Musim Hujan Banyak Kobra, Begini Cara Aman Mengusir Ular

Jika ular sudah terlanjur masuk rumah, usahakan jangan panik.

JEDA.ID – Musim penghujan di akhir 2019 ini publik dibuat resah dengan banyaknya kasus penemuan ular kobra. Sejumlah daerah mulai dari Gunungkidul, Bogor, dan daerah lainnya kemunculan ular membuat warga panik.

Peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Amir Hamidy, menyebut awal musim penghujan adalah waktu di mana telur ular kobra jenis Jawa menetas. “Fenomena ini wajar, dan merupakan siklus alami,” ujar Amir dilansir Detik.com, Jumat (13/12/2019).

Suami-Istri di Cianjur Meninggal Dipatuk Ular, Ini 6 Jenis Ular Paling Berbisa

Ia menyebut suhu ruangan hangat dan lembap cenderung disukai oleh ular untuk tempat menetaskan telur, termasuk induk ular kobra. Telur-telur itu akan ditinggalkan dan dibiarkan menetas sendiri. “Begitu menetas, anakan kobra akan menyebar ke mana-mana,” tandasnya.

Ia menyebut kobra Jawa biasanya hidup di wilayah perbatasan hutan yang terbuka, savana, persawahan hingga pekarangan rumah. Menurutnya, ular ini bisa tumbuh hingga 1,8 meter.

Sekali bertelur, kobra betina disebutnya mampu menghasilkan hingga 20 butir telur. Telur itu diletakkan di lubang-lubang tanah atau bawah serasah daun kering yang lembap serta bakal menetas dalam waktu tiga hingga empat bulan.

Mitos Ikan Oarfish Jadi Penanda Tsunami, Benarkah?

Mencegah Masuk

Pakar penanganan gigitan hewan berbisa (toksinolog) sekaligus penasihat temporer WHO untuk gigitan ular, dr Tri Maharani, menjelaskan bagaimana cara paling efektif menangkal ular kobra.

Sebagai pencegahan agar rumah tidak disusupi ular, jangan menyimpan ternak seperti ayam di kawasan dalam rumah, karena itu adalah mangsa ular. Pastikan untuk menyimpan makanan, khususnya daging, di tempat yang tertutup, sehingga baunya tak terendus.

Hindari pula membuat konstruksi rumah yang bisa memberikan ceruk bernaung bagi ular untuk bersembunyi. Jangan pula membiasakan diri tidur di lantai. Pasalnya, ular akan sangat mudah untuk menyerang.

Untuk menghindari serangan ular di sawah atau kebun, pastikan untuk tidak menyediakan ruang untuk tempat bersembunyi ular seperti lubang.

Rutinkan diri untuk membersihkan gundukan tanah yang biasanya menjadi sarang rayap, karena ini juga bisa menjadi tempat bernaung ular. Bersihkan sawah atau kebun secara rutin dan upayakan rumput selalu pendek.

Panji Petualang punya cara lain untuk mengusir ular. Dilansir Suara.com, 23 Desember 2019, menurut Panji, upaya yang paling efektif untuk mencegah atau mengusir ular dari dalam rumah adalah dengan cara menyimpan wangi-wangian di sejumlah sudut rumah. Yang paling praktis, kata dia, adalah memakai kapur barus yang mengeluarkan aroma wangi, sebab ular maupun tikus tidak senang dengan wangi-wangian.

Panji menegaskan, hampir semua jenis ular takut kalau berdekatan dengan masnusia. “Ular itu sebenarnya takut dengan manusia. Ketika melihat manusia melintas di depannya, ular justru akan pergi dengan sendirinya, termasuk ular berbahaya seperti cobra,” katanya

Panji juga mengimbau masyarakat setempat untuk tidak perlu takut dengan ancaman ular, selama manusia tidak mengusik ketenangannya di alam.

Panji kemudian mengingatkan masyarakat untuk membiarkan ular yang melintas di sekitarnya tanpa menyakiti, karena ular tersebut akan pulang ke habitatnya.

Panji yang sempat tenar pada salah satu program acara televisi swasta beberapa tahun lalu itu juga berbagi tips untuk mengenal jenis ular yang berbaya atau beracun.

“Kalau ketemu ular dan ingin tahu jenisnya apa, segera keluarkan saja smartphone dan ambil fotonya lalu di share via mendia sosial kepada sejumlah komunitas pecinta satwa. Pasti dalam waktu singkat akan langsung dijawab,” kata dia.

Kebakaran Hutan Bunuh Raja Piton, Deretan Hewan Ini di Ambang Kepunahan

Mengusir Ular

Jika ular sudah terlanjur masuk rumah, usahakan jangan panik. Seperti kata Panji Petualang biasanya saat bertemu dengan manusia ular akan menghindar dan pergi jadi usahakan untuk tetap tenang.

Saat ular masuk ke rumah Anda bisa menyemprot pembersih kamar mandi di sekitar ular tersebut. Setelah itu pastikan jangan memegang langsung ular dengan tangan telanjang.

Jangan sekali-kali mencoba mengambil ular kobra dengan tangan kosong jika Anda bukan seorang profesional di bidang ini. Jika memungkinkan, pakailah hook atau kayu/besi yang ujungnya melengkung (seperti gagang payung) untuk memindahkan ular kobra. Namun, tetap waspada dan berhati-hati.

Jika ular yang masuk ke dalam rumah dalam jumlah banyak, ada baiknya Anda segera memanggil pemadam kebakaran atau damkar untuk membantu mengevakuasi ular-ular tersebut.

Berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan jika Anda tergigit ular;

  • Pastikan bahwa ular tersebut berbisa atau tidak. Kalau kamu tidak tahu dan belum sempat melihat ular, maka mari kita anggap bahwa ular tersebut berbisa.
  • Batasi pergerakan tubuh guna mencegah aliran racun yang bisa menyebar lewat darah.
  • Pastikan area gigitan ada di bawah level jantung. Bila tergigit di area tangan misalnya, usahakan untuk tidak diangkat lebih tinggi atau berada sejajar dengan jantung.
  • Jangan gunakan torniket atau mengikat area tubuh. Pasalnya, pengikatan sering kali tidak tepat sasaran dan justru malah mematikan seluruh jaringan dan berakibat amputasi.
  • Jangan tekan area gigitan dengan kompres dingin, ataupun berusaha memotong bekas gigitan dengan pisau. Hindari pula menghisap racun di area tergigit dengan mulut.
Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.