Kisah-Kisah Mengharukan Pasien yang Sembuh dari Covid-19

Di antara sekian banyak kasus virus corona, ada kisah-kisah pasien yang sembuh. Dari berbagai kisah tersebut, ada pasien yang  tetap berpikir positif dan tidak terlalu larut atau stres memikirkan penyakitnya.

JEDA.ID – Di antara sekian banyak kasus virus corona, ada kisah-kisah pasien yang sembuh.  Jumlah pasien positif Corona di Indonesia hingga Sabtu (14/3/2020)  mencapai 96 dengan 4 di antaranya meninggal dunia.

Meski ada kecenderungan terus bertambah, sudah ada delapan pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Tanah Air. Dilansir dari Liputan6.com, mereka dinyatakan sembuh setelah dilakukan uji laboratorium sebanyak dua kali, dan hasilnya selalu negatif.

Seperti dilansir Worldometers, hingga Sabtu, virus ini telah menjangkiti 145.902 orang di seluruh dunia dengan korban meninggal mencapai 5.438 orang sementara orang yang dinyatakan sembuh mencapai 72.553 orang. Dari banyaknya orang yang sembuh tersebut ada kisah-kisah menarik sekaligus mengharuskan. Berikut kisah-kisah orang yang sembuh dari Covid-19 seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Elizabeth Schneider

Wanita berusia 37 tahun ini telah dinyatakan sembuh sepenuhnya dari virus corona. Kisahnya ini menjadi contoh harapan bagi para pasien yang masih berjuang. Schneider memiliki pengalaman yang relatif ringan melawan Virus Corona Covid-19. Ia hanya merawat diri dalam rumahnya di Seattle, Washington.

Schneider mengungkapkan 25 Februari lalu, mulanya ia mengalami gejala mirip flu. Gejala tersebut muncul tiga hari setelah dia menghadiri pesta yang kemudian diidentifikasi sebagai tempat di mana setidaknya 5 orang lainnya terkena Virus Corona.
Saat siang hari, ia merasakan sakit kepala disertai demam dan nyeri tubuh. Akhirnya, Otoritas Kesehatan setempat memintanya untuk tinggal di rumah selama setidaknya 7 hari setelah timbulnya gejala atau hingga 72 jam setelah mereka berhenti.

Selama satu pekan terakhir, Schneider merasa lebih baik dan mulai beraktivitas seperti biasa. Namun, ia masih menghindari pertemuan dengan banyak orang dan bekerja dari rumah.

2. Julie

Salah satu pasien asal Singapura ini juga dinyatakan telah pulih dari infeksi Virus Corona. Julie pun memberanikan diri untuk berbagi pengalaman saat menjalani perawatan. Pada 3 Februari 2020, Julie merasa demam dan pada 8 Februari, Julie pun didiagnosis positif Virus Corona oleh pihak rumah sakit. Kemudian dirinya dimasukkan ke dalam ruangan perawatan isolasi.

Ketika memasuki masa kritis, Julie mengaku salah satu hal yang dirasakan adalah masalah pernafasan. Bahkan, Julie mengaku rasanya sangat melelahkan dari tempat tidur ke kamar mandi yang jaraknya hanya sekitar 5 meter.

Saat itu, ia mengaku terengah-engah, napasnya pendek dan harus duduk. Namun, akhirnya Julie dinyatakan sembuh setelah sembilan hari dinyatakan positif Virus Corona Covid-19. Dokter menyatakan bahwa dirinya sudah pulih total.

Kisah – Kisah Reinkarnasi, Saat Kehidupan Terulang pada Tubuh Lain

3. Kakek 100 Tahun

Seorang kakek di China berusia 100 tahun benar-benar dinyatakan sembuh setelah terpapar Virus Corona. Pria itu telah pulih sepenuhnya dari Virus Corona. Pasien itu berulang tahun yang ke-100 pada Februari. Mulanya, ia dirawat di rumah sakit pada 24 Februari karena terinfeksi Virus Corona.

Pria itu menderita masalah kesehatan yang mendasarinya seperti penyakit Alzheimer, hipertensi, dan gagal jantung. Dia dirawat dengan menggunakan obat antivirus, terapi plasma penyembuhan, dan pengobatan tradisional Tiongkok.

Pria itu kemudian dibersihkan bersama dengan lebih dari 80 pasien lainnya pada sebelumnya meninggalkan rumah sakit. Lalu, pada Sabtu 7 Maret, seperti dilaporkan kantor berita Cina Xinhua, ia dibolehkan pulang dari rumah sakit di Wuhan.

4. Nenek 103 Tahun

Nenek berusia 103 tahun asal Tiongkok ini didiagnosis positif terinfeksi Virus Corona pada 1 Maret 2020 lalu. Ia juga sempat mengalami masa kritis. Namun, berkat pengobatan yang dilakukan dirinya berhasil sembuh dari infeksi Virus Corona dalam kurun waktu 6 hari di rumah sakit.

