakit apapun. Namun, ada beberapa gejala Covid-19 baru yang sulit dikenali karena sering dikeluhkan sehari-hari.

Amankah Periksa ke Dokter Gigi Saat Pandemi?

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 10 gejala ringan Covid-19 baru yang juga perlu diwaspadai seperti dikutip dari detikcom, belum lama ini:

1. Sakit perut

Gejala Covid-19 ini sering dialami oleh pasien di samping 3 gejala utama, yaitu demam, batuk, dan kelelahan. Studi menyebutkan, masalah di perut akibat infeksi Covid-19 dapat menyebabkan diare dan muntah-muntah.

2. Infeksi mata

Menurut laporan American Academy of Ophthalmology, ada sekitar 1 hingga 3 persen mengalami kondisi ini yang berkaitan dengan gejala Covid-19  baru. Salah satunya kondisi mata merah pada pasien Covid-19.

Namun, tidak perlu panik karena bisa saja ada faktor lain yang menyebabkan mata merah, tidak berarti terjangkit virus corona Covid-19.

3. Kabut otak

Gejala Covid-19 ini terbilang baru karena jarang dialami sebagai gejala awal oleh pasien. Biasanya, kabut otak ditandai sebagai gejala berkepanjangan atau Long Covid-19.

Salah satu pasien Covid-19  bernama Thea Jourdan mengungkapkan, awalnya ia merasakan hal aneh di tenggorokannya dan mengeluh sakit kepala. Selain itu, ia merasa lelah namun tidak mengalami batuk dan demam.

“Mereka yang mengalami ini akan dihadapkan pada ketidakmampuan ‘melumpuhkan’ untuk berpikir jernih,” Dr Hilary Jones.

4. Ensefalopati

Tanda baru ini menjadi perhatian para peneliti karena merupakan penyakit otak yang menyebar, mengubah fungsi, serta struktur otak. Hal ini berkaitan dengan penyakit kabut otak yang dikeluhkan oleh pasien dan bisa menyebabkan kelumpuhan pada kinerja otak serta hilangnya kesadaran secara progresif.

Maradona Meninggal Dunia, Ini Fakta-Fakta Henti Jantung yang Dialaminya

“‘Brain fog atau kabut otak sepertinya deskripsi yang inferior tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ini benar-benar melumpuhkan. Saya tidak dapat berpikir cukup jernih untuk [melakukan] apa pun,” kata Mirabai Nicholson-McKellar yang berusia 36 tahun dari Byron Bay, berbicara kepada The Guardian.

5. Nyeri otot

Ini bisa menjadi ciri-ciri terkena virus corona yang serius. Dikutip dari The Sun, nyeri otot disebabkan oleh pelepasan bahan kimia sitokin ke tubuh sebagai respon terhadap infeksi.

"Gatal-gatal

6. Gatal-gatal

Tanda ini muncul pada kulit yang terlihat bintik-bintik dan ruam tanpa sebab. Beberapa ahli kulit percaya bahwa gatal-gatal bisa menjadi salah satu gejala Covid-19. Tidak hanya gatal, bintik-bintik merah juga memberikan sensasi terbakar sebagai respon imun terhadap sistem saraf.

7. Tidak peka terhadap bau dan rasa

Hilangnya kemampuan untuk mencium bau dan mengecap rasa sering terjadi pada kasus Covid-19 yang ringan hingga sedang. Gejala ini disebut anosmia yang dikembangkan oleh sejumlah pasien.

“Apa yang disebut anosmia, yang pada dasarnya berarti kehilangan penciuman, tampaknya merupakan gejala yang dikembangkan oleh sejumlah pasien,” kata Dr. Sanjay.

8. Lesi pada kulit

Tanda Covid-19 bisa berupa lesi pada kulit di mana tumbuhnya jaringan kulit secara abnormal, baik di permukaan atau di bawah jaringan permukaan kulit. Menurut sejumlah peneliti di Spanyol, lesi ini mirip dengan cacar air yang biasa muncul di jari kaki dan biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas.

9. Kulit seperti ‘tersetrum’

Ini merupakan hal baru kasus virus corona. Kepala Perawatan Penyakit menular di ProHealth Care Associates, Daniel Griffin, menyatakan kondisi ini bukanlah gejala Covid-19 yang umum melainkan reaksi antibodi pada tubuh.

“Jelas sudah diidentifikasi, tetapi kami belum yakin seberapa luas itu,” ungkapnya kepada The Post.

10. Penyakit saraf

Pasien akan mengalami kejang, kebingungan, pusing, sakit kepala, mengigau, hingga stroke.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.