Pinjam Alat Make up Wanita Australia Jadi Lumpuh, Benda-Benda Ini Hanya untuk Sendiri

Hati-hati bila ingin pinjam make up atau meminjamkan kepada teman atau orang lain. Hal ini karena sangat memungkinkan Anda akan terpapar bakteri.

JEDA.ID— Hati-hati bila ingin pinjam alat make up atau meminjamkan kepada teman atau orang lain. Alat make up yang dipinjam atau dipinjamkan sangat memungkinkan bisa sarana penyebaran bakteri.

Seperti kisah seorang wanita asal Australia yang mengalami kelumpuhan setelah pinjam alat make up berupa kuas milik temannya. Wanita bernama Jo Gilchrist mengalami kondisi langka yang menyerang tubuhnya setelah terpapar bakteri setelah pinjam make up tersebut.

Jo meminjam brush dari temannya untuk memulaskan foundation di bagian wajahnya yang berjerawat. Siapa sangka, wanita berusia 31 tahun itu malah sakit parah yang membuatnya jadi lumpuh sebulan setelahnya. Rupanya Jo mengalami infeksi MRSA (methicilin-resistant Staphylococcus aureus), penyakit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus yang sudah tidak mempan lagi terhadap banyak jenis antibiotik. Kondisi tersebut menyebabkan Jo jadi lumpuh dari dada sampai kakinya.

“Aku mulai merasa sakit punggung dan berakhir lumpuh dari dada hingga bawah,” ucapnya, seperti diungkapkannya dalam acara This Time Next Year di channel 9 Australia seperti dilansir wolipopdetik, Jumat (23/8/2019).

Ibu satu anak itu sempat dinyatakan akan duduk selamanya di kursi roda atau bahkan kehilangan nyawanya. Untunglah, setelah operasi punggungnya berjalan lancar, Jo malakukan perawatan fisioterapi dan mulai belajar jalan kembali. Akhirnya, kondisi Jo kini telah pulih dan bisa berjalan lagi.

Kasus serupa pernah dialami seorang model yang juga berasal Australia, Anthea Page. Dia didiagnosa terkena staphylococcus aureus atau infeksi bakteri golden staph setelah di-makeup seorang penata rias untuk gelaran Sydney Fashion Weekend beberapa waktu lalu.

Diduga, infeksi itu timbul karena alat makeup berupa brush yang kurang higienis. Tak hanya menyebabkan rasa nyeri dan bengkak pada bagian mata sebelah kanan, hal tersebut juga membuatnya harus membatalkan sejumlah pekerjaan.

Infeksi bakteri golden staph yang dialami Anthea untungnya tidak terlalu parah dan hanya butuh obat antibiotik dan istirahat selama beberapa waktu. Penyakit yang bisa menyebar melalui kontak kulit atau bersentuhan dengan material yang terkontaminasi hanya menyebabkan bintil besar pada matanya.

Jangan Asal Pinjam Meminjam

Tidak bisa dimungkiri, sebagai orang Timur, budaya di negeri ini salah satunya senang berbagi. Namun, tidak semua hal aman untuk dibagikan. Ada hal-hal yang seharusnya bersifat pribadi dan tidak bisa asal pinjam atau meminjamkan kepada orang lain. Alasan utamanya adalah demi kesehatan dan kenyamanan. Berikut sejumlah hal yang sebaiknya tidak pinjam atau dipinjamkan kepada orang lain, seperti dirangkum Jeda.Id dari berbagai sumber.

1. Pakaian

Jika pakaian tidak dicuci dengan benar, kuman bisa menyebar ke pakaian lain yang dicuci bersamaan. Penting untuk mengganti pakaian tiap hari dan tidak dipinjamkan ke orang lain. Terutama pakaian-pakaian tertentu, seperti pakaian dalam, baju olahraga, dan baju untuk memasak. Kalaupun terpaksa meminjamkan kepada orang lain, pastikan pakaian tersebut sudah dicuci dengan bersih sebelum kita pakai lagi.

2. Handuk

Handuk yang digunakan oleh lebih dari satu orang dapat meningkatkan risiko pertukaran kuman di antara orang-orang yang menggunakan handuk tersebut. Selalu bawa handuk sendiri tiap kali bepergian atau berolahraga untuk mencegah penularan kuman dan bakteri dari orang lain.