Kabar sembuhnya nenek ini disambut haru bahagia oleh banyak pihak. Ia menjadi pasien positif Virus Corona tertua di Tingkok. Meski begitu, kesehatan dari Nenek 103 tahun ini tidak benar-benar sehat seperti sedia kala. Pasalnya, ia memiliki penyakit bronkitis.

5. Pasien Singapura

Salah satu pasien asal Singapura yang berhasil sembuh dari Corona membagikan kisahnya. Ia bekerja sebagai karyawan di Gereja Grace Assembly of God. Wanita berusia 34 tahun ini menjadi kasus ke 48 di Singapura. Seusai dinyatakan positif virus corona, ia mulai menghindari orang-orang yang dicintainya. Ia dibawa dari rumahnya di Bukit Batok ke Pusat Penyakit Menular Nasional (NCID).

Pasien yang tidak disebutkan namanya itu menceritakan keadaanya saat diisolasi di NCID. Akses keluar masuk ruang isolasi harus melewati pintu kaca, untuk mencegah kontaminasi dan penularan virus. Makanan dan obat diantar melalui lubang yang ada di dinding, bahkan untuk berkomunikasi dengan para perawat harus melalui telepon.

Namun, setelah menjalani dua kali tes swab di rumah sakit, akhirnya ia dipastikan negatif dari virus corona. Dokter berjalan ke ruang isolasinya tanpa pakaian pelindung dan memperbolehkannya pulang. Sampai di rumah, ia kembali bisa memeluk keluarganya dan berterima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan.

6. Pasien di Wuhan

Selain beberapa kisah pasien corona yang dinyatakan sembuh di atas, ada pula pria di Wuhan, China yang dinyatakan sembuh seusai menonton film Anime kesukaannya. Ia berhasil mengontrol stres dengan baik, dengan begitu sistem imun tubuhnya akan terus membaik. Stres memang menjadi salah satu pemicu datangnya penyakit. Jika tidak ditangani dengan baik, stres dapat memperburuk keadaan bagi orang yang sudah dinyatakan positif terkena penyakit.

Cara Mengontrol Stres

Dari berbagai kisah tersebut, ada pasien yang  tetap berpikir positif dan tidak terlalu larut atau stres memikirkan penyakitnya. Dilansir dari Halodoc, stres bisa mengakibatkan beberapa penyakit seperti sakit kepala, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan tidur, stroke, obesitas, asma, depresi , hingga  alzheimer. Apalagi bagi mereka yang sedang sakit, stres bisa saja memperburuk kondisi kesehatan pasien.

Sementara bagi yang sehat, agar tidak terserang penyakit sebaiknya mulai lah mengenali stres pada diri dan mencari tahu cara mengalahkahnya. Berikut jurus mengelola stres dan mengalihkannya ke berbagai kegiatan positif seperti dilansir dari berbagai sumber.

Mencegah Resesi Sosial di Saat Isolasi Diri Akibat Virus Corona

1. Mengeluarkan semua unek-unek

Memendam perasaan, terutama perasaan yang mengganggu Anda, bisa membuat Anda stres. Lebih baik utarakan semuanya agar Anda bisa melepas beban Anda.

Utarakan semua yang ada di benak kepada orang yang bersangkutan, orang yang Anda percaya, atau psikolog. Percayalah, setelah mengeluarkan semua unek-unek itu, perasaan Anda pasti jauh lebih baik.

2. Olahraga

Selain membuat tubuh sehat, olahraga juga bisa meredakan stres. Satu cara yang sederhana dapat berupa berjalan kaki atau bersepeda mengitari komplek rumah.

3. Meditasi

Meditasi bisa membantu Anda menenangkan pikiran. Anda bisa mencoba olahraga seperti yoga yang juga mengajarkan cara bermeditasi.

4. Jalani Hobi Anda

Lakukanlah beberapa kegiatan yang Anda gemari, seperti belanja, jalan-jalan, karaoke, nonton film, berkebun, memasak, atau pergi ke taman bermain. Anda bisa melakukan apa saja yang bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks. Dengan begitu, stres akan hilang.

5. Lupakan Masa Lalu

Berhentilah berkutat pada kehidupan masa lalu, terutama jika hal itu membuat Anda sedih. Sebab, hal itu hanya akan membuat Anda menjadi stres. Hiduplah di masa sekarang dengan penuh keyakinan bahwa hidupmu jauh lebih baik dari sebelumnya. Biarlah hidup mengalir apa adanya.

Percayalah, jika Anda menjalani masa sekarang dengan bahagia dan positif, maka itu akan berdampak pula kepada kehidupan masa depan Anda.

6. Pola Hidup Sehat

Terapkanlah pola hidup sehat dengan cara tidur yang cukup dan senantiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Berhentilah merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

Setiap manusia memiliki cara masing-masing untuk mengatasi stres yang dirasakan, pilihlah satu atau dua cara yang menurut Anda paling nyaman dilakukan. Jika Anda sudah mengalami stres yang tidak dapat Anda tangani sendiri, sebaiknya temui dokter atau psikolog guna melakukan konseling. Jangan biarkan stres mengagnggu kesehatan Anda. (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.