Deretan Kontroversi Garuda Indonesia Saat Dipimpin Ari Askhara

Sebelum kasus penyelundupan ini, Ari Askhara juga terlibat dalam skandal laporan keuangan Garuda Indonesia pada 2018 silam.

JEDA.ID – Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dipecat usai kasus penyelundupkan komponen motor gede (moge) Harley-Davidson. Pencopotan ini rupanya justru disambut gembira oleh industri pariwisata lantaran Garuda Indonesia dituding menjadi salah satu penyebab harga tiket pesawat tak kunjung turun.

Dilansir Suara.com, Jumat (6/12/2019), Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan selama ini Garuda Indonesia di bawah Ari menciptakan palkan kartel dan mendikte pasar.

Saat menjadi pejabat Garuda Indonesia, dia menduga, ada tekanan perusahaan pelat merah tersebut terhadap agen penjualan tiket online seperti Traveloka. “Sampai Traveloka dipencet sama dia (Dirut Garuda), segala macam, tidak fair lah,” jelasnya.

(Baca Juga: Alasan Erick Thohir Bakal Bersih-Bersih BUMN)

Disambut Gembira

Ketua Apindo tersebut menambahkan, momentum ini akan menjadi titik awal Menteri BUMN Erick Thohir menyapu bersih orang-orang yang tidak bisa dipercaya membawa BUMN maju. Sebab, BUMN yang tidak bisa diandalkan tidak hanya merugikan industri tetapi juga seluruh rakyat Indonesia.

Sebelum kasus penyelundupan ini, Ari Askhara juga terlibat dalam skandal laporan keuangan Garuda Indonesia 2018 dengan modus mengelembungkan pendapatan atas kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi (MAT) bernilai US$ 239,94 juta atau setara Rp 3,41 triliun (kurs Rp 14.200/US$).

Namun, OJK kemudian menghukum Garuda Indonesia atas kasus pelanggaran tersebut serta diwajibkan melakukan restatement atau pernyataan ulang atas laporan keuangan 2018.

Kasus lain, Pada pertengahan Juli lalu, seorang Youtuber Rius Vernandes harus berurusan dengan pihak berwajib. Hal ini disebabkan unggahan Instagram Story-nya yang menunjukkan menu makanan tulis tangan pada penumpang kelas bisnis pesawat Garuda.

“Kami dilaporkan atas dugaan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Gue yakin kalian tahu kalau gue TIDAK ADA maksud sama sekali untuk mencemarkan nama baik siapapun,” tulisnya di keterangan foto di unggahan di akun Instagram-nya, @rius.vernandes, Selasa, 16 Juli 2019.

Pris yang kerap membagikan ragam hal soal miles penerbangan ini telah diunggah di channel Youtube-nya yang berisi cerita lengkap soal menu makanan tulis tangan. Terlihat pramugari Garuda dengan rute Sydney-Denpasar menjelaskan menu dalam proses cetak.

(Baca Juga: 10 Destinasi yang Disebut Jokowi Sebagai “Bali Baru”)

Kisruh Vlogger

Setelah kisruh yang terjadi, Garuda Indonesia dan Rius akhirnya berdamai. Hal ini disampaikan Ketua Harian Serikat Pekerja Garuda (Sekarga), Tomy Tampatty. Pihaknya selaaku pelapor Rius sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

“Konsekuensinya kita mencabut seluruh laporan dan tidak akan mengajukan kembali,” kata Tomy dalam sebuah konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 19 September 2019 lalu.

Ada pula persoalan di KPK yang menyangkut nama Garuda Indonesia.

KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA) dan Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo sebagai tersangka suap pengadaan mesin dan pesawat di PT Garuda Indonesia.

Keduanya juga dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang. KPK menemukan fakta uang suap yang diberi Soetikno pada Emirsyah dan Hadinoto tak hanya dari perusahaan Rolls-Royce, tetapi juga dari pihak pabrikan lain yang dapat proyek dari PT Garuda Indonesia.

(Baca Juga: Disorot KPK, Gaji Para Menteri Kalah dari Bos BUMN dan Anggota DPR)

Penyidik KPK kini telah merampungkan berkas Emirsyah dan Soetikno. “Hari ini Penyidik menyerahkan tersangka dan barang bukti ke penuntut umum (tahap 2) atas nama dua orang tersangka,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu, 4 Desember 2019.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.