4,5 Jam Jadi Periode Emas, Kenali Gejala Stroke

Ketika gejala stroke muncul dan terjadi serangan stroke, tindakan cepat harus diambil karena periode emas hanya 4,5 jam.

JEDA.ID–Suherni, 43, adalah contoh nyata bagaimana pentingnya menangani pasien stroke saat periode emas. Penanganan yang tepat dan cepat membuat Suherni bisa sembuh total. Mengenal gejala stroke menjadi langkah awal agar pasien bisa memanfaatkan periode emas.

Suherni berkisah terserang stroke secara tiba-tiba saat bercanda dengan tetangganya. Tangan dan kaki Suherni kaku tidak bisa digerakkan sama sekali.

Tak lama setelah itu, ia dibawa langsung ke RS Pusat Otak Nasional dan dilakukan tata laksana pada periode emas 4,5 jam pasca-terserang stroke.

”’Waktu itu saya lagi bercanda sama tetangga, tiba-tiba tangan dan kaki saya gak bergerak, langsung dibawa ke RS PON kemudain 9 hari dirawat langsung sembuh total,” ucap Suherni sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Selasa (5/11/2019).

Stroke adalah kerusakan pada otak yang muncul mendadak, progresif, dan cepat akibat gangguan peredaran darah otak nontraumatik. Gejala stroke bisa berupa kehilangan keseimbangan, kelumpuhan pada wajah, penglihatan kabur, dan kebingungan mendadak.

Gejala stroke lainnya yang kerap muncul adalah pusing kepala secara tiba-tiba, lumpuh pada sebelah tangan dan kaki, kelumpuhan pada mulut, dan kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.

Stroke membutuhkan penanganan yang cepat. Sebab, ketika terjadi serangan stroke,seseorang menjadi lebih rentan terhadap beberapa penyakit dan berkomplikasi seperti jantung, diabetes melitus, hipertensi, dan kelebihan lemak darah.

Penyakit stroke menjadi tantangan besar karena dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, pervalensi penderita stroke di Indonesia adalah 10,9 per 1.000 orang. Artinya ada 10-11 orang yang sakit stroke dari 1.000 orang.

Ketika gejala stroke muncul dan terjadi serangan stroke, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

– Jangan hanya ikut panik dan menutupi jalan udara bagi penderita. Sebaiknya bawa penderita ke tempat yang memungkinkannya untuk menghirup udara segar, lalu tempatkan penderita pada posisi setengah duduk.

– Gunakan tenaga medis segera. Panggil segera tenaga medis. Jika tidak memungkinkan untuk dibawa ke rumah sakit, telepon ambulans untuk segera mendapatkan bantuan medis.

– Jangan berikan apapun masuk ke dalam mulut, misalkan makanan atau minuman karena penderita tidak bisa menelan dengan baik. Jika memasukkan cairan pun dikhawatirkan akan masuk ke dalam saluran pernapasan.

– Jalan napas atau oksigen menuju tubuh harus dalam keadaan yang aman. Jangan sampai ditemukan sumbatan seperti air liur atau makanan, jika sedang dalam keadaan menyantap makanan.

– Segera larikan ke rumah sakit dalam waktu 20 menit karena jika lebih lama dari itu akan berakibat buruk.

Pentingnya Periode Emas

gejala stroke

Ilustrasi stroke (Kemenkes)

Ketika masyarakat mengenali berbagai gejala stroke, Sekretaris Pokdi Stroke dari Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Al Rasyid menyatakan pentingnya periode emas bagi pasien stroke.

Periode emas ini akan menentukan proses perbaikan pasca stroke dan mengurangi kecatatan. Untuk menyelamatkan seseorang yang terserang stroke secara mendadak, ia perlu secepatnya mendapatkan penanganan medis sebelum 4,5 jam.

”’Tata laksana pada fase akut yang tepat akan memberikan dampak yang baik, namun harus diiringi dengan alat yang baik dan praktis,” kata Al Rasyid.

Al Rasyid mengatakan deteksi dini faktor risiko dan promosi hidup sehat perlu digalakkan agar memperkecil kejadian stroke. Jika sudah terlambat maka penanganan akan semakin sulit.

”Langkah pencegahan begitu penting, juga menerapkan gaya hidup sehat adalah kunci untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk stroke,” tambah dr. Al Rasyid.

Ini pula yang dilakukan Suherni setelah sembuh total dari stroke. Diamengubah pola makan menjadi lebih baik. Selain nasi, Suherni lebih memperbanyak makan sayuran dan ikan. Ia juga sudah tidak lagi meminum obat dan tidak pernah ada keluhan.

Berikut beberapa cara pencegahan stroke sebagaimana dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes.

– Perhatikan pemilihan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pilihlah sayuran yang mengandung banyak serat, sehingga aliran darah menjadi lancar. Serat juga lebih mudah diserap oleh tubuh.

– Stop merokok. Racun kimia yang membahayakan tubuh ada di rokok. Hentikan kebiasaan merokok segera.

– Tingkatkan aktivitas fisik. Berolahraga rutin bisa membuat peredaran darah menjadi lancar sehingga bisa terhindar dari serangan stroke.

– Hindari stres. Stres bisa mengakibatkan tekanan darah menjadi tidak stabil dan cenderung tinggi. Ketika stres, aliran darah menjadi lebih cepat dan tidak terkontrol dengan baik, sehingga terjadinya sumbatan sangat mungkin terjadi.

Itulah gambaran tentang gejala stoke dan cara pencegahannya. Tentu yang harus menjadi perhatian penting adalah mengupayakan pasien stroke bisa tertangani dengan baik saat periode emas sehingga peluang pulihnya semakin tinggi.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.