Pakai “Baju” Batik, Intip Spek Motor Mandalika SAG Racing Team

Livery motor Pertamina Mandalika SAG Racing didominasi oleh warna biru, putih serta merah.

JEDA.ID-Tim balap dari Indonesia, Pertamina Mandalika SAG Racing Team, telah resmi meluncurkan livery motor balap untuk Moto2 2021. Kental nuansa Indonesia, motor Mandalika SAG Racing Team tersebut punya corak batik.

Peluncuran Pertamina motor Mandalika SAG Racing Team dilakukan secara virtual pada Rabu sore (24/02/2021).Seperti apa penampakan dan spek motor Mandalika SAG Racing Team, simak ulasannya di tips otomotif kali ini.

Dalam video peluncuran itu muncul juga dua pembalap Pertamina Mandalika SAG Racing Team, yakni Tom Luthi dan Bo Bendsneyder. Keduanya lantas membuka selubung kain yang menutupi motor untuk kemudian ditunjukkan pada publik.

Livery motor Pertamina Mandalika SAG Racing didominasi oleh warna biru, putih serta merah yang menghiasi body motor. Selain itu terlihat juga corak batik pada sisi samping motor yang menambah ciri khas budaya Indonesia.

Eduardo Perales, selaku Team Principal Pertamina Mandalika SAG Racing Team, mengungkapkan kepercayaan dirinya untuk dapat bersaing di papan atas.

Baca Juga: Mau Tahu Nama Pesawat Buatan Indonesia? Ini Daftarnya

“Saya berharap motor ini bisa segera mengaspal, saya percaya diri untuk bisa bersaing di peringkat atas. Tapi yang terpenting kita harus memberikan yang terbaik untuk musim ini, kita harus melangkah satu per satu untuk maju lebih baik,” tutur Eduardo.

Pembalap Bo Bendsneyder mengungkapkan rasa senangnya bisa membalap di Pertamina Mandalika SAG Racing Team. Selain itu dirinya juga senang karena kakek dan neneknya berdarah Indonesia.

“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari Mandalika SAG Racing Team, karena kebetulan kakek dan nenek saya merupakan orang Indonesia. Saya selalu berlatih keras, dua minggu lalu saya melihat tim ini dan minggu depan kami mulai bekerja keras untuk memulai latihan di lintasan,” ujar Bo dalam konferensi pers.

Sementara rekan satu timnya, Thomas Luthi turut berambisi bisa meraih hasil baik bersama Pertamina Mandalika SAG Racing Team. Dirinya ingin memberikan yang terbaik dan bisa bersaing dengan pembalap lain.
“Penuh rasa kekuatan untuk memulai musim baru ini. Tujuan kita tentunya ingin tampil di peringkat teratas. Kita tidak mau berbicara soal urutan atau posisi tepat, tapi tujuan kita bersama adalah bermain di tingkat teratas,” kata Luthi.

Eduardo Perales mengungkapkan ia sangat yakin membawa Pertamina Mandalika SAG Racing menghadapi musim ini, khususnya untuk kedua pembalap yang sudah siap mengaspal di lintasan.

Baca Juga: Kehilangan Kemampuan Mencium Akibat Covid-19 Diperkirakan Bertahan Lama

“Saya pikir kita harus melakukan semua ini dengan memperbanyak latihan, dan sekarang saya rasa Luthi dan Bo sudah siap untuk menghadapi musim ini dengan mesin motor yang sudah mereka coba,” ujar Eduardo.

Diakuinya, perlu usaha dan kerja keras untuk bisa bersaing di papan atas di musim ini. Kerja sama tim dan performa apik para rider di atas lintasan untuk mencapai target tersebut.

“Ini menjadi pekerjaan utama kami, kita harus berusaha dan memaksimalkan potensi para pembalap dengan baik. Kita akan menghadapi musim yang sedikit sulit, tapi saya harap pembalap bisa memaksimalkan dirinya agar bisa meraih kemenangan di lintasan,” tutur Eduardo.

Pertamina Mandalika SAG Racing Team sebagai tim balap dari Indonesia yang berlaga di kejuaraan dunia resmi meluncurkan motor balap untuk Moto2 musim 2021. Motor Moto2 Pertamina Mandalika SAG Racing Team itu hadir dengan nuansa Indonesia.

Secara tampilan, motor balap ini memiliki livery dengan sentuhan corak batik. Livery motor Pertamina Mandalika SAG Racing didominasi oleh warna biru, putih serta merah yang menghiasi body motor. Corak batik terlihat pada sisi samping motor yang menambah ciri khas budaya Indonesia.

Motor Moto2 dari Pertamina Mandalika SAG Racing Team ini akan dipacu oleh Bo Bendsneyder yang kakek-neneknya berdarah Indonesia, serta Thomas Luthi. Bagaimana spesifikasi motor Moto2 tim balap dari Indonesia ini?

Seperti diketahui, balapan Moto2 memiliki pemasok mesin tunggal. Semua motor Moto2 menggendong mesin Triumph berkapasitas 765 cc. Mesin itu diambil dari basis motor produksi massal Triumph, seperti Triumph Street Triple.

Baca Juga: 7 Tanda Komplikasi Aliran Darah Akibat Covid-19

Mesin berkonfigurasi tiga silinder 765 cc untuk motor Moto2 itu mampu menyemburkan tenaga maksimal hingga 140 daya kuda pada 14.000 rpm. Mesin mampu membawa motor Moto2 melesat hingga kecepatan lebih dari 300 km/jam yang telah dicapai Nicolo Bulega di Mugello.

Sementara sasisnya, mengutip laman resmi MotoGP, Pertamina Mandalika SAG Racing Team akan menggunakan motor dengan sasis Kalex. Sasis Kalex sendiri menjadi pilihan dominan di beberapa tim Moto2 musim ini.

Dikutip dari laman resmi Kalex dan detikcom, sasis motor Moto2 Kalex memiliki bobot lebih ringan 15,5%. Kini, bobot sasis Kalex hanya 7,28 kg.

Kalex mengklaim, telah mengembangkan sasis untuk Moto2 dengan perhitungan, analisis, kalkulasi & desain yang tak terhitung jumlahnya. Sasis ini didesain untuk keseimbangan pengereman, kelincahan, menikung, hingga keluar dari tikungan.

 

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.