Selain Bajakah, Bahan Alami Ini Diyakini Juga Bisa Jadi Obat Lawan Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan. Tak mengherankan, penelitian atau penemuan obat kanker selalu menarik perhatian publik.

JEDA.ID— Kanker merupakan salah satu penyakit paling mematikan. Tak mengherankan, penelitian atau penemuan obat kanker selalu menarik perhatian publik.

Riset akar bajakah yang digawangi tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah memperoleh penghargaan Ikon Apresiasi Prestasi Pancasila Tahun 2019 dari pemerintah saat peringatan Kemerdekaan Indonesia pada (17/8/2019).

Seperti dilansir dari detik.com, Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri, dan Yazid Rafly Akbar memperoleh penghargaan tersebut atas prestasi mereka di bidang sains dan inovasi, olahraga, seni budaya dan bidang kreatif, serta social entrepreneurship.

Studi Aysa dan Anggina membuktikan bajakah punya potensi menangani penyakit kanker payudara. Riset tanaman asli Kalimantan ini sukses membawa Indonesia berjaya di ajang riset internasional. Hasil riset ini juga menjadi sorotan dan perbincangan hangat masyarakat Indonesia.

Kematian Tertinggi

Merujuk data Kemenkes, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia (136.2/100.000 penduduk) berada pada urutan 8 di Asia Tenggara, sedangkan di Asia urutan ke 23. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan Penyakit Tidak Menular (PTM) salah satunya kanker memang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yang mencapai 73%. Selain kanker, penyakit lain seperti stroke, ginjal kronis, dan hipertensi menduduki peringkat teratas penyebab kematian di Tanah Air.

Sedangkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi berbagai PTM, seperti kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, dan hipertensi mengalami kenaikan. Lebih jauh lagi, penelitian ASEAN Cost in Oncology (ACTION) mengungkapkan bahwa dari 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, hampir 50% mengalami kebangkrutan dan 29% meninggal dunia.

Berikut adalah 10 jenis kanker yang paling banyak merenggut nyawa pada 2003 hingga 2007 menurut National Cancer Institute (NCI) seperti dikutip Jeda.ID dari berbagai sumber :

1. Kanker paru-paru dan bronkial

Kanker paru-paru dan bronkial adalah kanker pembunuh nomor satu di Amerika Serikat. Merokok dan memakai produk tembakau adalah penyebab utamanya. Kanker ini paling banyak menyerang orang berusia 55-65 tahun.
Angka kejadian tertinggi di Indonesia mencapai 19,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100.000 penduduk

2. Kanker usus besar dan rektum

Kanker usus besar tumbuh di jaringan usus besar, sedangkan kanker rektum tumbuh di beberapa sentimeter di usus besar dekat anus. Kebanyakan kasus diawali dengan gumpalan kecil sel jinak atau polip dan dari waktu ke waktu tumbuh menjadi kanker. Kanker kolorektal diperkirakan membunuh lebih dari 51.000 orang pada tahun 2010.

3. Kanker payudara

Kanker payudara adalah kanker yang terpopuler nomor dua di Amerika Serikat setelah kanker kulit. Kanker ini juga dapat menyerang pria. Sel kanker biasanya terbentuk di dalam saluran yang mengalirkan susu ke puting susu atau kelenjar yang memproduksi susu. Angka kejadidan kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk

4. Kanker pankreas

Kanker pankreas muncul di jaringan pankreas yang membantu pencernaan dan mengatur metabolisme. Deteksi dan penanganan sejak dini sulit dilakukan karena seringkali bersifat diam-diam dan cepat menyebar. Kanker pankreas diperkirakan merenggut 37.000 jiwa pada tahun 2010.

5. Kanker prostat

Kanker ini merupakan penyebab utama kematian karena kanker nomor dua pada pria setelah kanker paru-paru dan bronkial. Kanker prostat biasanya mulai tumbuh perlahan-lahan di kelenjar prostat, kelenjar yang menghasilkan cairan mani untuk mengangkut sperma. Kanker prostat diperkirakan membunuh sekitar 32.000 orang pada tahun 2010.

6. Leukemia

Ada banyak jenis leukemia atau kanker darah dan semuanya menyerang jaringan tubuh yang membentuk darah seperti sumsum tulang dan sistem limfatik. Kanker darah mengakibatkan kelebihan produksi sel darah putih yang abnormal. Jenis leukemia diklasifikasikan berdasarkan seberapa cepat penyebarannya dan sel-sel apa saja yang dipengaruhi. Jenis leukemia akut myelogenous adalah yang paling ganas dan membunuh 41.714 orang pada 2003 hingga 2007. Hampir 22.000 orang diperkirakan akan meninggal karena leukemia pada 2010.

7. Limfoma non-Hodgkin

Kanker ini menyerang limfosit, sejenis sel darah putih dan ditandai oleh kelenjar getah bening yang membengkak, demam dan mengalami penurunan berat badan. Ada beberapa jenis limfoma non-Hodgkin dan dikategorikan berdasar kecepatan tumbuhnya dan jenis limfosit yang terkena. Limfoma non-Hodgkin lebih mematikan daripada limfoma Hodgkin dan diperkirakan telah membunuh lebih dari 20.000 orang pada tahun 2010.