3. Sikat gigi

Sikat gigi yang digunakan oleh lebih dari satu orang berisiko meningkatkan penularan penyakit akibat infeksi bakteri maupun virus. Salah satunya adalah hepatitis C, akibat sikat gigi terkena paparan darah yang mengandung virus hepatitis C. Jika lupa membawa sikat gigi saat menginap, upayakan untuk membeli yang baru daripada meminjam milik orang lain.

4. Alat cukur

Kulit yang terkelupas dan mengeluarkan darah merupakan risiko umum yang mungkin terjadi saat seseorang mencukur bulu, rambut, atau jenggot. Itulah sebabnya alat pencukur berisiko menyebarkan penyakit tertentu, seperti hepatitis B dan hepatitis C, jika digunakan bergantian dengan orang lain.

5. Gunting Kuku

Mungkin kita tidak bisa melihatnya, tetapi ada banyak bakteri, virus, dan mikroorganisme jamur pada jari dan kuku manusia. Oleh sebab itu, gunting kuku bisa menjadi faktor infeksi. Dengan meminjamkan gunting kuku kepada orang lain dapat meningkatkan risiko penyakit jamur dan hepatitis.

6. Anting

Ada banyak pembuluh darah di telinga. Itu sebabnya telinga mudah terinfeksi penyakit yang ditularkan melalui darah hanya dengan mengenakan anting. Lain kali jika ingin meminjam anting, jangan lupa dibersihkan dengan alkohol.

7. Lipstick dan Lip Balm

Tidak hanya di telinga, pembuluh darah juga ada di bawah permukaan bibir. Penggunaan lipstick maupun lip balm dapat membawa mikroba yang ada di aliran darah. Virus herpes dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain ketika berbagi lip balm atau lipstick.

8. Deodoran Roll-On

Deodoran bentuk roll-on dapat menyebabkan infeksi yang serius, terutama jika ketiak mengalami luka kecil setelah bercukur. Wangi deodoran hanya menutupi bau dan tidak dapat mencegah penyebaran bakteri. Oleh sebab itu, selalu pilih deodoran dengan bahan antibakteri dan jangan meminjamkannya ke orang lain bahkan keluarga.

9. Sabun Batangan

Mikroorganisme melapisi sabun batang setelah digunakan. Tidak hanya mikroba baik tetapi juga virus berbahaya. Ketika sabun diletakkan di tempatnya, kelembapannya menjadi tempat ideal untuk pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus. Untuk mengurangi risiko infeksi, lebih baik gunakan sabun cair.

10. Sisir

Jangan pernah meminjamkan sikat rambut atau sisir ke orang lain. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyebaran parasit seperti kutu, kudis bahkan infeksi staph.  Jika Anda berbagi sisir, segera bersihkan dengan sabun, tisu basah atau alkohol. Cara terbaik untuk melindungi diri sendiri adalah dengan tidak berbagi sisir.

11. Spons Mandi

Umumnya spons mandi atau loofah tidak pernah benar-benar kering karena sering digunakan dan diletakan di tempat yang lembap. Oleh karena itu, loofah menjadi pabrik kuman yang sangat baik untuk perkembangan bakteri. Keringkan loofah secara menyeluruh dan jangan meminjamkannya kepada siapa pun.

12. Alat Makeup

Hindari berbagi produk atau alat make up yang bersentuhan dengan cairan tubuh, seperti kelenjar mata, mukosa hidung, air liur, darah, atau jerawat nanah. Kuas yang bersentuhan dengan itu umumnya untuk pemakaian eyeliner, eyeshadow, maskara, concealer dan lipstik. Sebaiknya jangan berbagi kuas atau alat makeup lain dengan orang lain serta hindari menggunakan barang sample di toko kosmetik.

13. Earphone atau headphone

Penggunaan earphone dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di telinga. Belum lagi jika Anda meminjamkannya, itu akan meningkatkan risiko tertular bakteri jahat seperti streptococcus dan staphylococcus penyebab infeksi telinga, bisul, dan pustula. Jika Anda masih ingin berbagi aksesori ini dengan seseorang atau meminjamnya, bersihkan headphone dengan kapas yang dicelupkan ke dalam alkohol.

14. Sepatu

Saat memakai sepatu, kaki pasti mulai berkeringat dan menciptakan kondisi pembiakan sempurna untuk jamur dan bakteri. Untuk itu meminjam atau meminjamkan sepatu berpeluang akan tertular jamur atau bakteri dari orang lain.
Pastikan juga mencuci sepatu secara teratur. Atau sebagai alternatif, kita bisa memberi sepatu dengan disinfektan, seperti cuka.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.