Beredar Kabar Pizza Hut Bangkrut, Cek Sejarah dan Faktanya

Salah satu brand pelopor makanan cepat saji yang gerainya bertebaran di banyak negara, Pizza Hut dikabarkan bangkrut karena pandemi Covid-19. Benarkah?

JEDA.ID – Salah satu brand pelopor makanan cepat saji yang gerainya bertebaran di banyak negara,  Pizza Hut dikabarkan bangkrut karena terdampak Covid-19. Benarkah begitu?

Tentunya sebagian besar orang pasti mengetahui brand perusahaan makanan berlogo Atap Merah ini,

Kabar mengejutkan, setelah kian lama perusahaan ini berdiri, Pizza Hut tampaknya tak cukup kuat diterjang badai pandemi Covid-19 hingga dikabarkan bangkrut.

Belakangan ini, di media sosial beredar foto-foto gerai Pizza Hut menjajakan produknya di pinggir jalan dengan promosi ‘Rp100.000 dapat 4 pizza’.

Hal ini mungkin memunculkan asumsi bahwa hal itu dilakukan sebagai upaya menyelamatkan keuangan perusahaaan.

Nah, sebelum kita berasumsi lebih jauh, ada baiknya kita simak fakta-fakta tentang Pizza Hut dan rumor kebangkrutannya seperti dilansir dari detik.com dan sumber lain.

Diyakini Para Pakar Disanggah WHO, Ini 5 Fakta Virus Corona dan Airborne

1. Awal berdiri

Pizza Hut adalah rantai restoran Amerika dan waralaba internasional yang didirikan pada 15 Juni tahun 1958 di Wichita, Kansas oleh dua bersaudara yang bernama Dan Camey dan Frank Carney.
Bermula dari sebuah rumah dengan dinding batu bata merah, Pizza Hut kini menjadi brand populer di seluruh dunia.

Perusahaan berlogo “Atap Merah” ini dikenal dengan menu masakan Italia-Amerika, termasuk piza dan pasta, serta lauk dan makanan penutup. Pizza Hut memiliki 18.703 restoran di seluruh dunia pada tanggal 31 Desember 2019, dan menjadikannya rantai pizza terbesar di dunia dalam hal lokasi.

Pizza Hut Ini adalah anak perusahaan dari Yum! Brands, Inc., salah satu perusahaan restoran terbesar di dunia.

2. Meminjam uang Ibu untuk merintis usaha

Saat itu Dan and Frank masih berkuliah Universitas Negeri Wichita, tentunya mereka belum memiliki modal yang cukup untuk membuka restoran. Dikutip dari situs resmi Pizzahut.com, uang yang dipinjam dua bersaudara ke ibu mereka itu adalah US$600 atau setara 5.400 dollar AS di masa kini (sekitar Rp 78 juta).

3. Pemilihan nama yang tidak disengaja

Pemilihan nama Pizza Hut adalah karena ketidaksengajaan. Saat ingin membuat papan nama, papan hanya cukup untuk delapan huruf. Akhirnya Camey bersaudara memilih nama Pizza Hut agar muat di papan. Camey bersaudara memiliki prinsip untuk membuat piza yang enak dan layanan seperti keluarga di rumah.

4. Logo Atap Merah

Pada 1969, logo atap merah mulai diaplikasikan pada nama Pizza Hut. Sedangkan pada  1971, Pizza Hut semakin melebarkan sayapnya dengan mematenkan logo beserta atap warna merah sebagai ciri khas. Dengan 18,703 cabang di seluruh dunia, restoran pizza untuk keluarga ini menjadi restoran franchise terbesar di dunia.

5. Awal mula Pizza Hut di Indonesia

Dikutip dari laman resmi Pizza Hut.co.id, Pizza Hut di Indonesia  hadir sejak 1984 dan berlokasi di Gedung Djakarta Theatre, Thamrin, Jakarta. Pada 2000, restoran Pizza Hut pertama ini dipindahkan ke Gedung Cakrawala di area yang sama, hingga sekarang.

Hingga kini, Pizza Hut mempunyai lebih dari 200 restoran yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia, dari Aceh hingga Abepura.

Jangan Galau, Ini Kiat Sukses Move On Seusai Batal Menikah

6. Franchise Pizza Hut terbesar di Amerika gulung tikar

Belum lama ini NPC International, franchise terbesar dari restoran Pizza Hut asal Amerika Serikat terimbas dan terpaksa harus gulung tikar karena pandemi Covid-19. Penjualan yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami kenaikan, langsung merosot saat pandemik terjadi.

Dilansir dari detik.com, perusahaan kini memiliki utang senilai US$903 juta setara dengan Rp13 triliun dan telah melakukan pra-negosiasi perjanjian restrukturisasi yang sekitar 90%-nya berasal dari pinjaman lien pertama dan 17% dari pemberi pinjaman kedua.

“Meningkatnya biaya komoditas dan tingkat leverage keuangan yang lebih tinggi menghadirkan tantangan bagi operator restoran,” kata kepala eksekutif dan presiden divisi Pizza Hut NPC, Jon Weber dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Forbes

7. Gulung tikar tidak hanya karena Covid-19

Dikutip dari laman CNN Business, kebangkrutan NPC International bukan karena pandemi Covid-19 saja, melainkan karena meningkatnya bahan baku makanan dan upah sumber daya manusia juga menjadi alasannya.

8. Meski terancam bangkrut, NPC tidak akan menutup Pizza Hut

Pengajuan kebangkrutan bukan berarti bahwa NPC akan menutup Pizza Hut. Sebagai gantinya, NPC berusaha untuk mengurangi beban utang, yakni dengan melakukan pranegosiasi perjanjian restrukturisasi kepada kreditor. NPC juga berencana untuk menjual beberapa restorannya.

9. Pizza Hut tidak bangkrut di Indonesia

Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), Jeo Susanto mengatakan bahwa perusahaannya yang memegang lisensi waralaba Pizza Hut di Indonesia tidak bangkrut dan mengajukan pailit sebagaimana yang terjadi di Amerika Serikat, NPC Internasional.

“Tidak [berpotensi bangkrut], beda negara beda kepemilikan. Masalah NPC internasional yang timbul sejak awal tahun 2020 tidak berhubungan dan tidak berdampak dengan bisnis Pizza Hut di Indonesia. Perusahaan kami juga tidak memiliki hubungan afiliasi dengan NPC,” kata Jeo Susanto seperti dilansir CNNIndonesia.com, Kamis (2/7/2020).

Jeo menegaskan bahwa kebangkrutan yang dialami oleh NPC internasional tidak menggambarkan bisnis Pizza Hut secara keseluruhan. Pasalnya, NPC internasional adalah salah satu dari beberapa waralaba yang berada di AS.

Menurutnya, kebangkrutan yang dialami NPC internasional bertolak belakang dengan Pizza Hut di sejumlah negara yang justru mengalami pertumbuhan pesat.

“Secara umum, bisnis Pizza Hut di AS memang sedang mengalami perlambatan pertumbuhan. Tetapi di beberapa bagian dunia lainnya sedang mengalami pertumbuhan yang pesat terutama di Asia dan Afrika, termasuk di Indonesia,” jelasnya.

Ditulis oleh : Kristina Wulandari

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.