8. Kanker hati dan saluran empedu intrahepatik

Kanker hati adalah salah satu bentuk kanker yang paling umum di seluruh dunia. Kanker ini erat kaitannya dengan kanker saluran empedu intrahepatik yang menyerang saluran yang membawa empedu dari hati ke usus kecil. Angka kejadian di Indonesia sebesar 12,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100.000 penduduk.

9. Kanker ovarium

Kanker ovarium adalah penyebab kematian akibat kanker nomor empat pada wanita antara tahun 2003 hingga 2007. Usia rata-rata perempuan yang didiagnosis mengidap kanker ini adalah 63 tahun. Kanker ini lebih mudah diobati tapi lebih sulit dideteksi pada tahap awal. Gejala-gejalanya meliputi ketidaknyamanan perut, desakan untuk buang air kecil dan nyeri panggul. Hampir 14.000 perempuan diperkirakan mati akibat kanker ovarium pada tahun 2010.

10. Kanker esophageal

Kanker ini dimulai dalam sel-sel yang melapisi esofagus, yaitu tabung yang membawa makanan dari tenggorokan ke perut, dan biasanya terjadi di bagian bawah kerongkongan. Pria lebih mungkin meninggal daripada perempuan karena kanker esophagus antara tahun 2003 hingga 2007. Kanker ini diperkirakan membunuh 14.500 orang pada tahun 2010.

Temuan Awal

Pakar medis dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta Venita berpendapat hasil temuan para siswa asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tentang akar tanaman Bajakah untuk melawan kanker payudara masih tahap awal untuk menjadi obat yang tersertifikasi. Temuan akar tanaman Bajakah yang dipresentasikan dalam Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan, pada Juli, itu berupa bubuk teh sebagai obat penyembuh kanker payudara.  Tapi, Venita tidak menampik potensi akar itu sebagai obat kanker, karena telah banyak obat pelawan kanker berasal dari tumbuhan.

Venita menyarankan pasien kanker tetap harus mengikuti standar pengobatan dan terapi sesuai bukti medis, antara lain pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Sementara pengobatan yang bersifat suplemen atau herbal sebaiknya hanya menjadi komplemen. Selain Bajakah, bahan alami lain yang diyakini bisa melawan kanker adalah sebagai berikut:

1. Walnut

walnut (freepik)

walnut (freepik)

Menurut sebuah studi dalam jurnal Nutrition Research, mengonsumsi dua ons walnut per hari selama dua pekan diyakini dapat membantu menekan pertumbuhan kanker payudara. “Konsumsi walnut telah memperlambat pertumbuhan kanker payudara dan mengurangi risiko kanker payudara pada tikus,” kata W Elaine Hardman, dari Marshall University di Amerika Serikat seperti dilansir Indian Express, seperti dilansir Antaranews, belum lama ini.

2. Buah Manggis

manggis

Manggis (freepik)

Buah tropis manggis yang rasanya manis tetapi kadang agak asam diyakini punya banyak manfaat untuk kesehatan dan rendah kalori. Seperti dilansir Medical Daily, manggis diyakini memiliki memiliki kekuatan anti bakteri. Sifat anti-inflamasi manggis juga bermanfaat untuk penanganan pilek dan flu.

Manggis kaya akan magnesium, mangan, tembaga dan kalium, yang semuanya dapat membantu mengurangi tekanan darah. Berkat serat dan vitamin C yang ada di dalamnya, manggis juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Menariknya, manggis juga dapat membantu mengurangi peradangan serta membantu mencegah kanker.

3. Yogurt

Yogurt (freepik)

Yogurt (freepik)

Hasil studi dalam jurnal The BMJ menunjukkan mengonsumsi yogurt berpotensi mengurangi risiko seseorang terkena kanker kolorektal yang disebabkan mikrobioma usus. Seperti dilansir Medical News Today, peneliti dari the Harvard T.H. Chan School of Public Health di Boston menganalisis informasi tentang diet dan pembentukan adenoma (kanker jinak) pada 32.606 pria dan 55.743 wanita untuk mendapatkan kesimpulan itu. Sepanjang periode penelitian, para peneliti mendokumentasikan perkembangan 5.811 adenoma di antara pria dan 8.116 adenoma di antara wanita.

Hasilnya, pria yang mengonsumsi dua atau lebih porsi yogurt per pekan memiliki risiko 19 persen lebih rendah terkena pertumbuhan prakanker di usus (adenoma konvensional) dibandingkan dengan pria yang tidak mengonsumsi yogurt sama sekali.

Selain itu, pria yang makan dua atau lebih porsi yogurt per pekan berisiko 26 persen lebih rendah terkena pertumbuhan abnormal yang berpotensi menjadi tumor ganas di usus besar. Penelitian tersebut juga menyebut Yogurt juga dapat mengurangi risiko adenoma karena ada efek anti-inflamasi pada mukosa usus besar dan memperbaiki disfungsi penghalang usus.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.